Selasa, 03 April 2012

SALURAN PEMASUKAN PADA KAD(KOLAM AIR DERAS)

Saluran pemasukan
Bagian ini dibuat dekat dengan sungai, atau sumber air, yaitu setelah kolam pengendapan, atau filter. Ukuran panjang, lebar, dan tinggi saluran pemasukan tergantung dari debit air yang akan dialirkan, dan jumlah KAD yang akan dibangun. Untuk 10 buah KAD yang berukuran panjang 10 m, lebar 3 m, dan tinggi 2 m, cukup dibuat saluran pemasukan dengan panjang 40 m, lebar 1 m, dan tinggi 0,7 m. Tentu saja bagian ini harus dibuat dari beton, agar kuat dan kokoh, suliut terkikis oleh aliran air.
 
Lubang pemasukan dan saringan
Bagian ini dibuat berhubungan langsung dengan saluran pemasukan. Ukuran lebar dan tinggi lubang pemasukan tergantung dari lebar KAD. Ini sangat berkaitan erat dengan debit air yang akan dimasukan ke KAD. Untuk KAD yang lebarnya 3 m, cukup dibuat saluran pemasukan dengan lebar 40 – 50 cm, dan tinggi 15 – 20 cm. Pada bagian ini dibuat sekoneng, atau coakan secara vertikal dengan lebar 2 – 3 cm, dan dalam 1 – 2 cm. Coakan itu berfungsi sebagai tempat memasang saringan. Saringan alangkah baiknya dibuat dari besi, atau behel ukuran minimal 5 mm. Behel itu dilas secara vertikal pada besi segi empat dengan jarak 0,5 – 1 cm. Saringan bermanfaat untuk menahan sampah, ranting dan kotoran lainnya.

MANFAAT KKOLAM AIR DERAS

Manfaat KAD
Debit air yang tinggi pada KAD, selain untuk produsen oksigen, juga untuk memusnahkan habis semua kotoran dalam kolam itu sendiri. Kotoran pada sebuah kolam bisa berupa lumpur, sisa pakan, kotoran ikan, dan kotoran lainnya. Semua kotoran itu dapat menurunkan kualitas air kolam. Pada kualitas air yang rendah, maka proses pernapasan ikan terganggu dan napsu makan ikan menjadi rendah.
Karena debitnya yang besar, maka seluruh bagian KAD harus kuat dan kokoh, agar tidak mudah terkikis aliran air. Bahan baku dalam pembuatan KAD adalah semen, pasir, dan batu. Campuran ke tiga bahan ini disebut beton. Selain batu, ada juga pembudidaya yang menggunakan bahan batako. Namun bahan ini kurang begitu kuat, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama harus diperbaiki.

Bentuk-bentuk KAD
Secara umum, KAD ada dua bentuk, yaitu segitiga, dan persegi panjang. Segitiga merupakan bentuk awal dari KAD, karena bentuk inilah yang pertama kali dikembangkan. Meski bisa berfungsi sebagaimana mestinya, namun bentuk ini mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya sulit dalam penataan bila dibuat KAD dalam jumlah banyak. Karena kelemahan itulah, maka dikembangkan bentuk baru dengan tetap tidak merubah fungsinya. Bentuk baru itu adalah persegi panjang. Namun tentu saja ada sedikit modifikasi, karena pada bentuk itu, ada bagian tertentu terdapat daerah mati (dead area) dimana kotoran tidak bisa terbuang, yaitu pada sudut-sudut kolam. 

Modifikasi
Modifikasi itu berupa pembuatan sekat pada keempat sudut kolam. Tujuannya untuk melenyapkan daerah mati, sehingga semua kotoran bisa terbuang. Hasil modifikasi itu melahirkan bentuk baru, yaitu kapsul. Karena bila dilihat bentuknya, mirip kapsul. Bentu ini mempunyai kelebihan, yaitu mudah dalam penataan, tetapi tidak menghilangkan fungsinya. Bagian-bagian KADSetiap KAD mempunyai 6 bagian pokok, yaitu saluran pemasukan, lubang pemasukan, saringan, pematang, dasar kolam, lubang pembuangan, saringan, dan saluran pembuangan.

Saluran pemasukan
Bagian ini dibuat dekat dengan sungai, atau sumber air, yaitu setelah kolam pengendapan, atau filter. Ukuran panjang, lebar, dan tinggi saluran pemasukan tergantung dari debit air yang akan dialirkan, dan jumlah KAD yang akan dibangun.
Untuk 10 buah KAD yang berukuran panjang 10 m, lebar 3 m, dan tinggi 2 m, cukup dibuat saluran pemasukan dengan panjang 40 m, lebar 1 m, dan tinggi 0,7 m. Tentu saja bagian ini harus dibuat dari beton, agar kuat dan kokoh, tidak mudah terkikis oleh aliran air.

