Selasa, 10 Januari 2012

Teknik Budidaya Jamur Kancing

Jamur kancing, dinamakan demikian karena bentuk jamur ini memang sama persis dengan kancing baju. Bulat dan warnanya putih terang atau coklat terang atau krem.

Jamur kancing memiliki ukuran dua sampai empat sentimeter. Namun bila sudah dewasa dan mekar, bisa mencapai duapuluh sentimeter. Jamur ini juga merupakan salah satu jamur yang paling sering dibudidayakan oleh para petani jamur di seluruh pelosok dunia.

Para petani ini lebih suka memilih budidaya jamur kancing karena diantara jenis jamur yang lain, jamur inilah yang paling banyak penggemarnya. Karena itu pemasarannya juga jauh lebih mudah.

Teknik Budidaya Jamur Kancing
Tahapan untuk melakukan budidaya jamur kancing tidak terlalu jauh berbeda dengan teknik menanam jamur yang lain. Petama kali yang harus dilakukan adalah membuat media tanam.

Untuk jamur kancing, media tanam yang paling bagus adalah jerami yang dibuat kompos dan dicampur dengan pupuk. Agar hasil panennya nanti lebih bagus, pilihlah pupuk jenis organik. Misalnya kotoran dari kuda atau unggas. Sedang untuk bahan penunjangnya bisa menggunakan bekatul, urea, kapur dan air yang diambil dari buah kelapa.

Setelah kompos selesai dibuat, maka tahap selanjutnya adalah menyiapkan lokasi untuk menanam jamur. Lokasi ini harus berada di ruang tertutup dan kelembabannya selalu terjaga agar tidak menjadi panas. Demikian pula dengan pergerakan (sirkulasi) udara yang merata.

Bila keadaan tidak memungkinkan, bisa menggunakan kipas angin atau AC. Bila semuanya sudah siap, maka proses budidaya jamur kancing selanjutnya adalah penanaman bibit jamur.

Perawatan Pada Masa Pertumbuhan
Bila pertumbuhannya normal dan tidak mengalami gangguan, bibit yang sudah ditanam dalam jangka waktu sekitar dua minggu sudah tumbuh. Bila permukaan pada media menjadi penuh, maka lakukan pelapisan dengan menggunakan tanah yang tebalnya antara dua hingga lima sentimeter. Tujuannya adalah agar jamur bisa tumbuh secara tegak.
Selain itu juga untuk menjaga kelembaban media dan menghambat proses pengeringan pada media tanam. Manfaat yang lain adalah untuk menghindari serangan hama jamur.
Bila pekerjaan pelapisan telah selesai, maka pintu dan jendela ruang harus segera ditutup kembali. Dua atau tiga minggu kemudian, karena sudah tumbuh besar, maka diperlukan sirkulasi udara yang lebih banyak karena jamur juga sudah mulai tahan terhadap panas namun tetap harus dalam batas-batas tertentu.Karena itu jendela sudah harus dibuka.

Namun bila terjadi pengeringan harus segera dilakukan penyiraman. Demikian pula bila cuaca terlalu panas, maka agar suhu ruang tetap dingin ac harus selalu dinyalakan. Bila mau irit biaya bisa menggunakan es batu yang masih berbentuk balok dan ditaruh di dalam.

Masa Panen
Beberapa saat atau hari setelah dilakukan pelapisan, tubuh pada buah di jamur sudah mulai muncul atau tumbuh. Dalam jangka waktu dua minggu kemudian, masa panen jamur kancing sudah tiba waktunya.

Agar mendapat kualitas yang baik, maka sebaiknya pemetikan jamur dilakukan ketika jamur masih berbentuk kancing. Sehingga waktu dikirim ke tempat pemesannya, hasil budidaya jamur kancing sudah mekar dan matang serta siap untuk diolah.

Sumber : http://www.anneahira.com/budidaya-jamur-kancing.htm

www.jendelahewan.blogspot.com

Senin, 09 Januari 2012

Peluang Usaha Budidaya Jamur Kancing

Jamur kancing (Agaricus bisporus) yang biasa disebut juga dengan jamur champignon atau button mushroom ciri khas bentuknya menyerupai kancing baju yakni bulat dengan warna putih, coklat atau krem. Harga jamur kancing di pasaran terbilang cukup mahal sesuai dengan rasanya yang nikmat luar biasa mirip seperti rasa daging sapi membuat jamur kancing sangat potensial untuk di budidayakan.

Ukuran jamur kancing adalah dua sampai empat senti meter namun bisa sudah mekar dewasa ukurannya mencapai dua puluh senti meter. Jamur kancing adalah jamur yang tergolong paling banyak di budidayakan di seluruh dunia sebab jamur ini banyak sekali peminatnya dan pemasarannya juga mudah.

Cara budidaya

Persiapan bibit
Jika anda berniat menjalankan bisnis budidaya jamur ukuran skala kecil, maka sebaiknya pilih bibit jamur F3 yang dapat langsung ditebar pada media tanam dan dibudidayakan hingga masa panen tiba.

Teknik Budidaya Jamur
Pada umumnya teknik budidaya jamur kancing memiliki tahapan yang hampir sama dengan cara budidaya jamur merang. Tahapan-tahapan tersebut antara lain sebagai berikut :

Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan media tanam. Untuk pembudidayaan jamur kancing, media tanam yang digunakan terbuat dari campuran jerami padi (100%), kapur pertanian (2,5%), bekatul (3%), dan ditambahkan urea (9%), ZA (1%), dan TSP (1,2%).

Tahapan kedua yaitu proses pengomposan. Caranya dengan memotong jerami padi dengan ukuran 10-15 cm, dicuci hingga bersih dan ditiriskan sampai kelembapannya 65%. Selanjutnya tumpuk jerami dengan ukuran 10-15 cm dan tambahkan media lain berupa bekatul dan kapur diatasnya. Susun lapisan media tersebut berselang-seling antara jerami padi dengan campuran bekatul dan kapur. Pada hari berikutnya lakukan pembalikan, agar campuran media merata dan tambahkan urea sebanyak 0,9% (bila kurang lembab bisa ditambahkan air). Pada hari ke enam media ditambahkan dengan ZA 1%, dan diaduk-aduk agar semuanya merata. Sedangkan pada hari ke sepuluh, tambahkan TSP sebanyak 1,2% lalu aduk-aduk dan diamkan selama 12-17 hari.

Selanjutnya adalah tahapan sterilisasi media tanam. Proses sterilisasi dilakukan dengan cara meletakan media tanam (yang telah dikompos) secara merata di atas rak-rak tanam yang disiapkan di ruang kumbung jamur (baca selengkapnya : cara membuat kumbung jamur), dengan ketebalan media tanam sekitar 15-20 cm. Kemudian alirkan uap panas dari perebusan air di pembangkit uap hingga suhu ruang kumbung mencapai 60 -65 C, pertahankan suhu tersebut selama 12 jam. Apabila suhunya telah mencapai 65 -75 C maka bukalah ventilasi ruangan agar suhunya kembali turun menjadi 40 -45 C. Usahakan untuk menjaga kestabilan suhu di ruang kumbung pada kisaran 40 -45 C selama kurang lebih 70 jam.

