Minggu, 29 Januari 2012

BETERNAK BURUNG PUYUH


Berikut ini adalah serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan sejarah singkat burung puyuh, sentra  budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, manfaat burung puyuh, persyaratan lokasi budidaya burung puyuh,  pedoman teknis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dan lain-lain.
1. SEJARAH SINGKAT
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.
2. SENTRA PETERNAKAN
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah
3. JENIS
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica
4. MANFAAT
  1. Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
  2. Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
  3. Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman
5. PERSYARATAN LOKASI
  1. Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
  2. Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran
  3. Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
  4. Bukan merupakan daerah sering banjir
  5. Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.puyuh2
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
  1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
    1. Perkandangan
      Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:
      1. Kandang untuk induk pembibitan
        Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.
      2. Kandang untuk induk petelur
        Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
      3. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
        Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).
      4. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
        Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.
    2. Peralatan
      Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
  2. Penyiapan Bibit
    puyuh3Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
    1. a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
    2. b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
    3. c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.
  3. 6.3. Pemeliharaan
    1. 1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
      Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini
      mungkin.
    2. 2) Pengontrolan Penyakit
      Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.
    3. 3) Pemberian Pakan
      Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.puyuh4
    4. 4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
      Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.
7. HAMA DAN PENYAKIT
  1. Radang usus (Quail enteritis)
    spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
    Pengendalian:
    1. menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang;
    2. pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.
  2. Berak putih (Pullorum)
    Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
    Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
    Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.
  3. Berak darah (Coccidiosis)
    Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
    Pengendalian:
    1. menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;
    2. dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
  4. Cacar Unggas (Fowl Pox)
    Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
    Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.
    Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.
  5. Quail Bronchitis
    Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
    Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.
    Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.puyuh5
  6. Aspergillosis
    Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
    Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
    Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.
  7. Cacingan
    Penyebab: sanitasi yang buruk.
    Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
    Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.
8. PANEN
  1. Hasil Utama
    Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.
  2. Hasil Tambahan
    Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

Bebek Ancona



Bebek Ancona adalah salah satu jenis bebek di dunia yang merupakan keturunan dari Bebek Runner dari India dan Bebek Huttegem dari Belgia. Bebek Ancona adalah salah satu jenis bebek yang langka. Jenis bebek ini dikembangkan di inggris selama abad ke 20, jenis bebek ini tidak diketemukan di Amerika , walaupun pada saat ini jumlahnya meningkat tapi telah dikategorikan sebagai bebek yang jumlahnya langka atau sedikit.

Jenis bebek ini bukan termasuk jenis bebek yag bisa terbang, sama seperti kebanyakan bebek yang diternakkan, sehingga mereka tidak bermigrasi. Bebek ini adalah jenis hewan yang tenang berkembang biak dengan baik di kolam, kandang dan peternakan. Jenis bebek ini merupakan pemburu yang baik, jenis makanan mereka adalah siput , serangga  atau jenis arthropoda dan sayuran hijau saudara terdekat mereka adalah jenis bebek murai dan bebek hookbills . Jenis bebek ancona ini bisanya dapat bertelur antara 210 sampai 280butir per tahun

Jenis bebek ini mempunyai bentuk kepala oval dan sedikit cekung , paruhnya panjang, dengan bintik hijau dan bulu di bagian bawah mata. Bebek ancona dewasa memiliki berat sekitar 6.5 pounds. Memiliki leher yang panjang dan berbentuk huruf S dengan bagian atas lebih kecil dan bagian bawah yang lebih luas. Anak bebek memiliki warna bulu kuning dengan bintik bintik. Bebek dewasa berwarna putih dengan motif bulu yang tidak sama dengan lainnya. Motif motif bulunya antara lain Hitam dan Putih, Biru dan Putih, Coklat dan Putih, Silver dan White, Lavender dan Putih, dan 3 warna .Paling umum adalah hitam dan putih, sedangkan kakinya berwarna  oranye.

Bebek Aylesbury



Bebek Aylesbury merupakan jenis bebek yang diternakkan untuk diambil dagingnya dan dipelihara untuk dijadikan bebek hias, sehingga penampilan bulunya harus bagus. Bulunya berwarna putih dan kaki berwarna oranye.