TIPS KOLAM AIR DERAS

Kolam air deras (KAD) ialah salah satu tempat untuk pembiakan ikan . Ciri khas KAD ialah ukurannya sangat sempit, jauh lebih sempit dari kolam tanah. Kolam tanah yang umum digunakan memiliki luas antara 500 – 1.000 m2. Bahkan ada kolam tanah yang luasnya 2.000 m2. Sedangkan luas KAD hanya di bawah 50 m2, paling luas 33 m2. Meski sempit, tetapi KAD bisa digunakan untuk memelihara ikan  dengan kepadatan tinggi. Dengan kepadatannya yang tinggi, sebuah KAD dapat memproduksi ikan konsumsi sebanyak 2 ton setiap periode pemeliharaan. Jika dihitung dengan detail, maka sudah dipastikan sebuah KAD memiliki produktivitas yang sangat tinggi, yaitu 60 – 70 kg.  Berbeda dengan produktivitas kolam tanah. Pengalaman penulis, dan juga hasil survei di beberapa pembudidaya, bahwa sebuah kolam tanah yang luasnya 500 m2 hanya bisa memproduksi ikan konsumsi sebanyak 1 ton. Jadi jikan dihitung dengan detail, maka produkstivitas kolam tanah hanya 2 kg/m2, atau 30 kali lipat lebih rendah dari KAD. Karena produktivitasnya yang tinggi, maka pemeliharaan ikan di KAD disebut sistem pemeliharaan ikan secara intensif.


Ciri khas lainnya ialah debit air di KAD sangat besar, jauh lebih besar dari kolam biasa, atau kolam tanah. Debit air di kolam tanah sangat kecil, paling besar 10 liter/detik. lantas pada KAD, debit airnya minimal 20 liter/detik. Bahkan di akhir pemeliharaan, debit airnya bisa mencapai 50 liter/detik.
Aliran air, atau pemberian debit air pada kolam memiliki tujuan utama untuk mensuplay oksigen, agar kandungan oksigen dalam kolam tetap tinggi. Dengan oksigen yang tinggi, maka ikan-ikan dapat bernapas dengan bebas, sehingga ikan-ikan dapat hidup dengan baik, dan nafsu makannya tinggi.
Debit air di kolam tanah sangat kecil. Aliran itu tak mampu menyebar, atau bersirkulasi dengan baik. Sudah pasti, aliran itu juga tak mampu memproduksi kandungan oksigen yang sangat tinggi secara kontinyu. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja, terutama pada tengah hari, yaitu setelah terjadi photosintesa.  Sedangkan waktu lainnya, kandungan oksigen di kolam tanah sangat rendah, terutama pagi hari, karena oksigen habis digunakan sepanjang malam. Maka tak heran jika banyak ikan yang kekurangan oksigen. Dalam keadaan ini, jangan untuk makan, untuk mempertahankan hidup saja susah.

Budidaya Tanaman Ginseng Yang Berkasiat

Beberapa di antara khasiat ginseng adalah meningkatkan stamina, memperlambat proses penuaan, awet muda, menghilangkan racun dan untuk kecantikan. Tak hanya itu ginseng juga mampu membasmi keluhan-keluhan badan seperti kekurangan tenaga, cepat lelah, rasa ngantuk, kurang nafsu makan, insomnia, daya ingat yang lamban, darah tinggi, anemia, warna muka pucat, urinasi berlebihan, konstipasi, ejakulasi dini, masalah kesuburan pada wanita, noda-noda hitam pada kulit, kadar gula tinggi, kolesterol berlebihan di dalam tubuh, rematik, gagal jantung dan bermacam jenis penyakit lainnya.

Berikut di antara berapa jenis ginseng. Changbai Mountain Ginseng, yakni jenis ginseng yang secara alamiah bersifat hangat, menjadi komoditi distribusi utama di wilayah Pegunungan Jilin Changbai di China dan wilayah Vladivostok di Rusia. Berikutnya, American Ginseng yakni ginseng dengan sifat dingin yang lebih dikenal sebagai ginseng Amerika, dimana kebanyakan berasal dari Amerika Serikat, Kanada, dan Prancis. Sementara, Korean Ginseng adalah ginseng dengan sifat panas yang terdapat di daerah Korea Utara dan Korea Selatan.

Ginseng mudah ditanam, di Polybag, Pot atau di lahan / tanah meski terbatas. Dari batang diyang sudah agak tua, diputus dan distek, atau dari biji bunga Ginseng yang sudah tua. Dan dari biji inilah Tanaman Ginseng mudah berkembang biak.

