Kaktus tergolong tanaman ironi. Meski batangnya penuh duri, keindahannya telah memesona para penggemarnya atau siapapun yang melihatnya. Kaktus dikenal sebagai tanaman "bandel", karena tidak memerlukan perawatan rumit, bahkan tak perlu disiram setiap hari. Meskipun demikian, tak berarti tanaman ini bebas dari serangan hama dan penyakit.
Ketika kaktus terserang hama dan penyakit, keindahan itu pun akan meluntur. Bahkan tak sedikit tanaman yang mati. Oleh sebab itu, perlu pengenalan seksama terhadap musuh-musuh tanaman bandel tersebut.
Kelompok Hama
Ada tujuh jenis hama yang perlu diwaspadai. Pertama, tungau. Jika terserang, seluruh permukaan tanaman berubah menjadi cokelat karena janngan klorofilnya mati. Tungau dapat dikendalikan secara mekanik maupun kimiawi. Secara mekanik, gosok batang kaktus memakai cotton bud atau sikat gigi yang dicelup larutan sabun. Larutan sabun ini terdiri atas 1 sendok makan detergen/sabun colek yang dilarutkan dengan 5 liter air.
Secara kimiawi, tungau bisa diberantas dengan penyemprotan Omite 570 EC (dosis 1-2 gram/liter air). Jika serangan terlalu parah, buang saja bagian kaktus yang terinfeksi.
Kedua, kutu putih (mealy bug). Kaktus yang terserang terlihat kotor, karena tertutup benda seperti kapas kehitaman. Jika belum parah, sikatlah bagian yang terserang dengan sikat gigi/kuas. Kalau sudah parah, semprotkan Basudin (dosis 2 ml/liter air), setiap 10 hari sekali, sampai serangan kutu menghilang.
Ketiga, kutu batok. Hama ini menghisap cairan dalam tanaman, sehingga kaktus berubah jadi kekuningan (seperti daun layu) dan akhimya mati. Dalam keadaan parah, sebaiknya buang saja kaktus yang terserang agar tak menular ke kaktus lain. Jika belum parah, rendamlah kaktus dalam larutan sabun (resep sama seperti memberantas tungau) selama 15 menit.
Keempat, kutu sisik. Permukaan batang kaktus terlihat kotor/kusam, dan pertumbuhannya makin merana. Hama ini sering mengundang kehadiran semut. Secara mekanik, kutu sisik dapat dikendalikan dengan membersihkan permukaan kulit batang mengguna kan sikat halus/kuas. Bisa juga secara kimiawi, dengan menyemprotkan Decis 2,5 EC (dosis tertera pada kemasan).
Kelima, cacing. Bagian yang diserang adalah akarnya, sehingga akar menjadi rusak, tak berfungsi, dan akhimya tanaman mati. Untuk menghindarinya, sebelum menanam akar disterilkan dulu dengan alkohol 70%. Bisa juga mencampurkan furadan dalam media tanam.
Keenam, semut. Semutmenyerang akar dan tunas muda, sehingga bagian itu rusak. Sebaiknya singkirkan semut dengan menjemur kaktus di bawah teri matahari. Lakukan pembersihan terhadap lingkungan sekitar tanaman.
Ketujuh, tikus. Hewan ini akan melahap buah kaktus yang masak atau menggerogoti batangnya (pada golongan yang tidak berduri seperti Gymnocalycium). Untuk mengendalikannya, pasang perangkap tikus di sekitar kaktus dan bersihkan sampah di lokasi tanaman.
Kelompok Penyakit
Sedikitnya ada lima penyakit yang kerap menyerang tanaman kaktus, yaitu 1) busuk pangkal batang, 2) busuk bakteri, 3) penyakit tepung, 4) layu fusarium, dan 5) kapang jelaga.
Penyakit busuk, pangkal batang disebabkan oleh jamur. Batang yang terinfeksi akan busuk dan berwama cokelat tua. Selanjutnya muncul bulu-bulu putih yang merupakan miselium jamur. Biasanya, tanaman yang sudah parah sulit diatasi, sehingga lebih baik disingkirkan saja. Kalau belum parah, bisa disemprot dengan Benlate T20 KIP (dosis 1-2 gram/liter air). Untuk menghindarinya, pilihlah bibit yang benar-benar sehat dan dalam kondisi prima. Saat menyirami kaktus, usahakan supaya jatuh langsung ke media tanam, bukan menimpa langsung pada tanaman.