Tahapan berikutnya yakni penanaman bibit jamur. Setelah suhu ruangan turun menjadi 32 C, maka bibit jamur kancing sudah bisa ditanam. Untuk rak budidaya jamur dengan ukuran 3 m x 1 m, biasanya dibutuhkan sekitar 10-14 botol bibit jamur dengan isi 220 cc. Untuk tahapan ini dibutuhkan suhu ruangan ideal berkisar 28,8 -30 C pada daerah dataran tinggi, dan suhu 24,4 -26,6 C pada dataran rendah. Dengan tingkat kelembapan mencapai 90-100% maka bibit jamur kancing akan menunjukan pertumbuhan miseliumnya pada usia 12-14 hari.

Proses selanjutnya yaitu casing atau pelapisan tanah setebal 3-5 cm di atas media tanam yang telah ditumbuhi miselium. Tanah yang digunakan sebagai casing harus tanah cokelat serta berpori, selain itu pH tanah sekitar 6,2-8, dan yang paling penting terbebas dari hama ataupun penyakit. Sebelum tanah digunakan, sterilisasikan terlebih dahulu dengan uap panas pada suhu 70 C selama 2-4 jam dengan ditambahkan 2 liter formalin sebanyak 40% per m3 tanah.

Setelah 9-14 hari setelah masa casing dilakukan, biasanya tubuh buah mulai muncul. Untuk itu, bukalah ventilasi pada rumah kumbung jamur agar proses pertumbuhan jamur kancing bisa lebih cepat (biasanya tiga hari kemudian jamur sudah bisa dipanen).

Nah itulah sekilas tentang budidaya jamur kancing. Anda berminat untuk membudidayakannya ? Silahkan di coba.

Sumber : http://peluangusaha-oke.com/peluang-usaha-budidaya-jamur-kancing/

www.jendelahewan.blogspot.com

Minggu, 08 Januari 2012

Budidaya Jamur Kuping Pilihan Usaha Rumahan

Potensi bisnis budidaya jamur konsumsi tidak ada matinya dan prospeknyapun sangat bagus baik itu budidaya jamur kuping atau jamur-jamur lainnya seperti budidaya jamur tiram putih atau budidaya jamur merang. Jamur kuping (Auricularia auricular) memiliki bentuk tubuh yang melebar seperti bentuk daun telinga manusia, karena itulah jamur yang masuk dalam kelompok jelly fungi ini diberi nama jamur kuping oleh masyarakat luas, kata “kuping” diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti daun telinga.

Jamur kuping pada umumnya bisa di budidayakan segala iklim, baik itu musim panas maupun musim dingin. Namun idealnya jamur konsumsi ini akan tumbuh subur pada suhu antara 20-30 C, dengan tingkat kelembapan sekitar 80-90%.

Jenis-jenis jamur kuping yang banyak dibudidayakan oleh petani jamur adalah :
* Jamur kuping hitam (Auricularia polytricha).
* Jamur kuping merah (Auricularia yudae).
* Jamur kuping agar (Tremella fuciformis).

Jamur kuping sangat baik untuk di konsumsi sebab banyak mengandung nutrisi, lemak, dan vitamin yang manfaatnya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Jamur kuping dapat di olah dengan bebagai masakan yang lezat dan nikmat sesuai dengan selera. Disamping itu jamur kuping hitam juga bermanfaat untuk obat sakit jantung, menurunkan kolesterol, juga sebagai anti-pendarahan.

Jamur kuping ada yang dipasarkan dalam bentuk masih segar atau kering namun keduanya sangat laku keras dipasaran. Potensi inilah yang mendorong sebagian besar masyarakat untuk mulai tertarik menekuni bisnis budidaya jamur kuping sebagai alternatif peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Cara Budidaya Jamur Kuping :

Langkah pertama untuk budidaya kamur kuping adalah persiapan media yang akan digunakan untuk menanam jamur kuping. Media yang baik untuk menanam jamur kuping adaka serbuk gergaji kayu yang biasanya bisa didapatkan di tempat-tempat penggergajian kayu. Media serbuk gergaji kayu menjadi pilihan sebab disamping untuk memudahakn proses menanam dan pemupukan juga manfaatnya sangat baik untuk tanaman jamur kuping itu sendiri.

Manfaat lain dari media serbuk gergaji kayu adalah harga jual jamur kuping yang di tanam di media serbuk gergaji kayu jauh lebih tingi dibandingkan dengan yang di tanam di media kayu sebab biasanya jamur kuping yang ditanam di media serbuk gergaji kayu hasilnya jauh lebih baik.

Namun begitu tidak berarti media yang digunakan adalah serbuk gergaji kayu 100% tapi harus di beri campuran media yang lain seperti bekatul, kapur dan air dengan takaran sebagai berikut :

- Serbuk gergaji kayu (85-90%),
- Bekatul (10-15%), kapur (1-2%),
- Dan Air (50-70%).

Untuk mendapatkan media tanam yang ideal, lakukan fermentasi selama 3-5 hari hingga suhu media mengalami pengingkatan sampai 70ºC. Selama proses fermentasi, lakukan pembalikan setiap 2-3 kali sehari. Pastikan media yang siap digunakan berubah warna menjadi cokelat atau kehitaman.

Cara mempersiapkan media

Masukkan serbuk kayu yang sudah di sadur tadidalam kantong plastik atau polybag. Sebaiknya anda memilih polybag yang baik yang tahan panas. Setelah itu padatkan menggunakan alat pengepres atau dipukul-pukul menggunakan botol bekas hingga plastik menyerupai baglog. Selanjutnya pada bagian atas plastik dipasang ring (cincin), dan ditutup dengan kapas agar media tidak kemasukan air saat proses sterilisasi.

Tahapan berikutnya yaitu sterilisasi media, proses ini dilakukan dengan cara menguapi baglog yang telah ditutupi kapas. Sterilisasi dilakukan pada suhu 95-120º selama 6 sampai 8 jam. Bila proses sterilisasi telah selesai, selanjutnya proses penanaman (inokulasi) dapat anda lakukan jika suhu baglog telah kembali normal.

Persiapan Bibit Jamur Kuping

Untuk mendapatkan hasil panen yang lebih optimal maka anda harus memilih bibit jamur yang berkualitas. Bagi anda yang berniat menjalankan usaha budidaya jamur kuping skala rumah tangga, sebaiknya membeli bibit jamur yang sudah siap pakai (bibit F4). Tetapi jika anda yang berencana membuka perusahaan jamur skala industri (besar), bisa membiakkan bibit murni untuk mendapatkan bibit jamur F1.

Sebelum menanamkan bibit jamur ke dalam baglog, perlu dilakukan sterilisasi bibit jamur agar terhindari dari organisme lain yang mengganggu pertumbuhan miselium. Caranya sebelum menamam semprotkan terlebih dahulu alkohol 70% pada kedua telapak tangan. Kemudian panaskan stik besi diatas api spritus, lalu semprotkan botol bibit dengan alkohol agar steril, buka tutup kapas baglog diatas api spritus dan masukan bibit jamur ke dalam baglog dengan bantuan stik besi yang telah disterilkan. Tutup kembali baglog dengan kapas, setelah bibit jamur selesai ditanamkan.