PEMBIBITAN dan PENANAMAN

- Diutamakan pakai bibit dari setek batang.
- Gunakanlah induk tanaman sehat, tidak terindikasi gejala serangan hama dan penyakit, umur tidak terlalu muda dan terlalu tua, segar dan tidak layu, warna cerah/mengkilap.
- Bibit hasil setek diistirahatkan/disimpan di tempat lembab selama 2 - 4 hari.
- Sebelum tanam, pangkal bibit dipotong miring ± 45ยบ menggunakan pisau tajam dan bersih.
- Pangkal bibit direndam 20-30 menit dalam larutan POC NASA (1-2 ttp) + HORMONIK (0,5-1 ttp) + 1-2 sendok makan Natural GLIO per 10 liter air.
- Bibit dikeringanginkan ± 1-2 jam.
- Penanaman dilakukan sore hari, jarak tanam 50 x 60 cm atau 60 x 70 cm.

HAMA dan PENYAKIT TANAMAN

Hama
1. Bekicot.
Biasanya aktif pada malam hari, dan perlu diwaspadai keberadaannya. Pengendalian dengan cara dikumpulkan dan dimusnahkan.

2. Ulat.
Banyak jenis ulat yang menyerang pada ginseng terutama ulat grayak (Spodoptera sp.), Ulat penggulung daun (Lamprosema sp.), dan ulat jenis lainnya. Pengendalian dengan cara mematikan ulat, semprot Vitura atau Pestona dan alternative terakhir dengan Insektisida kimia.

3. Uret/Lundi
Hama ini menyerang akar bahkan bisa ke umbi sehingga tanaman lama kelamaan bisa layu dan akhirnya mati. Pada saat tanam bisa ditaburkan insektisida granular di sekeliling tanaman

PENYAKIT

1. Penyakit Busuk Leher Batang
Penyebabnya jamur Phytium sp. atau Sclerotium sp. Biasanya di awal tanam ginseng mengalami pembusukan yang disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan. Leher batang atau pangkal batang tampak berwarna kelabu atau kecoklatan, lunak kebasahan dan melekuk ke dalam. Jamur ini dapat menjalar ke bagian umbi, lama-kelamaan daun tampak layu. Pengendalian dengan cara pengaturan drainase, kebun tidak becek dan tidak lembab. Sejak awal sebelum tanam gunakan Natural GLIO.

2. Penyakit Busuk Umbi
Penyebabnya jamur Phythopthora sp. Gejalanya daun yang mulanya hijau berubah menjadi kuning. Lama kelamaan menjalar hingga menyebabkan kematian. Bila tanaman dicabut pada pangkal umbi/batang tampak bulu-bulu putih yang kemudian berubah menjadi bulat-bulatan dan akhirnya berubah menjadi coklat tua sampai hitam. Pengendalian gunakan Natural GLIO sebelum tanam, jaga kelembaban tanah dan alternative terakhir dengan fungisida sistemik

3. Penyakit Layu
Bisa disebabkan jamur Fusarium sp. atau bakteri Pseudomonas sp. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh jamur Fusarium. Mulanya tulang daun menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu. Pengendalian dengan cara sebarkan Natural GLIO sebelum tanam dan celupkan stek sebelum tanam ke dalam POC NASA dicampur Natural GLIO.

PANEN
- Tanaman Ginseng dipanen umur 4 - 5 bulan tergantung pertumbuhan dan keadaan umbi. Cirinya; batang semula hijau berubah merah, daun menguning dan mulai rontok, berbunga dan mengeluarkan biji, umbi bila didangir sudah cukup besar (diameter diatas 1 cm).

- Pemanenan pada pagi hari saat kondisi cerah, tidak hujan dan daun tidak berembun lagi, tanah kering.

- Umbi dipanen sekaligus dengan menggunakan garpu tanah untuk menggemburkan permukaan tanah.

- Sebelum umbi dicabut pangkal batang tanaman dipangkas dan dipisahkan dari batang serta daunnya. Pencabutan umbi harus dilakukan hati-hati, jangan sampai umbinya putus dan tertinggal dalam tanah. Umbi yang telah dicabut dibersihkan dan dibawa ke tempat teduh untuk penyortiran.