Adapun busuk bakteri disebabkan infeksi bakteri Pseudomonas sp. Kaktus yang terserang menjadi layu, kusam, dan sering mengandung lendir putih yang kotor. Tanaman lalu membusuk pelan-pelan, kemudian mati. Untuk mencegah penyakit ini, sebaiknya sterilkan media tanam sebelum digunakan. Kalau sudah terserang, tak ada cara lain kecuali menyingkirkannya agar talc menulari kaktus-kaktus yang sehat.
Penyakit tepung juga disebabkan jarnur. Pemukaan batang kaktus yang terserang akan ditutupi lapisan putih abu-abu. Jika disentuh, lapisan ini akan terasa seperti ada tepungnya. Dalam keadaan sudah parah, pada batang akan muncul bercak-bercak cokelat. Untuk mengatasinya, taburkan tepung belerang pada permukaan batang kaktus yang terserang.
Gejala layu fusarium, batang yang terserang menjadi suram dan layu. Dalam kondisi parah, batang membusuk dan berwama kecokelatan. Jika batangnya diiris, di bawah kulit batang akan terlihat bentuk seperti cincin berwarna cokelat. Sebaiknya jauhkan tanaman yang sakit dari tanaman yang sehat. Setelah itu diobati dengan menyemprotkan Benlate T20 KIP (dosis 1-2 gram/liter air).
Kapang jelaga menyerang batang kaktus, sehingga batang akan tertutup lapisan hitam. Jika disentuh juga terasa bertepung. Apabila sudah parah, batang ditumbuhi jamur berwarna cokelat. Pengobatan dilakukan dengan menabuekan tepung belerang ke permukaan batang yang sakit (Suara Merdeka, Mengenali Musuh-Musuh Kaktus, Jumat 24 Juli 2009)
Sumber : http://www.kesimpulan.com/2009/07/musuh-musuh-tanaman-kaktus.html
www.jendelahewan.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Tanaman Kaktus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Tanaman Kaktus. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 November 2012
Jumat, 22 Juni 2012
Budidaya Kaktus Mini
1. Sejarah KaktusKaktus berasal dari kata Yunani kaktos. Artinya, tanaman berduri. Adalah Linneaus, ahli botani yang membuat klasifikasi tanaman, yang memasukkan kaktus ke dalam kelompok tumbuhan berduri atau Cactaceae.
Bila merujuk pada sejarah, kaktus telah tumbuh sekitar 100 juta tahun lalu. Dulu kaktus punya bentuk tubuh yang tinggi. Lalu sekitar 60 juta tahun kemudian, kaktus dinyatakan punah. Ini terjadi akibat letusan gunung berapi yang ikut menenggelamkan Benua Amerika, yang notabene tempatnya bertumbuh.
Usai kegiatan vulkanik gunung berapi itu berhenti, kaktus kembali tumbuh. Namun kaktus generasi ”anyar” ini tumbuh dengan bentuk yang lebih pendek dari moyangnya tadi. Kaktus bentuk pendek itulah yang sering kita jumpai pada masa kini.
Umumnya, kaktus datang dari dataran tandus seperti Amerika Selatan dan Meksiko. Daerah-daerah itu punya curah hujan rendah dengan frekuensi yang tak tentu. Perubahan suhu yang ada pun sangat ekstrem. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kaktus itu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, Kanada Utara sampai ke Kepulauan Galapagos, di Pasifik dan Kepulauan tropis di India Timur dan Karibia.
Wilayah hidup kaktus amat beragam. Dari daerah pantai yang mengarah ke laut, hutan belantara sampai ke gunung berbalut es macam Pegunungan Andes. Jadi, bukan hal aneh bila bertemu kaktus pada ketinggian 3000 – 4000 m dpl.
