Tampilkan postingan dengan label Budidaya Ikan Live Bearer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Ikan Live Bearer. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Agustus 2012

Pembenihan Ikan Hias Beranak (live bearer)

Ada beberapa jenis ikan hias yang berkembang biak dengan cara beranak. Yang termasuk ikan hias yang beranak (live bearer) adalah Ikan Guppy (Poecilia reticulata), Ikan Molly (Poelicia latipinna), Ikan Platy (Xiphophorus maculatus) dan Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri).

Pemilihan Induk

Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
Induk jantan mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang menjadi sirip yang panjang. Tubuhnya ramping, warnanya lebih cerah, sirip punggung lebih panjang dan kepalanya besar.
Induk betina di belakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus. Tubuhnya gemuk, warnanya kurang cerah, sirip punggung biasa dan kepalanya agak runcing.

Pemijahan

Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang. Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

Pemeliharaan Benih

Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 – 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan. Setelah mencapai ukuran medium (2 – 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 – 7 cm) dapat diberi makanan cuk dan makanan tambahan berupa cacing kering atau agar-agar.

Sumber : http://mamanabee.wordpress.com/

www.jendelahewan.blogspot.com

Selasa, 06 Desember 2011

Peluang Usaha Budidaya Ikan Hias Live Bearer

Istilah dari hobi menjadi bisnis dewasa ini bukan sekedar ungkapan tanpa kenyataan belaka, namun dewasa ini sudah banyak yang membuktikan bahwa berawal dari suatu hobi yang selama ini berkonotasi menghamburkan uang berubah menjadi sesuatu yang dapat diandalkan untuk menambah pundi-pundi uang Anda. Atau jika Anda bukan salah satu peminat suatu hoby tertentu, tidak ada salahnya jika Anda memanfaatkan peluang dari kegemaran masyarakat umum terhadap sesuatu. Salah satunya kegemaran akan ikan hias. Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan akuarium. Salah satu pengadaan ikan hias ini adalah dengan cara membudidayakan. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Peluang usaha budi daya ikan hias ini masih memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan.

Dari sekian banyak jenis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menernakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya. Budi daya ikan live bearer ini sangat mudah dan mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi. Untuk satu pasang ikan dapat menghasilkan 50 sampai 100 ekor ikan untuk satu kali pemijahan, dengan harga perekor Rp. 25,- sampai Rp. 75,-. Jenis ikan ini juga merupakan ikan hias yang dapat di ekspor misalnya: ikan Guppy.

Secara umum cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam, yaitu :
Ikan-ikan hias yang beranak.
Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.

Khusus dalam ulasan berikut ini, kita hanya akan membahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak (live bearer) saja, seperti contohnya:
Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)

CIRI-CIRI INDUK IKAN JANTAN DAN IKAN BETINA

CIRI INDUK JANTAN

Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
Tubuhnya ramping.
Warnanya lebih cerah.
Sirip punggung lebih panjang.
Kepalanya besar.

CIRI INDUK BETINA
Di belakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
Tubuhnya gemuk
Warnanya kurang cerah.
Sirip punggung biasa.
Kepalanya agak runcing.

BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMELIHARAAN IKAN HIAS BEARER ADALAH :
Air yang diperlukan adalah air yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
Suhu air berkisar antara 15 – 270C.
pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 – 8.
Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.

METODE/TEKNIK PEMIJAHAN IKAN :
Pemilihan induk ikan. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang­-sepasang.
Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

METODE PERAWATAN BENIH IKAN BEARER ADALAH :
Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 – 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
Setelah mencapai ukuran medium (2-3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 – 7 cm) dapat diberi makanan cuk.
Di samping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat merusak kualitas air.
Pergantian air. Air dalam bak atau akuarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.

Dengan teknik pemeliharaan yang tepat dan ketekunan yang tinggi akan didapat hasil dengan warna yang sangat indah. Selamat mencoba!

Sumber : http://binaukm.com/2011/10/peluang-usaha-budidaya-ikan-hias-live-bearer-2/

www.jendelahewan.blogspot.com

Rabu, 23 November 2011

Budidaya Ikan Beranak / Live Bearer

Ikan Molly, Sword Tail, Platy, Guppy dan sejenisnya. Mereka semua termasuk dalam jenis ikan live bearer alias berkembang biak dengan beranak. Jika kita ingin mengembangbiakannya, maka hal-hal yang perlu kita ketahui adalah sebagai berikut yang akan saya tulis di bawah ini.

Pertama-tama kita harus memiliki induk jantan dan betina, sepertinya tidak terlalu sulit untuk bisa memilikinya. Kita tinggal pergi ke penjual ikan dan minta dipilihkan jenis kelamin ikannya. Jika ingin memilih sendiri maka kita bisa memperhatikan perbedaan jenis kelamin ikan live bearer pada umumnya. Indukan jantan mempunyai tonjolan di belakan sirip perut / gonopodium yang merupakan sirip anal berupa sirip yang panjang. Tubuhnya lebih ramping, warna lebih cerah, sirip punggung juga lebih panjang dan kepalanya lebih besar.