Sumber : http://ekonomihijau.blogspot.com/2012/03/ginseng-sehat-alami.html

www.jendelahewan.blogspot.com

Senin, 02 April 2012

JENIS DAN TIPE-TIPE AQUARIUM

Akuarium Umum
 
Akuarium umum ini diisi dengan berbagai Spesies ikan dan tanaman air yang bertujuan untuk penghias ruangan. Syarat akuarium umum:
  • Akuarium akan diletakkan sesuai dan serasi dengan ruangan.
  • Usahakan bawah akuarium tampak alami
  • Tanaman disusun dengan estetika dalam akuarium
  • Spesies ikan yang dipelihara dalam akuarium harus harmonis
Spesies akuarium ini biasanya dipakai sebagai hiasan bagi berbagai Spesies ikan yang dapat dinikmati keindahan warna tubuh ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut dari Spesies ikan hias maupun ikan konsumsi.
 
Akuarium Kelompok
 
Ikan-ikan yang dipelihara di dalam akuarium kelompok harus ikan seSpesies/sekeluarga serta ditanami oleh tanaman air yang tanaman air yang diperlukan oleh kelompok ikan yang dipelihara.

Syarat akuarium kelompok :
  • Spesies ikan yang dipelihara dalam akuarium kelompok harus masih sekarabat
  • Susunan tanaman air dalam akuarium disesuaikan dengan ikan yang dipelihara.
Spesies akuarium ini biasanya dipakai untuk mengembang biakan ikan dalam satu kelompok baik ikan hias maupun ikan konsumsi dari ikan air tawar dan laut.

Akuarium Sejenis
 
Dalam akuarium ini, estetika dan dekorasi diabaikan, karena tujuan dari akuarium seSpesies untuk mengembang-biakan ikan. Spesies akuarium ini yang biasa dipakai untuk membudidayakan ikan air tawar dan laut.


MERENCANAKAN KOLAM HIAS

Kolam Ikan Hias di samping taman yang terletak di depan rumah adalah bagian dari rumah yang pertama kali penyambut tamu. Anda bisa menambahkan kolam di taman depan rumah anda. Keberadaan kolam menaikkan kelembapan udara di sekitarnya sehingga udara cenderung menjadi lebih sejuk.

BENTUK KOLAM
Sesuaikan bentuk kolam dengan gaya bangunan anda. Jika bangunan cenderung minimalis, buatlah taman dengan gaya minimalis juga. Bunyi gemericik air yang dihasilkannya membawa keadaan nyaman dan homey di rumah anda. Pilih beberapa ikan  dengan warna-warna yang menarik untuk diketakkan di dalam kolam. Selain memanjakan kita dengan warna-warninya, ikan  juga memberikan unsur kehidupan di kolam.

DAYA TARIK
keadaan taman di depan rumah yang nyaman ini tentu tidak hanya menarik bagi tamu yang datang, tapi juga membuat Anda betah berlama-lama di teras depan rumah Anda sendiri.  Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang berarti air dan area yang berarti ruang. Jadi akuarium ini adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni, yang dapat diawasi dan dinikmati. Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri atau membeli langsung dari toko. Fungsi akuarium sebagai wadah untuk budidaya ikan juga dapat berfungsi sebagai pengindah ruangan dimana akuarium tersebut dapat dinikmati keindahannya oleh penggemarnya.

CIRI-CIRI IKAN LAYANG

Ikan layang (Decapterus russelli) memiliki nama umum round scad. Ikan layang adalah ikan yang memiliki kelebihan bergerak dengan cepat di air laut. Tingginya kecepatan tersebut dapat dicapai karena fisiknya tubuhnya yang seperti cerutu dan memiliki sisik yang sangat halus. Ikan layang (Decapterus russelli) fisiknya tubuh seperti cerutu tetapi agak pipih, sirip dada lebih pendek dari panjang kepala, maxilla hampir mencapai lengkung mata terdepan, ikan layang (Decapterus russelli) dalam keadaan segar seluruh tubuhnya berwarna merah jambu, dan pada bagian belakang tutup insang terdapat totol hitam (Burhanuddin et al, 1981). Menurut Anonimous.

Ciri-ciri ikan layang

 
1. fisiknya Cerutu (cigar shape/slim/fusiform)
fisiknya badannya seperti cerutu, langsing/ramping dan meruncing pada kedua ujungnya.(shape like cigar, slim, tapered at both ends)
 
2. Pipih Tegak (flat upright)
Pada fisiknya ini tinggi ikan lebih besar dari lebar ikan atau pipih tegak,. Compressed. (on this shape high fish larger than the width of fish or flat upright/compressed)
 
3 Pipih Melebar (widened flat)
Pada fisiknya ini tinggi ikan lebih kecil dari lebar, depressed (on this shapes high fish smaller than the width,depressed)

4 Lancip Memanjang/Bulat Panjang (elliptic)
Pada fisiknya ini potongan daging ikan bulat panjang, meruncing pada kedua ujungnya.