Dari kenyataan tadi, bisa dibilang kaktus termasuk tanaman yang mampu bertahan di segala medan. Kaktus mudah melakukan penyesuaian dan bentuk-bentuk adaptasi pada tubuhnya. Contoh adaptasi ini bisa dilihat dengan jelas. Bila kondisi alamnya tidak sesuai, ukuran daun kaktus akan mengecil atau malah sama sekali tidak keluar daun. Perakarannya menyempit dan batang dijadikan tempat penyimpanan air. Saat berada di daerah yang bersuhu panas dan tanah gersang, kaktus beradaptasi dengan cara membentuk kulit tubuh yang tebal dan berlapis lilin. Tak ketinggalan, tumbuh bulu-bulu halus atau duri-duri yang tajam. Fungsinya jelas, mengurangi pengeluaran air dari tubuh.
Dalam hal penyebaran, burung pemakan buah kaktus dianggap berjasa menebarkan benih ke segala tempat di belahan dunia. Walau begitu, manusia tetap diakui sebagai faktor utama dalam menyebarluaskan tanaman berkeping dua ini. Peran itu bisa dilihat ketika mereka melakukan perpindahan tempat, kaktus tak pernah tertinggal dalam daftar bawaan.
Contoh paling gampang, proses penyebaran kaktus di negeri sendiri. Di Indonesia, kaktus masuk lewat tangan-tangan pemerintahan jajahan Belanda. Bule-bule asal negeri kincir angin itu yang pertama kali dan membudidayakan bibit kaktus. Mulanya pemerintah Belanda mendatangkan kaktus jenis duri entong (Cereus Peruvianus) dan kaktus duri gambas (Opuntia Monocantha) sebagai makanan ternak.
Majunya teknologi pertanian membuka lembaran baru dunia tanaman, termasuk kaktus. Teknologi mutakhir seperti kultur jaringan menghasilkan bibit baru dengan mutu prima dan seragam. Silangan antar jenis, menghasilkan varietas kaktus yang kian beragam. Teknik grafting atau sambung kaktus lebih mempercantik penampilan. Singkatnya, bagi Anda yang ingin menanam kaktus kini banyak pilihan jenis dan cara menanam.
2. Cara Menanam dan Perawatan
Memperbanyak Kaktus
Kaktus bisa dikembang-biakkan dengan berbagai cara. Sebagian orang meperbanyak dengan biji. Walaupun sedikit rumit, cara ini masih tetap dilakukan. Pertama biji kaktus harus dikeringkan, direndam dalam air hangat baru disebar dalam media semai yang biasanya berupa pasir halus, batu bata tumbuk dan tanah kompos. Setelah kaktus berumur setahun dan mempunyai panjang 4-5 cm, kaktus sudah bisa dipindahkan ke media tanam.
Cara yang paling mudah memperbanyak kaktus dengan setek batang. Jika dilakukan dengan cara yang benar, steak paling rendah risiko kegagalannya. Pilih batang kaktus yang tidak terlalu tua atau muda. Potong dengan pisau tajam sepanjang 6 cm. Biarkan 7 - 10 hari di tempat yang sejuk agar luka mengering. Proses berikutnya tinggal menanam di media tanam. Perlu diperhatikan, untuk jenis kaktus bulat atau beruas, pemotongan sebaiknya dilakukan tepat pada bagian ruasnya. Bekas potongan pada tanaman induk biasanya akan tumbuh tunas baru yang siap menjadi bibit setek baru.
Menyambung kaktus/grafting semakin diminati. Teknik ini mempunyai kelebihan, selain diperoleh bibit tanaman baru, grifting juga menciptakan dua jenis tanaman dari due kaktus yang berbeda sehingga mempercantik penampilan.
Pertama, siapkan batang induk/batang bawah, jenis cereus spachianus atau opuntia ficus indica bisa digunakan karena kuat perakarannya. Proses sambung kaktus harus cepat dilakukan sebelum bekas potongan mengering agar menempel sempurna.
Ada banyak cara sambung kaktus, namun metode sambung rata dan sambung serong paling banyak dilakukan. Prosesnya hampir sama, potong rata atau serong batang induk dan batang atas dari jenis yang berbeda. Cara cepat tempelkan dan perkuat dengan tali rafia atau benang. Sambung kaktus terlihat berhasil jika terjadi pertumbuhan pada batang atas dan tali pengikat bisa dilepas.
Menanam & Perawatan
Tanaman dari keluarga Cactaceae ini memang unik. Biasa tumbuh subur di lahan tandus dan kekurangan air. Usianya juga bisa mencapai puluhan tahun, namun bisa mati dalam sekejap jika salah perawatan.