Banyak orang mengira setiap bebek putih merupakan jenis bebek aylesbury tetapi tidak demikian, karena bebekyang memiliki sedikit corak berwarna oranye atau kuning, sudah tercampur keturunannya dengan jenis bebek peking.

Jenis bebek ini cirinya adalah perutnya menyentuh tanah ketika bebek ini berdiri diam.

Bebek aylesbury adalah jenis bebek yang langka. Yang sering dijumpai orang adalah jenis bebek aylesbury yag telah disilangkan dengan jenis bebek pedaging yang lain. Karena orang mengira jika bebek itu berwarna putih maka akan dikira dan disebut sebagai bebek aylesbury.

Jenis bebek aylesbury ini dikembangkan pada awal abad ke 18 di kota aylesbury selatan London. Lambang kota ini juga adalah bebek aylesbury

Setelah dikenal jenis bebek peking pada tahun 1873, jenis bebek aylesbury sudah disilangkan sehingga jenis bebek aylesbury ras murni sulit dijumpai. Pada saat ini telah banyak dijumpai penangkaran jenis bebek aylesbury ras murni

Bebek Swedia Biru



Bebek Swedia Biru adalah jenis dari bebek peliharaan . Bebek Swedia Biru merupakan burung berukuran sedang yang beratnya antara 12 – 15kg. Bebek Swedia Biru jantan  biasanya lebih berat dibandingkan yang betina. Bebek Swedia Biru termasuk jenis bebek yang tenang. Mereka suka areal luas yang bebas dan sering terlihat berdiam diri di beberapa titik. Bebek Swedia Biru Ini berkembang biak dan  terdaftar di dalam Amerika Peternakan Breeds Conservancy .

Warna Biru bebek Swedia disebabkan heterosigositas dalam warna gen . Jika bebek Swedia biru dan itik jantan berkembang biak, kaum muda adalah biasa 25% / 50% / 25% rasio:

  • 25%: A homozigot bentuk, hitam biru di mana seharusnya.
  • 50%: Sebagai bebek Indukan.
  • 25%: The lainnya homozigot bentuk, memercikkan atau perak dengan kombinasi biru dan hitam dan putih.


Bebek jenis ini biasanya dikembang biakkan di areal yang luas

Bebek Buff Orpington



Bebek Buff Orpington adalah bebek yang didomestikasi (Domestic duck)atau dipelihara sebagai bebek yang dapat diternakkan untuk diambil telur (egg ) dan dagingnya (meat). Bebek Buff Orpington ini dapat menghasilkan telur sebanyak 220 butir telur per tahun.


Bebek Buff Orpington pertama kali ditemukan oleh William Cook dari Orpington, Kent, UK.  Bebek Buff Orpingtondiperkenalkan kepada khalayak ramai pada pameran Dairy Show,the Agricultural Hall (q.v.), Islington, London bulan Oktober tahun 1897

Bebek Dutch Hookbill


Bebek Dutch Hookbill adalah jenis bebek yang termasuk bebek yang dijinakkan atau diternakkan (domestic duck).  Bebek Dutch Hookbill sesuai dengan namanya berasal dari Belanda. Di Negara asalnya tersebut bebekini disebut Kromsnaveleend 

Bebek Dutch Hookbill termasuk jenis bebek yang sudah terdapat pada abad ke 17, bebek ini dikembang biakkan di daerah sepanjang kanal kanal  (canals ) yang pada umumnya banyak terdapat di Negara Belanda.

Pada saat ini Bebek Dutch Hookbill dikembang biakkan sebagai bebek yang dipakai untuk exebition atau pameran. Bebek ini mempunyai berat antara 2.3 kg sampai 2.8 Kg. Mempunyai beberapa macam warna yang umum yaitu warna gelap yaitu warna abu abu dan coklat, sering disebut jenis Dusky. Dan jenis yang disebut  White-Bibbed yang hampir sama dengan jenis dusky tetapi mempunyai warna putih juga dibagian depan dan bagian bulu utama badannya. Jenis lain adalah jenis yang warna utamanya adalah warna putih.