Setelah bibit jamur ditanam, lakukan inkubasi selama 4-8 minggu dengan suhu 28-35ºC, tingkat kelembapan 80% dan bantuan cahaya lampu TL 60 watt. Jika lebih dari 5 minggu masa inkubasi dan belum ada tanda-tanda pertumbuhan miselium, maka dimungkinkan proses inokulasi gagal sehingga terkontaminasi. Bila proses inkubasi telah selesai, proses selanjutnya adalah memindahkan baglog jamur kuping ke dalam ruang kumbung jamur yang telah disiapkan. Lakukan pelubangan baglog menggunakan silet yang telah disterilisasikan. Kemudian atur baglog dengan rapi, dan lakukan penyiraman secara rutin setiap 2-4 kali per hari.

Pemanenan jamur dapat dilakukan dengan cara mencabut jamur kuping beserta akarnya. Bila ada akar yang tertinggal, maka bersihkan lubang agar tidak mengganggu pertumbuhan jamur kuping generasi berikutnya.

Nah itulah sekilas tentang budidaya jamur kuping dan prospeknya. Jika anda berminat untuk menekuni budidaya jamur kuping maka anda harus membuat tempat khusus untuk mengembak biakkan jamur kuping yang biasa di sebut dengan kumbung jamur. Baca selengkapnya tentang kumbung jamur di Cara Membuat Kumbung Jamur. Selamat mencoba, semoga berhasil.

Sumber : http://peluangusaha-oke.com/budidaya-jamur-kuping/

www.jendelahewan.blogspot.com

Sabtu, 07 Januari 2012

Memelihara Bebek Peking

Pola pemeliharaan bebek peking secara intensif menjadi pilihan bisnis yang cukup menjanjikan. Namun pemahaman dan pengetahuan tentang cara memelihara bebek peking menjadi hal yang cukup penting. Agar menjadi bisnis yang menguntungkan, pola pemeliharaan dan perawatan yang baik harus diperhatikan. Memelihara bebek peking dari usia DOD sampai dewasa memiliki teknik dan perawatan yang berbeda-beda. Memelihara bebek peking dimulai dari fase starter, fase pertumbuhan (grower) dan fase layer/bertelur. Memelihara bebek peking untuk tujuan penggemukan hanya memerlukan satu masa pemeliharaan dalam waktu kurang lebih 2 bulan, seperti tulisan terdahulu.

Memelihara Anak bebek peking (Masa Starter)

Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat Itik Peking (Peking Duck) berumur 1 hari sampai umur 60 hari. Pada masa ini anak-anak Itik dipelihara dalam kandang khusus dengan memakai pemanas/induk buatan. Pada umur 1 –14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna untuk menahan dingin. Anak bebek peking diberi makan khusus yaitu pakan anak yang mempunyai kandungan protein sekitar 19 – 21 % kadar protein dan lebih dikenal dengan makanan “Starter”.

Setelah umur 14 hari anak Itik peking tersebut sudah mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan induk buatan(pemanas), di kandang ini bisa dipelihara sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan Pembibitan, selanjutnya setelah umur di atas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (Grower).

Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang Box, untuk kandang Box biasanya dilakukan pada umur 1 – 14 hari sedangkan dari umur 15 – 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik
sudah mulai besar .Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 – 15 ekor/m2.

Pemeliharaan Masa Pertumbuhan (Periode Grower)

Periode pemeliharaan Itik Peking pada masa pertumbuhan/masa Grower, perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara adalah Itik Peking (Peking Duck) Betina seabagai calon Bibit pengganti / Replecement Stock atau persediaan Bibit dan juga Itik Peking Jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti.

Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti yang mempunyai kelebihan/keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 (1 Jantan 4 betina). Pada periode ini Itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari,sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 – 8 ekor/m2.

Pemeliharaan Peking Duck Layer/Periode bertelur

Itik Peking/Peking Duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik jantan maupun betina dikatagorikan sebagai Itik Layer karena pada saat ini kondisi Itik sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan
tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan.

Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang Itik Dewasa, kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi
untuk mandi Itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1 : 4 (1 jantan 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber DOD yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan Itik Peking. Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 – 5 ekor. Selamat Mencoba. (Galeriukm).

Sumber:
Ir. H. Idih Purnama Alam, Disnak Jawa Barat
http://galeriukm.web.id/unit-usaha/peternakan/memelihara-bebek-peking


www.jendelahewan.blogspot.com

Jumat, 06 Januari 2012

Usaha Peternakan Kelinci

Ada banyak cara untuk memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan perekonomian. Salah satunya adalah apa yang telah dilakukan warga desa sendangsari Minggir Jogja yang menghimpun diri untuk membuat kelompok peternakan kelinci.

Alasan pengembangan usaha peternakan kelinci adalah untuk pemberdayaan masyarakat yang kurang mampu. Terlebih lagi untuk bahan makanan kelinci yang tidak terlalu sulit dan mahal yaitu berupa rumput.

Salah satunya adalah Suharyanto, Yang tinggal di dukuh bandan desa sendangsari kecamatan Minggir kabupaten Sleman. Alasan pemilihan jenis ternak kelinci ini adalah karena perawatannya mudah, yaitu pakannya cuma rumput. Pakan tambahan katul, untuk penggemukkan.

Sebelum memulai ternak kelinci, Suharyanto mengunjungi peternak-peternak kelinci dengan skala besar dan cukup lama menggeluti usaha ini untuk bertanya mengenai prospek usaha tersebut. Menurut mereka, usaha ternak kelinci prospeknya sangat bagus. Bukan cuma dagingnya saja yang bisa dimanfaatkan tetapi kotorannya juga laku dijual, misal urin dan kotoran padat.

Dari segi produksi ternaknya, sepasang indukan bisa mengalami masa kawin 3 kali dalam setahun. Kawin bunting 1 bulan, lahir hingga usia anakan 2 bulan bisa dijual. 1 minggu s.d 10hari, indukan bisa dikawinkan lagi. Sekali melahirkan, setiap indukan bisa menghasilkan rata-rata jumlah anakan bisa mencapai 6-7 ekor. Jenis bibt bermacam-macam, yaitu:

* Jenis ram, khusus untuk kelinci peternak atau pembibitan, diperoleh dari peternak pembibitan
* Jenis bigon, khusus untuk kelinci pedaging atau konsumsi (sate atau tongseng), hasil persilangan antara jawa dengan ram, yang diperoleh dari peternak.

Awal Modal pertama 1 babon/indukan, setelah berjalan beberapa waktu kok dirasa mudah, akhirnya menambah 1 indukan lagi. Seorang famili melihat prospek kelinci tersebut tertarik untuk memberi modal. Modal untuk kandang 2juta, bibit 3 juta, kandang kecil 1juta dan sekarang mencapai 15 ekor indukan pada akhir januari 2009.

Untuk Pakan kelinci adalah rumput: biasanya mencari sendiri karena di lingkungan sekitar banyak, dan sebelum diberikan ke kelinci harus dibiarkan dahulu sampai layu karena rumput dalam kondisi segar dan basah mengandung banyak air sehingga bisa mengakibatkan kelinci kembung yang cukup riskan untuk kesehatan kelinci.