Sedangkan induk betina tidak mempunyai gonopodium, hanya berupa sirip halus. Tubuhnya lebih gemuk, warna kurang cerah, sirip punggung juga biasa dan kepalanya lebih runcing.

Teknik budidaya ikan live bearer ini tidak terlalu sulit, tapi jelas ketekunan sangat diperlukan dalam prosesnya. Setelah mempunyai sepasang atau beberapa pasang indukan maka taruhlah pasangan indukan tersebut di dalam kolam atau bak tersendiri. Kolam atau bak harus dikontrol setiap hari, bila saat itu ada anakan ikan yang telah lahir, maka kita harus cepat memindahkannya ke tempat khusus anakan, sebab jika tidak maka anakan tersebut bisa jadi habis dimakan indukannya sendiri.

Sumber: Dinas Perikanan DKI Jakarta.
http://www.warteg.org/2011/10/budidaya-ikan-beranak-live-bearer_11.html

www.jendelahewan.blogspot.com

Selasa, 30 Agustus 2011

Jenis Jenis Ikan Livebearer

Apakah kalian semua tau tentang ikan Livebearer? pasti sedikit saya yakin yang tau tentang ikan Livebearer tetapi bila saya tanya Ikan Guppy? pasti kalian tau dan saya yakin sewaktu anda kecil kalian sering menangkapnya di kali atau selokan rumah anda yang sering anda sebut Ikan Cere.

Guppy :
Jangan salah tentang ikan ikan ini, karena saya juga dulu melakukan ternak ikan ini sayangnya tidak berhasil karena lumayan sulit untuk membudidayakannya.

Saya mengetahui ikan ini berawal dari om saya yang hobi membudidayakan ikan antara lain, discuss, manfish (yang seperti layang-layang), guppy, platys (family dari ikan guppy), mempor, cupang hias dan adu.

Memang sejak kecil saya sudah senang dengan ikan karena senang bisa melihatnya bergerak lincah didalam air. Walaupun bentuknya kecil tetapi ikan guppy memiliki daya tarik dari buntutnya yang mekar dan bercorak indah.
Nih saya akan berikan gambar gambar ikan Live Bearer yang sesungguhnya, check this out :

Molly / Black Molly :
Sudah pasti ikan ini berwarna hitam karena namanya saja "BLACK MOLLY". Berikut ini masih sejenis dengan Black Molly tetapi ini lebih gendut, saya sendiri pun belum pernah melihatnya secara langsung hehee.

Molly Baloon :
Nah yang ini juga termasuk ikan guppy favorite saya setelah ikan guppy sebelumnya, karena warnanya indah dan ada buntut panjang sehelai di ujung bawah buntutnya.

Platys :
Jangan disamakan ikan ini dengan swordfish yang anda pikirkan, karena ini ikan mini yang kecil jadi tidak mungkin sama dengan swordfish yang kita sering liat. ikan ini hanya buntutnya saja yang berbentuk seperi pedang hahahaha.

Swordtail :
Sejujurnya saya belum pernah melihat ikan ini tetapi berdasarkan yang saya lihat dari segi bututnya hampir mirip dengan ikan platys dewasa tapi saya juga kurang tau tentang hal ini.

Kohaku :











Sumber : http://panduradianrafiudin.blogspot.com/2011/03/jenis-jenis-ikan-livebearer.html


www.jendelahewan.blogspot.com

Minggu, 28 Agustus 2011

Budi Daya Ikan Hias Live Bearer

1. PENDAHULUAN
Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dari sekian banyak jenis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya.

Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:
1) Ikan-ikan hias yang beranak.
2) Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
3) Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
4) Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
5) Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.

Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias
yang beranak (live bearer), misalnya:
1) Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
2) Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
3) Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
4) Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)

2. CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA
1) Induk Jantan
a. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan di belakang sirip perut) yang
merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
b. Tubuhnya ramping.
c. Warnanya lebih cerah.
d. Sirip punggung lebih panjang.
e. Kepalanya besar.

2) Induk Betina
a. Di belakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
b. Tubuhnya gemuk
c. Warnanya kurang cerah.
d. Sirip punggung biasa.
e. Kepalanya agak runcing.

3. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMELIHARAAN
1) Air yang diperlukan adalah ari yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
2) Suhu air berkisar antara 15 ~ 270C.
3) pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
4) Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.

4. TEKNIK PEMIJAHAN
1) Pemilihan indu. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
2) Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.
3) Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

5. PERAWATAN BENIH
1) Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
2) Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan cuk.
3) Di samping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
4) Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat merusak kualitas air.
5) Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.

6. PENUTUP
Budidaya ikan live bearer ini sangat mudah dan mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi. Untuk satu pasang ikan dapat menghasilkan 50 sampai 100 ekar ikan untuk satu kali pemijahan, dengan harga perekor Rp. 25,- sampai Rp. 75,-. Jenis ikan ini juga merupakan ikan hias yang dapat di eksport misalnya: ikan Guppy. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat dan ketekunan yang tinggi akan didapat hasil dengan warna yang sangat indah.

7. SUMBER
Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta, 1996
http://www.rawabelong.com


www.jendelahewan.blogspot.com