Bebek ini diexport ke Amerika Utara pada tahun 2000

ITIK ALABIO


Usaha tani itik alabio telah dilakukan sejak lama di Kalimantan Selatan dan merupakan usaha pokok masyarakat terutama di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Beternak itik ini dapat memberikan kontribusi yang memadai terhadap pendapatan keluarga. Skala kepemilikan bervariasi antara 200 hingga 7000 ekor/peternak. Usaha tani itik alabio kini sudah mengarah ke spesialisasi usaha yaitu produksi telur tetas, telur konsumsi, penetasan dan pembesaran.

Pengembangan itik alabio cukup prospektif karena ditunjang oleh ketersediaan bibit dan pasar,keterampilan peternak yang memadai, sosial budaya dan dukungan pemerintah daerah.

Permasalahan dalam beternak itik alabio adalah belum adanya standarisasi bibit, kualitas pejantan menurun, pencatatan produksi belum optimal, mahalnya harga pakan, ketersediaan bahan pakan lokal bergantung pada musim serta penanganan pasca panen dan penyakit yang belum memadai.

Untuk mengatasi permasalah di atas tersebut, dapat dilakukan pemetaaan wilayah untuk pemurnian itik alabio atau pembangunan village bredding center, penyuluhan tentang pencatatan produksi yang baik, seleksi pejantan unggul, pembuatan formula pakan yang berkualitas dan harga murah dengan memberdayakan sumber-sumber bahan pakan lokal, perbaikan penanganan pascapanen serta pencegahan dan pengendalian penyakit secara intensif terutama diruang penetasan dan lingkungannya.

Keunggulan itik alabio
  • Keragaan itik alabio meliputi hal-hal seperti berikut :
  • Produksi telur, 220 – 250 butir/ekor/tahun
  • Puncak Produksi 92,70%
  • Bobot Telur, 59 – 65 gram/butir
  • Konsumsi Pakan, 155 – 190 gram/ekor/hari
  • Dewasa Kelamin, 179 hari
  • Daya Tunas, 90,38%
  • Daya Tetas, 79,49 – 80 %
  • Mortalitas setelah menetas, 0.75 – 1%
  • Bobot Badan Betina umur 6 bulan, 1.60kg
  • Bobot Jantan umur 6 bulan, 1.75 kg

(Rohaeni dan Tarmudji 1994; BPTP Kalimantan Selatan 2005;Suryana dan Tiro 2007)

Standar SNI Itik Alabio Jantan
 
itik duo,bisa pedaging bisa petelur,trubus exo

Standar SNI Itik Alabio Betina
itik duo,bisa pedaging bisa petelur,trubus exo

Di samping itu, menurut Biyatmoko (2005a), itik alabio ini termasuk itik lokal unggul yang memiliki dwi fungsi karena selain mampu memproduksi telur yang tinggi, rata-rata 214,72 butir/tahun juga potensial sebagai penghasil daging di bandingkan dengan itik lokal lainnya. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki  itik alabio, maka pada tahun 1996, Balai Penelitian Ternak Ciawi, Balitnak Bogor melakukan persilangan antara itik mojosari dan alabio yang menghasilkan bibit itik (final stock) yang unggul dibandingkan tetuanya.

Dan pada tahun 2002 diadakan kerjasama antara Balitnak Ciawi Bogor dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) kambing domba dan itik Pelaihari, Kalimantan Selatan untuk mengembangkan hasil persilangan tersebut dan menghasilkan itik hibrida petelur dan pedading unggul yang disebut sebagai itik MA-2000 atau yang lebih populer di kalangan peternak itik dengan sebutan itik raja (jantan) dan itik ratu (betina) .

Oleh : Suryana
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan
Semoga bermanfaat!