Untuk merangsang pertumbuhan kelinci pedaging, diberi makan katul dan ampas gandum. Sedangkan peternak besar biasanya katul dicampur ampas tahu yang sudah diperas, komposisi ini lebih bagus untuk kelinci. Biaya pakan, katul Rp1600/kg, untuk 15 indukan butuh 10kg/minggu.

Penyakit Kelinci
Dalam beternak kelinci, hal yang paling penting unutk diperhatikan adalah kebersihan kandang karena akan menjauhkan unsur penyakit, terutama gudik/korengan. Kelinci sangat riskan dengan penyakit gudik, bila sudah terlanjur terjangkiti maka tinggal disuntik dengan wermaisin sehingga koreng bisa langsung kering.

Yang kedua, harus teliti dalam mengamati kesehatan kelinci. Apabila kondisi kotoran kelinci dalam kondisi cair, harus segera ditangani. Kesulitan yang dihadapi dalam beternak kelinci, mayoritas peternak mengalami kesulitan dalam proses melahirkan anakan-anakan kelinci, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu atau pergantian suhu yang signifikan.

Bila kondisi stabil dalam kondisi suhu panas atau dingin dalam waktu yang cukup lama, kondisi ini bagus dan mempermudah bagi indukan yang mau melahirkan. Tetapi bila kondisi suhu yang berubah-ubah cukup drastis, hal ini akan menyulitkan indukan ketika mau melahirkan.

Dalam manajemen usahanya, setiap pengeluaran selalu dicatat. Begitu pula, jumlah indukan dan jumlah anakan yang baru lahir. Setiap kelahiran anakan selalu disisakan 1 ekor untuk regenerasi, lainnya dijual. Organisasi usaha belum ada karena masih ditangani sendiri. Hanya saja, tergabung dalam kelompok peternak dan sudah tercatat di PPL Kecamatan Minggir.

Pemasaran
Sebelum melakukan pemasaran menjalin hubungan dengan peternak-peternak besar, selalu konsultasi atau crosscheck dengan peternak-peternak besar karena peternak-peternak besar sering kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen langsung (end user).

Untuk Jenis Kelinci hias, ada beberapa jenis dan paling diminati adalah three colour (3 warna) dan segmennya adalah menengah ke atas. Papilon atau dua warna. Martin, bagian atas hitam dan perut putih.

Kelebihan kelinci hias, bulunya halus. Jenis vlam, postur tubuhnya panjang dan besar serta mempunyai telinga yang lebar. Jenis spot, spot hitam dan spot merah, termasuk kelinci unggulan. Jenis vlam dan spot termasuk kelinci yang banyak diminati oleh hobiis.

Kompetitor
Diantara peternak kelinci tidak ada rasa persaingan dan setiap peternak selalu menjalin kerjasama dengan peternak lain. Terutama peternak-peternak besar selalu mau membantu atau memberi bimbingan kepada peternak-peternak pemula dalam menjalankan usaha ini.

Harga
Harga kelinci tergantung usianya. Jenis vlam atau spot ukuran besar dengan usia 2 bulan bisa mencapai Rp150.000/pasang. Ukuran sedang Rp60-70ribu/pasang. Bligon (jawa-vlam) usia 2 bulan Rp40-50rb. Kalo indukan, bligon diatas 160rb/ekor tergantung postur tubuh. Spot dan vlam indukan diatas Rp200rb, tergantung postur tubuhnya juga.

Pemasaran hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan peternak besar dalam melayani klien mereka dan bila terjadi kesepakatan harga, jika jumlahnya sedikit, kelinci bisa diantar atau pembeli (peternak besar) ambil sendiri jika jumlahnya cukup banyak.

Vlam dan spot usia 4-5 bulan Rp150-200rb/ekor, tergantung ukuran dan kondisi fisik. Bligon usia 4-5 bulan Rp50-60rb/ekor. Rex three color 4-5bulan Rp100-150rb, tergantung ukuran dan kondisi fisik.

Keuangan.
Omset siklus produksi 3 bulan, dalam kondisi lancar, setelah masa bunting 1 bulan dimana rata-rata setiap 1 indukan menghasilkan 6 ekor anakan≈3 pasang dan 2 bulan kemudian anakan dijual dengan harga Rp60rb/pasang. Sebagai pemula, dengan kondisi suhu yang selalu berubah-ubah, tingkat kelahiran sangat kecil. Dari 6-7 ekor yang lahir hanya berhasil 2 ekor.

Sumber : http://bisnisukm.com/usaha-peternakan-kelinci.html

www.jendelahewan.blogspot.com

MEMEGANG TARANTULA

Sebenarnya, memegang tarantula dengan alasan apapun SANGAT TIDAK DIANJURKAN SAMA SEKALI. Tapi pada umumnya, sang pemilik tarantula ngerasa (sok) perlu untuk mengakrabkan diri dengan cara memegang T piaraan barunya ini – tapi mohon diingat kalo T ngerasa yang sebaliknya neh !

Tarantula adalah 100% binatang liar dan sama sekali gak butuh sentuhan kasih sayang manusia. Bagi tarantula, semua yang mendekati mereka cuma ada 2 pilihan : ancaman atau buruan – itu aja ! Kalo bisa protes mereka dah teriak sekenceng2nya, “jangan pegang2 gue, tau !?”.

Tapi kalo sampe mau coba-coba pegang juga, gunakan kedua tangan Anda – jangan pake alat2 apapun ! Mohon diingat bahwa untuk jenis Terrestrial apabila jatuh bisa menyebabkan perut pecah atau kaki2nya patah sedangkan untuk jenis Arboreal, begitu lepas dari genggaman tangan Anda, gw berani jamin sudah pasti bakal susah ditangkep lagi karena jenis Arboreal adalah pelari cepat – sangat gesit sekali ! Jangan lupa cuci tangan setelah memegang tarantula . . .

Semua jenis Tarantula memiliki RACUN sebagai jurus pamungkas untuk membela diri pada saat benar-benar tersudut, sekaligus untuk melumpuhkan lawan dan buruan yang ukurannya jauh lebih besar dari tarantula tersebut dengan cara menggigitnya. Beberapa spesies Tarantula mempunyai RACUN yang lebih berat, tapi pada umumnya tidak jauh beda ama disengat lebah – khusus bagi yang gampang banget alergi, bisa menyebabkan sesak nafas atau detak jantung berdetak sangat cepat

Terus terang, gw sendiri belom pernah digigit tarantula tapi waktu kecil dulu dah pernah disengat lebah – emang seh gak terlalu sakit (lebih parah daripada disuntik) tapi gak sampe pusing kok, cuma gatel en nyut-nyutan tepat di bagian yang kena sengat itu tadi !

Dunia Tarantula terbagi atas 2 bagian, yaitu Old World (Asia, Afrika, Eropa dan Australia) dimana spesies dari benua ini gampang banget / tidak ragu2 lagi dalam melancarkan gigitan untuk setiap ancaman. Selanjutnya, New World (Amerika : Utara dan Selatan) dimana alat pertahanan pertamanya sebelum menggigit adalah Urticating Hairs – mengibas / melempar bulu2 halus di perutnya ke udara yang bisa menyebabkan gatal-gatal dan terlihat merah pada kulit si pengganggu (tapi gatelnya tidak seharam jadah kena ulat bulu !).