5Pipih Memanjang (long flat)
Pada fisiknya ini badan ikan pipih tegak dan panjang.

CARA MEMILIH KURA-KURA YANG BAIK

Untuk para peminat kura2 jika berniat mengembang biakan binatang yang satu ini, ada beberapa tips tentang bagaimana caranya memilih kura-kura Brazil, karena kura-kura yang dijual di pasar belum tentu semuanya bagus atau sehat. Tips ini saya dapat dari sebuah buku berjudul Panduan Praktis mengembang biakan Kura-Kura Brazil oleh Yo Hi Kuang terbitan G-media.

1. Perhatikan kumpulan kura-kura yang akan dibeli
Kura-kura yang baik tampak aktif dan waspada. Pilih kura-kura yang aktif dan menarik perhatian Anda. Pastikan pula airnya bebas dari kotor.


2. Ambillah kura-kura tersebut

Kura-kura tersebut seharusnya mempunyai berat yang memadai. Selain itu, gerakan kakinya dapat memberi gambaran akan tenaga dan daya responnya. Jika kaki belakangnya ditarik perlahan, kura-kura tersebut seharusnya mempunyai respon yang baik dengan cara menarik kakinya kembali. Kura-kura yang sakit biasanya tampak dari beratnya yang terlalu ringan dan mempunyai daya respon lemah.



3. Perhatikan kepalanya 
Matanya harus terbuka lebar dan cerah. Hindari kura-kura dengan mata cekung, tertutup, atau berair. Perhatikan bagian pipinya saat kepala kura-kura dilihat dari atas. Kedua pipi harus tampak beberapa menonjol dengan ukuran yang sama. Hindari kura-kura yang salah satu pipinya cekung ke dalam atau lebih lebar.


4. Perhatikan bagian kaki dan ekornya
Pastikan tidak ada luka atau pembengkakan yang aneh.


5. Perhatikan cangkangnya 
Periksa apakah ada luka atau tanda-tanda infeksi di cangkang atas dan cangkang bawah, lalu tekan cangkangnya perlahan-lahan. Jika terasa lembut dan lentur, jangan pilih kura-kura itu karena hal tersebut merupakan tanda dari adanya penyakit tulang (metabolic bone disease). Cara lain untuk mengintetifikasi ada-tidaknya penyakit tulang adalah dengan menekan secara perlahan bagian pinggiran cangkang yang tipis. Kura-kura yang mempunyai penyakit tulang akan mempunyai sisi-sisi cangkang yang lentur.

Minggu, 01 April 2012

Ginseng Merah (dan teknis menanam)

Menurut info yang sayaperoleh dari ahli tanaman herbal, Ginseng Korea atau Red Ginseng itu kualitasnya yang terbaik diantara semua jenis ginseng.
Ini nih beberapa manfaat dari Ginseng Korea (Red Ginseng) :
1. Meningkatkan stamina
2. Mengurangi kelelahan
3. Memperbaiki kondisi mental
4. Meningkatkan pengeluaran cairan tubuh
5. Mencegah iritasi
6. Mencegah diabetes
7. Menguatkan sistem pencernaan
8. Mengeluarkan racun

Dan setelah melalui beberapa penelitian, para ahli gizi mendapati ada 23 manfaat dari ginseng merah..

Selain akarnya yang punya banyak manfaat, kita juga bias mengkonsumsi Daun Ginseng sebagai sayuran. Selain itu buah Ginseng Korea ini juga bisa dibikin Juice koq. Rasanya manis, apalagi kalo diminum saat suasana panas trus dicampur es….. Jadinya makin Asyik..