Tentang Itik Indonesia


Sejak zaman kerajaan, ternak itik sudah dikenal dalam dunia perdagangan sebagai salah satu komoditi pertanian untuk  memenuhi kebutuhan daging dan telur di Indonesia. Salah satu bukti bahwa ternak ini sudah ada dan telah dibudidayakan pada zaman kerajaan adalah prasasti Sangsang 907 Masehi yang ditemukan di propinsi Jawa Timur. Dalam prasasti ini tertulis tentang berapa jumlah komoditi pertanian bebas pajak yang dapat diperdagangkan pada masa itu.

Ternak itik juga tercatat dalam prasasti Pucangan pada masa pemerintahan raja Anak Wungsu yang berkuasa di kerajaan Bali 1049-1077. Dalam prasasti ini tertulis bahwa raja mengabulkan permintaan rakyat untuk memelihara anjing dan itik. Selain itu, bukti berupa prasasti Prameshvara Pura 1275 yang ditemukan di daerah Probolinggo, propinsi Jawa Timur 2002 menyebutkan  pesan raja Sri Kartanegara kepada rakyat untuk memberikan sesajen seperti ayam, itik, telur dan uang.

Budidaya ternak ini terus berkembang hingga zaman pemerintahan Hindia Belanda, di mana pada saat itu, itik  impor sudah masuk ke Indonesia seperti khaki campbell dan peking. Tetapi masuknya itik impor ini, tidak begitu banyak mempengaruhi kegiatan budidaya yang memanfaatkan itik lokal Indonesia, lebih khusus peternak yang ada di pedesaan. Kegiatan ini terus berkembang dan telah telah banyak dibudidayakan hampir diseluruh wilayah Nusantara.

Indian Runner
Indian runner atau itik Indonesia yang oleh orang Belanda disebut Indiche-Loopend. Indian runner sudah ada di Indonesia sejak berabad-abad yang lalu adalah keturunan itik liar yang didomestikasi.  Sejak zaman kerajaan, unggas ini telah dibudidayakan khususnya oleh masyarakat yang berada di  pedesaan. Unggas ini tersebar dan dibudidayakan di daerah dataran rendah. Mulai dari propinsi Aceh sampai ujung timur wilayah Indonesia dapat dijumpai, sehingga oleh orang Belanda, unggas ini disebut “bebek rakyat atau bebek kampung”.

Pada tahun 1930, sebanyak 20 ekor Indian runner asal Comal propinsi Jawa Tengah di bawa dan dipamerkan  di Eropa. Indian runner kemudian diseleksi dan  dikembangbiakan di Eropa sehingga menghasilkan jenis unggul seperti khaki Campbell dll. Khaki Campbell adalah hasil kawin silang Indian runner dan Rouen jantan yang memiliki kemampuan bertelur melebihi Indian runner. Produksi telurnya dapat mencapai 250 – 350  butir  per tahun.

Itik Indonesia yang dikembangbiakan  di Eropa adalah Indian runner putih, sedangkan yang dibudidayakan di Indonesia adalah merah tua kecokelatan atau warna jarakan. Dengan pemeliharaan yang baik, mereka dapat menghasilkan sekitar 250-300 telur setahun tetapi bila digembalakan di sawah, mereka hanya mampu bertelur sekitar 130 – 200 pertahun.

Untuk menjaga dan mempertahan karakteristik serta kemurnian Itik lokal, kemudian dibentuklah sentra peternakan di beberapa wilayah Indoneia. Adapun sentra peternakan itik yang dikenal adalah peternakan itik Alabio di propinsi Kalimantan, itik Tegal di provisi Jawa Tengah, itik Mojosari di provisi Jawa Timur dan itik Bali di Pulau Bali.
Semoga bermanfaat!

Muscovy Duck – Bebek Manila


Muscovy duck  adalah unggas air yang termasuk dalam keluarga  (genus) Cairina (Cairina moschata) berasal dari Meksiko, Amerika Tengah  dan Amerika Selatan. Selain itu, unggas ini memiliki beberapa nama daerah seperti Indian Duck, Muscovite duck, Guenia duck, Turkish duck, Pato dll. Sedangkan dalam konteks kuliner, unggas ini disebut Bebek Barbary, dan di Pulau Jawa, Indonesia bebek ini dikenal dengan mentok (entoq) atau bebek Manila.