Apabila perlu ngebersihin kandangnya, contoh : mengganti substrat maka cara yang paling gampang adalah dengan menaruh container lain di dalam kandang tersebut kemudian T digiring secara lembut / perlahan-lahan (pake sumpit, pulpen terserah yang penting bukan benda tajam) ke arah container sementara itu tadi.

Setelah masuk, tutupi container tersebut supaya nggak kabur (pastikan ada lubang hawa untuk T bernafas) sekarang kita sudah aman untuk membersihkan kandangnya. Setelah selesai, masukkan kembali container ke dalam kandang dan biarkan keluar dengan sendirinya.

TIPS MEMBELI TARANTULA

  • Pastikan kalo T yang ingin dibeli tidak cuma diam di tempat aja, disentuhpun cuma bergerak sedikit atau pelan sekali responnya – apalagi kalo sampe seluruh kaki2nya (ada 8 kaki lho) ketekuk ke dalem di bawah badannya itu bisa jadi T tersebut sedang sekarat ! Penyebabnya ? Bisa jadi cuma karena HAUS dan mengalami dehidrasi berat ! Perhatikan apakah perutnya mengecil / keriput dan perhatikan juga apakah ada tempat air minum di dalam kandangnya. Dengan kondisi cuaca tropis di Indonesia yang tingkat kelembabannya cukup tinggi (28 – 30 Celcius) maka tidak terlalu sulit buat miara tarantula. Mereka membutuhkan hawa yang cukup lembab untuk bertahan hidup, jadi jangan biarin kandangnya sampe kering / gersang dan jangan lupa kalo mereka juga masih tetap perlu air minum. Di alam liar, mereka dapet pasokan air dari cairan yang ada di dalam tubuh mangsanya, udara yang lembab, tetesan embun dan juga air hujan. Untuk mengakalinya guampang banget kok, tapi harus sering-sering dikerjakan biar T panjang umur .
  • Cukup sediakan tutup bekas aqua botol dan sejenisnya (harus yang terbuat dari plastik agar tidak karatan) sebagai tempat air minum yang sekaligus juga dapat menciptakan efek lembab dalam kandang tersebut. Atau, gunakan teknik misting / moisting yaitu menyiram air secara perlahan ke subtrat supaya tetap basah (untuk jenis Terrestrial / burrowers) tapi tidak becek – seperti waktu meras parutan kelapa kalo mo bikin santan – atau disemprotkan langsung ke jaringnya (untuk jenis Arboreal / tree climbers) untuk menimbulkan efek “embun” buatan.
  • Tanyain sekalian nama ilmiah / nama latin dari T tersebut biar kita gampang nyari Care Sheet di internet, karena setiap jenis mempunyai karakter dan cara hidup yang berbeda2 pula. Kalo bisa, tanyain juga jenis kelamin dari T tersebut apakah jantan atau betina. Betina rata2 memiliki umur dua kali lipat lebih panjang dari yang jantan (menurut gw pribadi – betina atau jantan – gak jadi masalah, karena semuanya tergantung dari cara kita merawat mereka.


TIPS MEMBELI ANJING

SEBELUM MEMBELI
  • Pastikan kita  siap  memelihara dgn segala resikonya Memang puppy itu semua keliatannya lucu, kalo gw liat di petshop2, kayanya semua anak anjing menatap dengan tatapan yang bikin pengen orang mlihara…..Tapi baru hari ke 1-3 aja uda bikin sebel, anjing yang baru kita beli (biasanya 1,5 – 2,5 bulan) itu masih terbiasa kumpul bareng adik kk nya, ato temen2 anjing yang lain.. jadi begitu kita ambil (kita pisahin dari yang lain), puppy pasti ribut… begitu ditinggal… belom lagi BAB n pipis dimana aja (biasanya msi mencret)
  • Siapkan kandang sebelom anjing dateng lengkap dengan tempat minum, tempat makan (disesuaikan utk anjing gede ato kecil). Yang pasti jgn keangin-angin, jangan keujanan, jgn kepanasan, ksi lampu bohlam (10 watt). bohlam jgn terlalu deket ma anjing (biasanya si dijilat, pug gw suka jilatin sampe lidahnya berasep) n kabelnya jgn sampe bisa kegigit….. ntar nyetrum..
  • Ksi tau lah orang rumah, jgn mendadak beli n bokap nyokap gak suka, gak lama dibuang tuh anjing. soalnya hari ke 1 – 3 biasanya menyebalkan (kita jg malemnya sering ke bangun buat nemenin, supaya gak ribut)


WAKTU BELI ANJING
  • Pilih jenis anjing yang sesuai (anjing jaga, anjing sahabat, toy dog, dll) sebelom ke penjual anjing… jadi gak bingung cari2 disana.. soalnya smua anak anjing itu dipastikan lucu..
  • Waktu beli ke tukang anjing, liat2 dulu sekeliling, kalo uda ada anjing yang disukai jgn menunjukan muka suka… pedagang anjing itu bakal ksi harga gila2an kalo kita kaya anak kecil pengen mainan… jadi bisa-bisanya kita untuk jgn nunjukin kalo kita suka bgt sama anjing itu, n tawar (kalo di rajiman bisa setengahnya)
  • Pilih anjing yang berkualitas n sehat
  • anjing yang ras, pastiin punya stambum, n ada tato nya..
  • biasanya si orang pilih anjing yang kakinya besar, kepala besar, bentuk proporsional, kuping sesuai dgn kodratnya (golden kupingnya turun kebawah, doberman kupingnya ke atas) hehehe… tiap-tiap anjing mungkin punya standar kualitas yang berbeda-beda. bisa dilihat di web-web yang ada.
  • anjing punya beberapa karakter… ada yang agresif, ada yang pemales (walaupun jenis sama) anjing gw golden ret, dulu punya yang agresif bgt.. pusing gw ngurusnya cape bgt, yang sekarang dia sedeng2 aja.. di ksitau mau nurut, gak gigit… senang deh….
  • jadi pilih jgn yang pemales, jgn jg yang agresif bgt (buat anjing gede berat ngurusnya, tenaganya gede bgt loh)
  • Anjing sehat bisa diliat dari matanya (jgn belekan), biasanya anjing belekan itu cacingan, dr dokter hewan nih), trus pilih yang idung nya basah tp jgn yang pilek (kalo demam anjing biasanya kering idungnya), pilih yang telapak kakinya gak kasar, lembab. trus cukup lincah, mau diajak main.