Teknis Budidaya Ginseng Merah

GINSENG KOREA atau yang biasanya dikenal dengan RED GINSENG ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak.
Diantaranya seperti yang tertera dibawah ini :
* Melancarkan Peredaran darah dan metabolisme.
* Membenahi pembentukan darah/ kelainan darah (anemia, leukemia, poliste nijavera).
* Menyembuhkan penyakit gangguan syaraf, migrain, vertigo dan mengurangi kadar stres.
* Meningkatkan stamina dan mengaktifkan sel-sel tubuh.
* Membantu menyembuhkan penyakit lever, hepatitis, kuning.
* Mencegah diabetes, menurunkan gula darah dan menahan dahaga.
* Membantu penyembuhan rheumatic, sakit nyeri persendian dan mencegah oestheoporosis.
* Menormalkan tekanan darah, baik darah tinggi maupun darah rendah.
* Menurunkan kadar kolesterol, asam urat, trigliserit, menghancurkan jaringan lemak.
* Melangsingkan tubuh dan mencegah pengerasan pembuluh darah.
* Mencegah dan menyembuhkan penyakit stroke dan jantung.
* Mencegah dan membantu penyembuhan penyakit tumor dan kanker.
* Memperbaiki fungsi ginjal dan hati.
* Menyeimbangkan antibodi dan hormon.
* Menyembuhkan demam berdarah, tifus dan flu.
* Menguatkan dan meningkatkan fungsi otak,
* Memperkuat pertumbuhan otak anak-anak dan pertumbuhan bayi.
* Menghaluskan kulit, menghilangkan flek, jerawat dan keriput.
* Memperlambat proses penuaan dan membuat panjang umur.
* Memulihkan stamina setelah operasi atau melahirkan.
* Meringankan syndrome pada wanita saat menghadapi menopause
* Menyuburkan kandungan dan menguatkan sel sperma serta meningkatkan daya sex (libido).
* Membantu penyembuhan sariawan, alergi dan sinusitis.
* MENAMBAH PENGHASILAN, karena logikanya jika badan sehat menjadikan penghasilan makin meningkat bukan?

Budidaya Red Ginseng ini sebenarnya termasuk kategori mudah untuk dilakukan. Namun mungkin karena belum melakukan praktek secara langsung maka banyak orang bertanya-tanya gimana sih caranya ???

Penyemaian
Untuk tahap awal tentunya benih yang kita dapatkan disemai terlebih dahulu pada sebuah wadah berisi tanah seperti pada gambar berikut.

Wadahnya bisa berupa Nampan datar persegi panjang dari kayu, atau jenis nampan lain, Polibag, Ember, Pot, dll dimana bagian bawahnya harus diberi lubang tempat keluarnya air. Tapi sebaiknya pada nampan atau sesuatu yang datar.

Wadah ditempatkan pada ruangan yang tidak terkena Air hujan/ Panas Matahari secara langsung. Karena dikhawatirkan kalau kena air hujan ataupun panas matahari terlalu banyak maka bibit akan layu.

Pada ketiga metode diatas, hasilnya bagus namun sebaliknya pada metode yang lain hasil pertumbuhan bibit ginseng sangat lambat/ kerdil.
Hal ini bisa di sebabkan karena pot yang ditanami bunga memiliki struktur tanah yang padat. sementara pada ketiga tempat diatas, tanahnya masih lembek dan subur.

Umur tanaman yang disemai pada keempat gambar diatas adalah 2 minggu sejak disemai. Namun pertumbuhannya tergantung pada struktur tanah yang ada.
Perkembangan selanjutnya setelah disemai adalah memindahkan tanaman ke polibag. Dimana hal ini dilakukan satu persatu.
Carilah polibag yang berukuran paling kecil namun memiliki dudukan yang rata.
Kemudian isikan tanah subur,
Buatlah lubang pada tanah sedalam 2-3 cm dengan menggunakan kayu atau jari anda
Letakkan benih yang sudah dicabut dari persemaian dan letakkan/ tanamkan pada lubang yang sudah dibuat.
Catatan:
Pemeliharaan seperti penyiraman dilakukan setiap hari namun harus diperhatikan bahwa jangan terlalu banyak air ataupun terlalu sedikit.

Penanaman
Yang harus dilakukan adalah menyiapkan bedengan yang ukurannya menyesuaikan dengan lahan yang ada.
Bisa dibuat di pekarangan rumah maupun di kebun/ ladang.
Setelah bedengan siap maka selanjutnya pada saat tumbuhan sudah berumur 1 bulan sejak penyemaian (2 minggu setelah di semai) maka tanaman yang berada di polibag sudah bisa dipindahkan pada bedengan yang anda telah buat terlebih dahulu.

Setelah Tanaman dipindahkan pada bedengan maka yang harus kita lakukan adalah tetap menyiraminya dengan air dan menyiangi tanaman dari rerumputan.
Bila ditanam pada pekarangan, jangan sampai di rusak oleh binatang peliharaan seperti ayam, bebek, kucing, dll.
Kalau boleh diberikan pagar agar tanaman kita aman.

Panen
Selanjutnya tanaman akan siap dipanen pada saat berumur 4 bulan.
Hal ini ditandai dengan buah ginseng yang sudah berwarna merah.

Jika yang diharapkan kwalitas, maka rawatlah terus ginseng itu hinga berumur 1-6 tahun, sehingga orang yang memakai produk ini akan merasa puas..

Tapi yang saya bahas ini hanya berupa ringkasannya saja, Pada waktu berikutnya akan saya ulas kembali.