Penampilan
Bentuk tubuh bebek Muscovy memiliki perawakan sedang hingga besar. Di alam liar, berat Muscovy mencapai 3–7kg. Sedangkan di penangkaran, muscovy jantan dapat mencapai 10 kg. Secara fisik, bebek Muscovy memiliki ciri-ciri seperti berikut :
  • Kepala besar, pada kepala sebelah kiri dan kanan terdapat gumpalan kulit atau kutil berwarna merah terang.
  • Paruh pendek, sempit dan mendatar berwarna kekuningan
  • Leher pendek dan besar
  • Dada lebar dan besar
  • Kaki pendek, kuat berwarna jingga kekuningan
  • Sayap panjang dan kuat
  • Bulu-bulu, umumnya berwarna hitam bercampur biru, ada juga yang dominan  putih
  • Di alam liar, mereka dapat terbang jauh.
  • Ekor lebar dan pendek
  • Badan besar dan mendatar
  • Kuku panjang dan tajam
  • Kulit tubuh kuning
  • Pada pangkal paruh bagian atas terdapat daging tumbuh


Perilaku dan Makanan
Satwa liar ini merupakan penghuni hutan rawa, danau, sungai dan lahan pertanian, dan pada waktu malam hari, unggas ini selalu bertengger di pohon. Spesies ini, merupakan hewan pemakan segala, sumber makanan mereka peroleh  dari permukaan air dangkal berupa ikan kecil, reptil, serangga, serta tanaman mudah ataupun biji-bijian.

Unggas ini tidak berisik seperti halnya perilaku itik domestik. Entoq betina mengeluarkan suara mendesis  seperti desisan ular. Sedangkan jantan akan mengeluarkan suara desisan tajam, sambil menggerakan kepala dan ekor, bila ada predator atau hewan pengganngu lainnya.

Kebiasaan Berkembangbiak
Perilaku kawin bebek muscovy  seperti bebek mallard, di mana pasangan mereka tidak bertahan lama. Saat betina mulai mengerami telur, jantan akan meninggalkannya dan bergabung dengan kelompok jantan lainnya. Biasanya betina bersarang pada lubang-lubang pohon. Setelah bertelur sekirar 8 – 16 butir, ia akan mengerami telurnya selama 35 hari. Selama itu puIa induk betina jarang meninggalkan sarang, kecuali untuk mencari makan atau air.
Pada dasarnya bayi itik muscovy memiliki sifat pracocial, artinya mereka lahir dengan mata terbuka dan bisa berenang, tetapi cuaca dingin dapat berakibat buruk dan mengancam kehidupan bayi ini. Setelah menetas dan keluar dari cangkangnya, mereka akan tetap bersama induknya untuk mendapatkan kehangatan. Mereka akan tinggal bersama induknya selam kurang lebih 10 – 12 minggu untuk dapat hidup mandiri.

Domestikasi
Di Indonesia, itik manila (entok) banyak dipelihara di daerah pedesaaan dan umumnya dimanfaatkan sebagai induk, untuk mengerami telur itik local ataupun telur ayam kampung.

 Bebek Muscovy peliharaan tidak dapat terbang jauh seperti Muscovy liar. Selain dimanfaatkan untuk mengerami telur itik local dan ayam, mereka juga dipelihara untuk diambil daging dan bulu-bulunya. Di pedasaan itik tidak dikandangkan tetapi dibiarkan berkeliaran bebas, mereka mencari makanannya sendiri, baik di danau, pantai, rawa atau sungai. Sering juga pemilikinya memberikan makanan tambahan berupa dedak padi dan makanan sisa serta sayuran.

Peternakan entok tidak berkembang seperti peternakan itik petelur local,  karena perkembangbiakan mereka lambat serta jumlah telur sedikit. Tetapi unggas ini sering dikawin silangkan dengan bebek domestic yang menghasilakan itik hibrida pedaging unggul yang disebut mule duck.