Singkatnya, menanam dan merawat kaktus perlu ketelatenan karena tanaman ini sangat rentan terhadap penyakit. Umumnya kaktus menyukai media yang porus (tidak mengikat air). Gunakan pasir halus, pupuk kandang, tepung tulang dan sekam dengan perbandingan 20:40:10:30. Setelah diaduk rata, media ini dikukus atau di sangrai agar mikroorganisme pembusuk mati.
Batang kaktus dilapisi jaringan lilin yang dapat mengurangi penguapan, kondisi ini menjadikan kaktus mampu menyimpan air dan tahan kekeringan.
Meski begitu, kaktus tetap perlu air untuk bertahan hidup. Penyiraman sebaiknya dilakukan 3 minggu sekali atau 1 bulan sekali, raba media tanam, jika sudah kering berarti kaktus harus disiram. Perlu diingat, air harus ber-pH normal, tidak mengandung garam atau asam yang dapat menyebabkan kebusukan.
Kaktus sangat suka bermandi cahaya matahari langsung, jika Anda menaruh kaktus di dalam rumah, keluarkan setiap 1 minggu sekali dan letakkan di tempat yang terkena matahari langsung selama 2-3 minggu. Kaktus juga pantang kena air hujan berlebihan.
Agar kaktus tampil prima perlu dilakukan pemupukan 4 bulan sekali. Beri pupuk tulang atau pupuk ikan dengan P dan Ca tinggi. Jangan memberi pupuk urea yang dapat mengakibatkan kebusukan.
Bila kaktus sudah terlalu besar atau sebaliknya lambat pertumbuhannya lakukan pemangkasan akar atau ganti medianya. Hama kaktus umumnya cendawan jenis phytophthora infestans, kutu wol (dactylopius tomentosus), kutu lilin (Pseudococcus Longispinus), tungau dan keong tanah. Lakukan pencegahan dengan penyemprotan fungisida, bakterisida secara berkala.
3. Jenis dan Manfaat
Jenis Kaktus
Lebih dari 2000 jenis kaktus ada di belahan bumi. Dari 100 an marga, kaktus dikelompokan menjadi 3 suku : Preskioidea, Opuntodeae, Cereoidea.
Jenis Preskioidea biasanya mempunyai daun dan berduri. Bentuknya bisa berupa pohon semak hingga tinggi 10 meter.
Karakteristik opuntodeae lain lagi, kelompok ini memiliki batang beruas. Bentuknya bulat telur, pipih, memanjang atau berupa semak. Adakalanya berdaun namun mudah gugur. Opuntodeae juga memiliki areole yang berduri.
Jenis terakhir, Cereoidea paling banyak dijumpai. Bentuk batangnya beragam dan sekulen (banyak mengandung air). Sebagian jenis ada yang menyerupai silinder, beruas, bulat, bahkan memanjang. Jenis ini tidak memiliki daun dan areolenya ditumbuhi aneka bentuk duri.
Manfaat Kaktus
Jenis kaktus tertentu seperti Hylocereus undatus ternyata dapat berbuah dan bisa dimakan. Salah satunya buah naga yang bercitarasa manis, asam dan segar.
Dibalik aroma segarnya buah naga kaya manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium, karbohidrat dan tinggi serat yang dapat memperlancar proses pencernaan dan mampu pengikat zat karsinogen penyebab kanker.
Selain itu, kaktus dimanfaatkan sebagai kaktus hias dengan berbagai macam jenis dan ukuran. Berikut ini adalah contoh dari berbagai macam kaktus hias :
Kaktus Minikaktus mini dengan tinggi tanaman sekitar 6 cm. Panjang masing-masing tunas 3-4 cm. Unik, cantik, look fresh, cocok untuk ditaruh di atas meja kerja, tamu dan ruangan indoor atau outdoor.
Cleistocactus StrausiiCleistocactus Strausii adalah kaktus mini dengan tinggi sekitar 7 cm. Kaktus ini cukup unik, cantik, look fresh, cocok untuk ditaruh di atas meja kerja, tamu dan ruangan indoor atau outdoor.