Sumber : http://infoafif.wordpress.com/2011/07/15/ginseng-merah-dan-teknis-menanam/

www.jendelahewan.blogspot.com

Hama dan Penyakit Pada Budidaya Gurame dan Cara Penanggulangannya

Hama
Hama yang biasanya menganggu ikan gurami adalah ikan liar pemangsa seperti gabus (Ophiocephalus striatur BI), belut (Monopterus albus Zueiw), lele (Clarias batrachus L) dan lain-lain. Musuh lainnya adalah biawak (Varanus salvator Dour), kura-kura (Tryonix cartilagineus Bodd), katak (Rana spec), ular dan bermacam-macam jenis burung. Beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes, mujair dan sepat dapat menjadi pesaing dalam perolehan makanan. Oleh karena itu sebaiknya benih gurami tidak dicampur pemeliharaannya dengan jenis ikan yang lain. Untuk menghindari gurami dari ikan-ikan pemangsa, pada pipa pemasukan air dipasangi serumbung atau saringan ikan agar hama tidak masuk dalam kolam.

Penyakit
Gangguan penyakit dapat berupa penyakit non parasiter dan penyakit parasiter. Gangguan penyakit dapat lebih mudah menyerang ikan gurami pada saat musim kemarau dimana suhu menjadi lebih lebih dingin.

Penyakit non parasiter adalah penyakit yang timbul bukan karena serangan parasit, tapi biasanya bersumber dari faktor lingkungan fisika dan kimia air dan makanan. Penyakit ini bisa berupa pencemaran air karena adanya gas beracun seperti asam belerang atau amoniak, kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturanan. Untuk mengetahui gangguan yang dialami oleh ikan yang dipelihara dapat diketahui dari pengamatan terhadap ikan. Bila ada gas beracun dalam air, ikan biasanya lebih suka berenang pada permukaan air untuk mencari udara segar.

Penyakit parasiter diakibatkan parasit. Parasit adalah hewan atau tumbuh-tumbuhan yang berada pada tubuh, insang, maupun lendir inangnya dan mengambil manfaat dari inang tersebut. Parasit dapat berupa udang renik, protozoa, cacing, bakteri, virus, jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya. Berdasarkan letak penyerangannya parasit dibagi menjadi dua kelompok yaitu ektoparasit yang menempel pada bagian luar tubuh ikan dan endoparasit yang berada dalam tubuh ikan.

Ciri-ciri ikan yang terkena penyakit parasiter adalah sebagai berikut :
* Penyakit pada kulit :
Pada bagian tertentu kulit berwarna merah, terutama pada bagian dada, perut dan pangkal sirip. Warna ikan menjadi pucat dan tubuhnya berlendir.
* Penyakit pada insang :
Tutup insang mengembang, lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu.
* Penyakit pada organ dalam :
Perut ikan membengkak, sisik berdiri. Kadang-kadang sebaiknya perut menjadi amat kurus, ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap.

- Penyakit Argulus Indicus atau kutu ikan,
Penyakit ini disebabkan oleh parasit Argulus Indicusyang sumber penularannya adalah udang renik. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama fish lae atau kutu ikan. Kutu ini akan menempel dan menggigit mangsa sehingga berdarah. Penularannya adalah melalui air dan melalui kontak langsung dengan ikan lain, biasanya penyakit ini sering muncul pada kolam ikan yang kualitas airnya buruk. Cara penyembuhannya adalah dengan merendam ikanyang sakit ke dalam air garam 10 -15 g/liter selama 15 menit. Sebaiknya untuk menghindari ikan tertular kembali, anda menambahkan larutan garam 10 – 15 g/m2 untuk membunuh kutu air

- Penyakit Dactylogyrus dan gryodactylus,
dua nama ini adalah sejenis cacing parasit yang tumbuh berkembang dikarenakan kualitas air yang buruk, pakan ikan yang kurang atau kepadatan kolam yang terlalu penuh. JenisDactylogyrus menyerang insang ikan, gejalanya adalah menurunnya nafsu makan dan ikan gurami sering terlihat berbaring dengan dengan posisi insang yang terbuka, sedang jenis Gyrodactylus menyerang bagian sirip ikan. Cara perawatannya adalah dengan memperbaiki kualitas air yang berada di kolam dengan menggantinya dengan air yang baru, dan menambahkan garam sebanyak kira2 40 gram/m2. Jika penyakit sudah sangat parah anda bisa merendam ikan dalam larutan garam selama 1 malam.

- Mata Belo,
Gejala awal serangan penyakit ini adalah ikan menjadi kurang aktif, malas, nafsu makan berkurang dan ikan sering ke atas permukaan air. Disusul dengan bola mata yang membengkak dan akhirnya ikan ini menjadi buta dan mati. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis cacing. Cara pengobatannya adalah dengan menghentikan pasokan air selama 24 jam, lalu masukkan garam sebanyak 1kg/m2 , besok harinya air dikuras dan diganti dengan air yang baru.