Mule duck
Itik serati, mule duck, moulard duck adalah sebutan untuk bebek  hibrida (perkawinan silang itik Anas platyrchynchos domesticus dengan muscovy Cairina moschata domesticus). Di Taiwan, salah satu mule duck yang banyak diternak, diperoleh dari hasil perkawinan silang antara bebek Kaiya betina, peking jantan dengan bebek Tsiaya, dan dengan bebek muscovy. Di Indosesia, itik serati ini merupakan hasil perkawinan silang antara itik alabio betina dengan muscovy jantan.

Masakan
Masakan daging entoq merupakan salah satu masakan yang disukai penduduk desa. Selain memiliki daging yang empuk, liat dan gurih, daging entok memiliki nilai gizi cukup lengkap dan tidak kalah dengan daging sapi, ayam , domba dan kambing.  Salah satu kelebihan lainnya adalah daging bebek mengandung lemak yang lebih rendah dari daging hewan di atas.

Bebek bakar atau bebek panggang merupakan hidangan bebek yang paling disukai. Di daerah Minahasa, daging bebek merupakan salah satu makanan favorit dan selalu ada dalam berbagai acara resepsi. Orang Manado menyebut masakan ini dengan nama Bebek Garo Rica. Hidangan ini berupa daging bebek yang di potong-potong dadu dengan berbagai bumbu dapur, seperti jahe, kunyit, garam, serai, daun jeruk nipis, daun bawang. kemangi, bawang merah, dan cabai pedas.

Bebek Mallard


Mallard duck adalah burung liar yang hidup dan berkembang biak di hutan basah. Mereka dapat ditemukan di hutan danau, kolam, sungai ataupun rawa. Mallard merupakan salah satu jenis unggas air yang berkembang biak dengan cara bertelur, dan merupakan nenek moyang hampir semua itik domestik. Pada musim bersarang para mallard akan membentuk kelompok migrasi dan terbang kembali ke daerah asal untuk berkembang biak.

Perilaku bersarang mallard duck, sama halnya dengan kebiasaan bersarang jenis itik bertengger lainnya. Mereka membuat sarang di rongga dahan pohon, biasanya sarang berada dekat sungai, kolam, rawa dan sungai, ataupun bersarang dikotak sarang (sarang tiruan). Tetapi sarang mereka juga dapat ditemukan jauh dari sumber air. Sarang dibangun dari ranting pohon, rumput dan daun kering, serta dilapisi dengan bulu dada sang betina.

Setelah periode kehamilan sekitar 30 hari, mallard duck betina akan meletakan telur di sarang sekitar 7 – 14 telur. Telur mallard berbentuk bulat oval, berwarna hijau pucat atau biru kehijauan. Setelah mallard betina meletakan telur terakhir dalam kopling, mallard jantan akan meninggalkannya dan bergabung dengan kelompok mallard drake untuk molting bulu. Proses inkubasi dilakukan sendiri mallard betina selama 25 hari. Selanjutnya pada hari 26 sampai hari 28, anak itik akan berusaha keluar dari telur dengan cara mematuk kulit telur hingga retak. Mereka mematuk kulit telur secara melingkar, setelah lingkaran retakan terbentuk anak itik akan mendorong kulit telur. Periode penetasan ini berlangsung hingga hari ke 28.

Fakta menarik tetang anak adalah mereka dilahirkan dengan mata terbuka dan bersifat pre-cocial, yang berarti sejak lahir mereka sudah bisa berenang sendirian tanpa perlu bantuan dari orang tuanya. Tetapi cuaca yang dingin dapat berakibat buruk anak itik. Anak itik umur 1 – 3 minggu membutuhkan kehangatan dari sang induk betina.

Mallard dan sarang mereka dilindung oleh Wildlife dan Desa Undang-Undang 1981, bagi siapa yang melakukan suatu pelanggaran atau dengan sengaja membunuh, melukai atau mengambil burung liar, merusak atau menghancurkan sarangnya, telur atau muda. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengusik itik  yang sedang dan akan bersarang, karena ia harus diizinkan akses kesarang mereka. Jika menemukan sarang yang penuh dengan telur, anda tidak boleh mengganggu mereka.