SETELAH DIBELI
  • Pastikan kita menyiapkan kotak buat bawa anjing itu, kalo kecil bisa dipeluk aja, ato bisa minta kardus ke orang yang jual, yang pasti pastikan puppy nyaman, kalo pake kardus ya ksi lobang buat napasnya….
  • Begitu sampe rumah langsung keluarin anjing n ksi minum (anjing itu cepet bgt haus….)
  • Jangan kaget kalo anjingnya dieeeeeemmmmm terusss ato bobooo terussss
  • Anjing kecil yang dibawa-bawa bakal kecapean dijalan n otomatis lemes begitu sampe rumah (tergantung jarak jg sih)
  • Diemin dulu, biarkan istirahat, biasanya krna ada anjing baru dirumah, smua orang pengen liat n ajak main, pegang-pegang, lempar-lempar dll…. ksian loh.. inget point 3.
  • Kalo uda normal smua, ajarin dia BAB n pipis ditempatnya… banyak tips n tricknya.. mungkin jadi 1 thread lg.. yang gampangnya tiap dia ee ato pipis, ambil pake koran sedikit, pindahin ke tempat yang seharusnya, trus tempat pipis ato ee yang sebelomnya di bersihin yang sebersih-bersihnya.. supaya anjing gak cium2 n pipis disitu lagi… anjing jantan lebih nakal biasanya…
  • Kalo ada anjing lain disitu, biasanya anjing yang baru ato anjing yang lama jadi ee/pipis sembarangan, itu krna mreka belom kenal n menandai daerah kekuasaan
  • Pastikan divaksin 1.5 bulan (parvo) supaya gak mencret2 rp.40-50rb
  • - 2 bulan (parvo)
  • - 3 bulan (komplit: distemper, rabies, etc.) rp.110-150rb
  • - 1 tahun 3 bulan (komplit) diulang tiap taun
  • kalo anjing kita anjing kampung, cukup vaksin pertama n kedua aja…
  • anjing bawaan indonesia lebih kuat loh…. hehehehe uda biasa ngisep polusi n virus2 disini…
  • Waktu umur 1.5 – 3 bulan ksi mam dog food yang di lembekin pake air….
  • Jangan di ksi susu (buatan) kalo si penjualnya gak ksi dia susu sebelomnya, kalo penjualnya uda ksi susu (buatan), ksi susu dengan merk yang sama (soalnya susu bisa bikin mencret kalo gak kuat)
  • Jgn dimandiin sampe 3 bulanan, di lap-lap aja…
  • Jgn diajak jalan2 sebelom vaksin ke 3 komplit. biasanya anjing diajak jalan2 kalo ketemu anjing lain suka ngendus2.. (banyak sekali virus di lingkungan kita)
  • Jangan lupa kasi anjing kalsium, anjing ras ato anjing kampung tetep perlu kalsium utk pertumbuhan gigi n tulang… bisa beli yang buat orang jg, tp konsultasi dulu ke dokter hewan(waktu vaksin anjing pake kesempatan buat tanya sebanyak2nya)

Semoga membantu..

TIPS dalam Membeli Ular

Pastikan ular tersebut aktif terjaga.
Pastikan ular mau makan.
  • Pastikan ular tidak terlihat dihinggapi parasit, seperti kutu dll..
  • Jika tersedia, pilih yang CB dari pada yang WC.
  • Kulit biasanya halus dan tidak kasar atau luka. Badan ular tidak kurus kering tapi biasanya padat berisi.
  • Mata harus jernih dan tidak berbayang, perhatikan bila ular mau berganti kulit.
  • Mulut ular harus selalu tertutup rapat dan hanya tempat keluarnya lidah yg terbuka sedikit. Dan lidah tampak bersih dari penyakit atau tindikkan.
  • Nafas ular tidak berbunyi and tdk ada gejala sakit (Walaupun jenis ular yang besar kadang nafasnya berbunyi saat dihandle karena memaksa mengeluarkan udara dari pernafasannya). Ada juga sebagian ular yang mendesis saat mau dihandle ketika ular itu mau ganti kulit, sebaiknya pilih ular ketika selesai ganti kulit.
  • Pindahkan ular ke tempat yang lebih datar permukaannya, bila ada keanehan saat ular berjalan berarti ada yang salah.
  • Apakah kandangnya bersih dan terpelihara?.

Mengenal Buaya

Buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air. Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk pula buaya ikan (Tomistoma schlegelii). Meski demikian nama ini dapat pula dikenakan secara longgar untuk menyebut ‘buaya’ aligator, kaiman dan gavial; yakni kerabat-kerabat buaya yang berlainan suku.

Buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, terkadang juga memangsa moluska dan krustasea bergantung pada spesiesnya. Buaya merupakan hewan purba, yang hanya sedikit berubah karena evolusi semenjak zaman dinosaurus.

Dikenal pula beberapa nama daerah untuk menyebut buaya, seperti misalnya buhaya (Sd.); baya atau bajul (Jw.; bicokok (Btw.), bekatak, atau buaya katak untuk menyebut buaya bertubuh kecil gemuk; senyulong, buaya jolong-jolong (Mly.), atau buaya julung-julung untuk menyebut buaya ikan; buaya pandan, yakni buaya yang berwarna kehijauan; buaya tembaga, buaya yang berwarna kuning kecoklatan; dan lain-lain.

Dalam bahasa Inggris buaya dikenal sebagai crocodile. Nama ini berasal dari penyebutan orang Yunani terhadap buaya yang mereka saksikan di Sungai Nil, krokodilos; kata bentukan yang berakar dari kata kroko, yang berarti ‘batu kerikil’, dan deilos yang berarti ‘cacing’ atau ‘orang’. Mereka menyebutnya ‘cacing bebatuan’ karena mengamati kebiasaan buaya berjemur di tepian sungai yang berbatu-batu.

Biologi dan perilaku

Buaya, seperti halnya dinosaurus, memiliki tulang-tulang iga yang termodifikasi menjadi gastralia

Di luar bentuknya yang purba, buaya sesungguhnya merupakan hewan melata yang kompleks. Tak seperti lazimnya reptil, buaya memiliki jantung beruang empat, sekat rongga badan (diafragma) dan cerebral cortex. Pada sisi lain, morfologi luarnya memperlihatkan dengan jelas cara hidup pemangsa akuatik. Tubuhnya yang “streamline” memungkinkannya untuk berenang cepat. Buaya melipat kakinya ke belakang melekat pada tubuhnya, untuk mengurangi hambatan air dan memungkinkannya mempertinggi kecepatan pada saat berenang. Jari-jari kaki belakangnya berselaput renang, yang meskipun tak digunakan sebagai pendorong ketika berenang cepat, selaput ini amat berguna tatkala ia harus mendadak berbalik atau melakukan gerakan tiba-tiba di air, atau untuk memulai berenang.
Kaki berselaput juga merupakan keuntungan manakala buaya perlu bergerak atau berjalan di air dangkal.