Lenning spLenning sp adalah kaktus yang unik dan imut dengan tinggi sekitar 10 cm dengan diameter batang 3-5 cm tidak berbahaya, cocok untuk ditaruh di segala bentuk tempat dan ruangan.
Cleistocactus Strausii var.Cleistocactus Strausii var adalah kaktus yang memiliki tinggi sekitar 25 cm. Mudah perawatannya, cukup disiram 1 kali seminggu, atau 2 minggu sekali
Kaktus miniTinggi tanaman sekitar 7 cm. Unik, kepala kaktus seperti bintang cantik, look fresh, cocok untuk ditaruh di atas meja kerja, tamu dan ruangan indoor attau outdoor.
Lobivia OganmaruLobivia Oganmaru adalah kaktus mini dengan Tinggi sekitar 5 cm.Unik, cantik, look fresh, dengan warna kuning alami yang mencolok cocok untuk ditaruh di atas meja kerja,tamu dan ruangan indoor atau outdoor
Mamill cactusMamill cactus merupakan kaktus mini dengan Tinggi sekitar 7 cm.Unik, cantik,look fresh, cocok untuk ditaruh di atas meja kerja, tamu dan ruangan indoor attau outdoor.
MelocactusJenis kaktus yang tumbuh didaerah panas dengan penampilan yang nyentrik. Duri-duri yang panjang tidak membuat penanamnya tertusuk karena duri itu cukup lemas begitu kita sentuh. Kecuali pada duri-duri kecil yang cukup keras. Tidak seluruh tubuh dari melocactus ini berduri, melainkan hanya pada bagian sudut-sudut yang ada diluar.
Sumber : http://blogpakdani.blogspot.com/
www.jendelahewan.blogspot.com
Kamis, 17 Mei 2012
Kaktus : Tanaman Unik, Cantik dan Menarik
Mungkin banyak di antara kawan-kawan yang kesehariannya sangat sibuk, pergi bekerja ketika mentari masih ngantuk dan setengah kriyip-kriyip kemudian pulang ke rumah di kala matahari telah bobok dengan nyenyaknya. Namun di tengah padatnya aktivitas masih menginginkan suasana asri, baik di dalam datau di luar rumah. Nah mungkin tidak ada salahnya kalau kawan-kawan menanam kaktus. Bentuknya yang unik, durinya yang eksotik, warnanya yang menarik dan bunganya yang cantik, sungguh sangat cocok untuk memanjakan mata di kala penat mendera, dan yang paling penting, kaktus adalah tanaman bandel yang gak manja dan gampang diurus.Si tanaman berduri dengan nilai estetika tinggi ini berasal dari amerika, variasi nya pun bermacam-macam, dari yang kecil imut-imut seperti jenis sampai yang ukuran super jumbo seperti yang sering kita lihat di film-film koboi ala Hollywood. Dan katanya sih orang-orang Indian dulu sering mempergunakan kaktus tertentu sebagai obat tradisonal mereka.
Kaktus termasuk golongan tanaman succulent [mengandung banyak air di dalam tubuhnya], jadi di tempat tumbuh alaminya, sebagai bentuk adaptasinya, maka di kala musim kemarau batang kaktus akan menyusut perlahan dan ketika musim hujan maka batang kaktus akan membengkak.
Cara menanam kaktus pun tidak terlalu sulit, secara garis besar yang perlu diperhatikan antara lain pemilihan bibit yang baik, dan usahakan bibit yang kita beli berusia minimal 3 bulan dan jangan lupa untuk menanyakan tipe kaktus apa yang kita beli, karena ada dua tipe, yaitu kaktus yang suka mandi sinar matahari namun ada yang lebih suka semriwing di tempat yang teduh. Oh ya jangan lupa untuk mengadaptasikan tanaman ketika sampai di rumah, jangan terlalu menyolok perbedaan suhunya dengan tempat pembelian.
Langkah selanjutnya adalah pemilihan media tanam, biasanya berupa sekam atau tanah berpasir, jika kaktus yang mau kita tanam jenis yang menjulang, maka ukuran pot sebaiknya setengah dari ukuran tanaman, dan kalau yang kita pilih kaktus yang gendut, usahakan diameter pot lebih besar 5-10 cm dari tubuh kaktusnya. Nah setelah kaktus ditanam, jangan pernah menyiramnya langsung, biarkan saja hingga satu minggu agar akar tidak membusuk.