- Jamur,
pada tubuh ikan gurami yang terinfeksi jamur akan muncul benang – benang berwarna krem seperti kapas, biasanya pada kulit tubuh yang terluka. Jenis jamur yang menyerang ikan gurami adalah Saprolegnia dan Achyla. Jamur ini akan menyebabkan ikan menjadi lemah karena kurang makan, sehingga bisa memicu penyakit lain muncul. Cara penyembuhannya adalah dengan memberikan garam ke dalam kolam dengan jumlah 400g/m2 selama 24 jam untuk kemudian diganti besok harinya, selain garam bisa juga dipakai malachyte oxalatesebanyak 1 mg/l air selama 12 jam. Bisa juga menggunakan larutan formalin 200 ppm selama 2 jam.

- Bakteri,
jenis bakteri yang menyerang ikan gurami adalah bakteriAeromonas sp, dan Pseudomonas sp. Gejala yang muncul yaitu terdapat luka berdarah tubuh, perut membesar, lendir mencair , sisik mengelupas dan muncul borok ditubuhnya. Dalam jangka waktu dekat ikan akan melemah, mengambang di permukaan air dan akhirnya mati. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan merendam ikan dalam larutan oxytetracycline 2 – 5 mg/l selama 24 jam, dan tindakan ini dilakukan berulang 3 kali. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan merendam ikan yang terinfeksi bateri dengan larutan matachite green oxalat 0,5mg/l selama satu jam , selang 1 jam kemudian deberi umpan makanan yang lebih dahulu diberi kandungan oxcytetracycline 60mg/kg pakan, dan diulang selama 7 hari berturut – turut.

- Bercak Putih ( White Spot ),
jenis penyaki ini desebabkan oleh parasit yang bernama Ichthyophtbyrius. Ciri – ciri ikan yang terkena penyakit white spot yakni munculnya bercak – bercak putih pada bagian kulit. Biasanya ikan yang terkena serangan white spot akan menggosokkan badannya pada lingkungan di sekitarnya, serta mulut ikan gurami tampak kembang kempis seperti kekurangan oksigen. Cara perawatan dari penyakit ini adalah dengan merendam ikan guramidengan ke dalam air yang diberi larutan formalin sebanyak 25 mg/l. dan di tambahkan malachine green oxalat sebanyak 0,2 mg/l selama 24 jam.

Salah satu parasit yang sering menyerang ikan gurami adalah Argulus indicus yang tergolong Crustacea tingkat rendah yang hidup sebagai ektoparasit, berbentuk oval atau membundar dan berwarna kuning bening. Parasit ini menempel pada sisik atau sirip dan dapat menimbulkan lubang kecil yang akhirnya akan menimbulkan infeksi. Selanjutnya infeksi ini dapat menyebabkan patah sirip atau cacar. Parasit lainnya adalah bakteri Aeromonas hdyrophyla, Pseudomonas, dan cacing Thematoda yang berasal dari siput-siput kecil.

Untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat dan memindahkan ikan ke dalam kolam lain dan melakukan penjemuran kolam yang terjangkit penyakit selama beberapa hari agar parasit mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset. Sementara pengobatan bagi ikan-ikan yang penyakitnya lebih berat dapat menggunakan bahan kimia seperti Kalium Permanagat (PK), neguvon dan garam dapur.

Selain penggunaan bahan kimia tersebut di atas, petani di daerah Banyumas menggunakan laun lambesar (Chromolaena odorata (L), RM King & H. Robinson ) sebagai antibiotik. Daun lambesan dimasukkan ke dalam kolam sebelum ikan di tebar yaitu pada saat pengolahan kolam. Banyaknya daun lambesan yang dipakai adalah 1 pikul (yaitu kurang lebih 50 kg) untuk luas tanah 25 m2. Penggunaan daun ini adalah 1 untuk 1 masa tanam.

Penggunaan obat-obatan kimia untuk ikan konsumsi tidak dilanjutkan mengingat dampak yang tidak baik kepada konsumen. Kalaupun diberikan obat-obatan tidak boleh langsung di jual kepada konsumen akhir. Penggunaan obat-obatan pada ikan konsumsi juga sebaliknya tidak diberikan apabila ikan hendak diekspor. Besarnya ikan-ikan konsumsi yang mati dibuang.

Sumber : http://budidayanews.blogspot.com/2011/06/hama-dan-penyakit-pada-budidaya-gurame.html

www.jendelahewan.blogspot.com