Buaya dapat bergerak dengan sangat cepat pada jarak pendek, bahkan juga di luar air. Binatang ini memiliki rahang yang sangat kuat, yang dapat menggigit dengan kekuatan luar biasa, menjadikannya sebagai hewan dengan kekuatan gigitan yang paling besar. Tekanan gigitan buaya ini tak kurang dari 5.000 psi (pounds per square inch; setara dengan 315 kg/cm²) bandingkan dengan kekuatan gigitan anjing rottweiler yang cuma 335 psi, hiu putih raksasa sebesar 400 psi, atau dubuk (hyena) sekitar 800 – 1.000 psi. Gigi-gigi buaya runcing dan tajam, amat berguna untuk memegangi mangsanya. Buaya menyerang mangsanya dengan cara menerkam sekaligus menggigit mangsanya itu, kemudian menariknya dengan kuat dan tiba-tiba ke air. Oleh sebab itu otot-otot di sekitar rahangnya berkembang sedemikian baik sehingga dapat mengatup dengan amat kuat. Mulut yang telah mengatup demikian juga amat sukar dibuka, serupa dengan gigitan tokek. Akan tetapi sebaliknya, otot-otot yang berfungsi untuk membuka mulut buaya amat lemah. Para peneliti buaya cukup melilitkan pita perekat besar (lakban) beberapa kali atau mengikatkan tali karet ban dalam di ujung moncong yang menutup, untuk menjaganya agar mulut itu tetap mengatup sementara dilakukan pengamatan dan pengukuran, atau manakala ingin mengangkut binatang itu dengan aman. Cakar dan kuku buaya pun kuat dan tajam, akan tetapi lehernya amat kaku sehingga buaya tidak begitu mudah menyerang ke samping atau ke belakang.

Buaya memangsa ikan, burung, mamalia, dan kadang-kadang juga buaya lain yang lebih kecil. Reptil ini merupakan pemangsa penyergap; ia menunggu mangsanya hewan darat atau ikan mendekat, lalu menerkamnya dengan tiba-tiba. Sebagai hewan yang berdarah dingin, predator ini dapat bertahan cukup lama tanpa makanan, dan jarang benar-benar perlu bergerak untuk memburu mangsanya. Meskipun nampaknya lamban, buaya merupakan pemangsa puncak di lingkungannya, dan beberapa jenisnya teramati pernah menyerang dan membunuh ikan hiu.

Pada musim kawin dan bertelur buaya dapat menjadi sangat agresif dan mudah menyerang manusia atau hewan lain yang mendekat. Di musim bertelur buaya amat buas menjaga sarang dan telur-telurnya. Induk buaya betina umumnya menyimpan telur-telurnya dengan dibenamkan di bawah gundukan tanah atau pasir bercampur dengan serasah dedaunan. Induk tersebut kemudian menungguinya dari jarak sekitar 2 meter.

Embrio buaya tak memiliki kromosom seksual, yakni kromosom yang menentukan jenis kelamin anak yang akan ditetaskan. Jadi tak sebagaimana manusia, jenis kelamin buaya tak ditentukan secara genetik. Alih-alih, jenis kelamin ini ditentukan oleh suhu pengeraman atau suhu sarang tempat telur ditetaskan. Pada buaya muara, suhu sekitar 31,6 C akan menghasilkan hewan jantan, sedikit lebih rendah atau lebih tinggi dari angka itu akan menghasilkan buaya betina. Masa pengeraman telur adalah sekitar 80 hari, tergantung pada suhu rata-rata sarang.

Buaya ditengarai memiliki insting untuk kembali ke tempat tinggalnya semula (homing instinct).Tiga ekor buaya yang ganas di Australia Utara telah dipindahkan ke lokasinya yang baru, sejauh 400 km, dengan menggunakan helikopter. Akan tetapi dalam tiga minggu hewan-hewan ini diketahui telah tiba kembali di tempat asalnya. Kejadian ini terpantau melalui alat pelacak yang dipasang pada tubuh reptil tersebut.

Menurut pengetahuan sekarang, buaya memiliki kekerabatan yang lebih erat dengan burung dan dinosaurus, dibandingkan dengan kebanyakan reptil umumnya. Tiga kelompok yang pertama itu, ditambah dengan kelompok pterosaurus, digolongkan menjadi grup besar Archosauria (=’reptil yang menguasai’)


Umur
Tidak ada cara yang meyakinkan untuk menghitung umur buaya, selain dengan mengetahui waktu penetasannya dahulu, meskipun ada beberapa teknik yang telah dikembangkan. Metode yang paling umum digunakan untuk menaksir umur hewan ini ialah dengan menghitung lingkaran tumbuh pada tulang dan gigi. Tiap-tiap lapis lingkaran menggambarkan adanya perubahan pada laju pertumbuhan, yang mungkin disebabkan oleh perubahan musim kemarau dan hujan yang berulang setiap tahun. Dengan tetap mengingat peluang ketidaktepatan metode ini, buaya yang tertua kemungkinan adalah spesies yang terbesar. Buaya muara (C. porosus) diperkirakan dapat hidup rata-rata hingga 70 tahun, dengan sedikit individu yang terbukti dapat melebihi umur 100 tahun. Salah satu buaya tertua yang tercatat, mati di kebun binatang Rusia pada usia sekitar 115 tahun.

Seekor buaya air tawar jantan yang dipelihara di Kebun Binatang Australia diperkirakan berumur 130 tahun. Hewan ini diselamatkan Bob Irwin dan Steve Irwin dari alam liar setelah ditembak dua kali oleh pemburu. Akibat tembakan senjata itu, buaya tersebut (yang kini dijuluki sebagai “Mr. Freshy”) kehilangan mata kanannya.
Ukuran
Ukuran tubuh buaya sangat bervariasi dari jenis ke jenis, mulai dari buaya kerdil hingga buaya muara raksasa. Spesies bertubuh besar dapat tumbuh lebih panjang dari 5 m dan memiliki berat melebihi 1.200 kg. Walaupun demikian, bayi-bayi buaya hanya berukuran sekitar 20 cm tatkala menetas dari telur. Spesies buaya terbesar adalah buaya muara, yang hidup di wilayah Asia Tenggara hingga ke Australia utara.

Ukuran terbesar buaya muara hingga kini masih diperdebatkan. Buaya terbesar yang pernah tercatat adalah seekor buaya muara raksasa sepanjang 8,6 m, yang tertembak oleh seorang guru sekolah di Australia. Sedangkan buaya terbesar yang masih hidup adalah seekor buaya muara sepanjang 7,1 m di Suaka Margasatwa Bhitarkanika, Orissa, India. Pada bulan Juni 2006, rekornya dicatat pada The Guinness Book of World Records.

Dua catatan lain yang terpercaya mengenai ukuran buaya terbesar adalah rekor dua ekor buaya sepanjang 6,2 m. Buaya yang pertama ditembak di Sungai Mary, Northern Territory, Australia pada 1974 oleh seorang pemburu gelap, yang kemudian diukur oleh seorang petugas kehutanan. Sedangkan buaya yang kedua dibunuh di Sungai Fly, Papua Nugini. Ukuran buaya kedua ini sebetulnya diperoleh dari kulit, yang diukur oleh Jerome Montague, seorang peneliti margasatwa. Dan karena ukuran kulit selalu lebih kecil (menyusut) dari ukuran hewan aslinya, dipercaya bahwa buaya kedua ini sedikitnya berukuran 10 cm lebih panjang ketika hidup.

Buaya terbesar yang pernah dipelihara di penangkaran adalah seekor blasteran buaya muara dengan buaya Siam yang diberi nama Yai (Th.: ใหญ่, berarti besar) (menetas pada 10 Juni 1972) di Kebun Penangkaran Buaya Samutprakarn yang terkenal di Thailand. Binatang melata ini memiliki panjang tubuh hingga 6 m dan berat mencapai 1.114,27 kg.

Buaya raksasa peliharaan yang lain adalah seekor buaya muara yang bernama Gomek. Hewan ini ditangkap oleh George Craig di Papua Nugini dan kemudian dijual ke St. Augustine Alligator Farm di Florida, Amerika. Buaya ini mati karena penyakit jantung pada Pebruari 1997 dalam usia yang cukup tua. Menurut catatan penangkaran tersebut, ketika mati Gomek memiliki panjang 5,5 m dan mungkin berusia antara 70–80 tahun.

Buaya Bhitarkanika yang terbesar diperkirakan sepanjang 7,62 m. Dugaan ini diperoleh para ahli berdasarkan ukuran sebuah tengkorak buaya yang disimpan oleh keluarga Kerajaan Kanika. Buaya tersebut kemungkinan ditembak mati di dekat Dhamara sekitar tahun 1926 dan kemudian tengkoraknya diawetkan oleh Raja Kanika ketika itu. Dugaan panjang di atas didapat melalui perhitungan, dengan mengingat bahwa panjang tengkorak buaya sekitar sepertujuh panjang total badannya.

Buaya di Indonesia
Sejauh ini diketahui sekitar tujuh spesies (atau subspesies) buaya yang ditemukan di Indonesia[10], yakni:
  • Buaya Mindoro atau buaya Filipina (Crocodylus mindorensis)
  • Buaya Irian (C. novaeguineae)
  • Buaya muara (C. porosus)
  • Buaya Kalimantan (C. raninus)
  • Buaya air tawar atau buaya Siam (C. siamensis)
  • Buaya Sahul (Crocodylus sp.nov.), dan
  • Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii)

Keberadaan buaya Mindoro di Indonesia (yakni di Sulawesi timur dan tenggara) baru dilaporkan semenjak 1996. Buaya Kalimantan (diketahui dari Kalimantan Barat dan Selatan) statusnya masih diperdebatkan, mengingat jenis ini serupa bentuk dan habitatnya dengan buaya air tawar, namun dengan beberapa ciri lain yang membedakannya. Demikian pula status buaya Sahul, yang selama ini dianggap identik dengan buaya Irian. Buaya Sahul menyebar terbatas di sebelah selatan Papua, sementara buaya Irian di sebelah utara pegunungan tengah. [10]

Kerabat dekat
Aligator dan kaiman (caiman atau cayman) adalah kerabat dekat buaya yang termasuk suku Alligatoridae. Aligator memiliki tubuh mirip buaya, yang terkadang dikelirukan satu sama lain. Bedanya, aligator memiliki moncong yang cenderung lebar ujungnya, bentuk huruf U apabila dilihat dari atas; sedangkan buaya bermoncong lebih sempit meruncing, bentuk huruf V. Gigi ke-4 di rahang bawah buaya berukuran besar dan muncul di sisi luar rahang atas manakala moncongnya terkatup. Gigi-gigi rahang bawah aligator tersembunyi oleh bibir atasnya manakala moncongnya terkatup.
Gavial alias buaya julung-julung adalah jenis buaya lain lagi yang tergolong suku Gavialidae. Buaya ini memiliki tubuh yang gemuk, namun dengan moncong yang panjang dan kurus, bukan tak mirip dengan kepala ikan julung-julung. Buaya ini juga disebut buaya ikan, karena memang makanan utamanya adalah ikan. Selain itu gavial juga hampir sepenuhnya akuatik, dan hanya sesekali naik ke darat untuk berjemur. Crocodylidae, Alligatoridae dan Gavialidae tergolong ke dalam bangsa (ordo) Crocodilia.
Beberapa kerabat buaya yang telah punah, anggota kelompok yang lebih besar lagi, yakni Crocodylomorpha, adalah bersifat herbivora.

Buaya dan manusia
Serangan buaya
Jenis-jenis buaya bertubuh besar dapat sangat berbahaya bagi manusia. Buaya muara dan buaya Nil adalah yang paling berbahaya, membunuh ratusan orang tiap tahun di pelbagai daerah di Asia Tenggara dan Afrika. Buaya rawa dan mungkin pula kaiman hitam yang terancam punah, juga amat berbahaya. Aligator Amerika kurang agresif dan jarang menyerang manusia apabila tak diganggu.
Peristiwa serangan buaya yang paling banyak memakan jiwa kemungkinan adalah yang terjadi di Burma, 19 Pebruari 1945, semasa Perang Pulau Ramree. Sejumlah 900 orang tentara Kekaisaran Jepang, dalam upayanya untuk mundur dan bergabung dengan dengan pasukan infantri yang lebih besar, telah menyeberangi rawa-rawa bakau sepanjang 10 mil yang dihuni buaya-buaya muara. Dua puluh tentara akhirnya tertawan hidup-hidup oleh pasukan Inggris, dan hampir 500 orang lagi diketahui telah melarikan diri dari Pulau Ramree. Banyak tentara selebihnya yang tewas dimangsa oleh buaya, meskipun senjata tentara Inggris pun tak pelak lagi turut berperan menewaskan pasukan yang malang itu. Di samping nyamuk, buaya tercatat sebagai hewan yang paling banyak menyebabkan kematian di tahun 2001.
Meskipun buaya hidup ditakuti orang, namun produk-produk dari kulitnya banyak disukai dan berharga mahal. Kulit buaya diolah untuk dijadikan aneka barang kerajinan kulit seperti dompet, tas, topi, ikat pinggang, sepatu dan lain-lain. Indonesia mengekspor cukup banyak kulit buaya, sekitar 15.228 potong di tahun 2002, dengan negara-negara tujuan ekspor di antaranya ke Singapura, Jepang, Korea, Italia, dan beberapa negara lainnya. Empat perlimanya adalah dari kulit buaya Irian, dan sekitar 90% di antaranya dihasilkan dari penangkaran buaya.
Daging buaya juga dimakan di beberapa negara seperti di Australia, Etiopia, Thailand, Afrika Selatan, Kuba, dan juga di sebagian tempat di Indonesia dan Amerika Serikat.

Konservasi
Mengingat banyak populasinya yang terus menurun dan menuju kepunahan, banyak jenis buaya di pelbagai negara yang dimasukkan ke dalam status dilindungi. Empat jenis buaya yang ada di Indonesia, yakni Crocodylus novaeguineae (buaya Irian); C. porosus (buaya muara); C. siamensis (buaya Siam); dan Tomistoma schlegelii (buaya sinyulong) telah dilindungi oleh undang-undang.

Untuk mengurangi tekanan terhadap populasi buaya di alam, berbagai upaya penangkaran telah dikembangkan. Buaya muara dan buaya Nil adalah jenis-jenis yang paling banyak ditangkarkan. Penangkaran buaya muara cenderung meningkat, terutama di Australia. Di Indonesia pun telah banyak dilakukan upaya penangkaran buaya ini, meskipun masih setengah bergantung ke alam, mengingat stok buaya yang dipelihara masih mengandalkan pemungutan telurnya dari alam, untuk kemudian ditetaskan dan dibesarkan di penangkaran.