Hampir semua jenis kaktus cocok dengan iklim di Indonesia, hanya saja usahakan untuk tidak kebanyakan air atau di tempat yang sengatan mataharinya terlalu terik, karena akan membuat batang berwarna kusam dan kecoklatan, kan jadi enggak cantik kalo gitu hehe.
Dan jika ingin menikmati kecantikan kaktus di dalam rumah, maka bisa saja kita buat taman kaktus yang sangat memesona, yang kita perlukan adalah pot datar yang besar agar dapat menampung beberapa jenis kaktus, masukkan potongan kecil Styrofoam sampai seperempat pot untuk menyerap air, siapkan media tanamnya [pasir, sekam dan pupuk kandang] aduk rata dan diamkan sampai kering, setelah itu masukkan ke dalam pot dan tanam kaktus sesuai selera kita. Taburi dengan pasir malang [bisa dibeli di nursery] dan sebagai garnish bisa kita taruh batu-batu kecil di permukaan media, tapi ingat jangan disiram selama seminggu agar kaktus beradaptasi.
TIPS MERAWAT KAKTUS
• Simpan di tempat terang, karena tanaman kaktus menyukai banyak cahaya matahari. Minimal 5 jam sehari.
• Kebutuhan air : siram bila media tanam sudah kering sampai basah (air siraman keluar dari lubang pot). Penyiraman berikutnya tergantung cuaca dan penguapan, biasanya 1-2 x seminggu.
• Kebutuhan pupuk : larutkan pupuk organik sampi (2-3 cc/L air), kemudian siramkan pada media secukupnya dengan interval 2 minggu sekali.
• Pengendalian/pencegahan hama & penyakit : larutkan fungisida + supracide + larutkan dalam air, kemudian semprotkan pada seluruh bagian tanaman dengan interval 2 minggu sekali.
• Perbanyakan : dengan stek dan biji.
Nah…selamat mencoba lho bagi yang tertarik, melihat tanaman cantik seperti ini bisa membuat hati senang dan bahagia karena masih diberi nikmat dan kesempatan untuk bisa melihat hal-hal yang indah, sehingga menjadikan rasa syukur kepadaNya semakin bertambah.
Sumber : http://green.kompasiana.com/
dan sumber-sumber lain.
www.jendelahewan.blogspot.com
Senin, 30 April 2012
Info Seputar Kaktus
Kaktus berasal dari bahasa Yunani "kaktos" yang berarti tanaman berduri. Dari literature diketahui kaktus berasal dari Amerika, namun ada beberapa jenis yang berasal dari padang tandus Afrika. Di Indonesia kaktus mulai dikenal awal tahun 1900-an. Mulanya pemerintah Belanda mendatangkan kaktus jenis duri entong (Cereus Peruvianus) dan kaktus duri gambas (Opuntia Monocantha) sebagai makanan ternak.Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae. Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kata jamak untuk kaktus adalah kakti. Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya.
Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kemudian, batang kaktus juga dilapisis jaringan lilin yang dapat mengurangi penguapan. Jaringan ini mampu menyimpan air dan tahan terhadap kekeringan sekalipun. Batang kaktus memiliki klorofil untuk dapat melakukan fotosintesis. Selain itu, batang kaktus menjadi besar dan menggembung. Tujuannya untuk menyimpan cadangan air. Kaktus tetap membutuhkan air untuk bertahan hidup. Di gurun-gurun, kaktus memiliki akar yang sangat panjang bermeter-meter ke dalam pusat bumi. Akar seperti ini memungkinkan kaktus mencari air sebanyak mungkin.
Mengapa kaktus yang kita tanam di pot kecil tidak berakar panjang? Jelas saja karena kita sudah memberikan kebutuhan air tersebut dengan menyiraminya secara teratur. Tetapi perlu diingat, bahwa air yang kita siramkan kepada kaktus ber-pH normal, tidak mengandung garam atau asam, karena hal ini dapat menyebabkan kebusukan Kaktus yang biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Ada lebih dari 2000 jenis kaktus ada di belahan bumi. Mereka bisa tumbuh subur di lahan tandus dan kekurangan air. Ini lah hal unik dari kaktus. mengapa kaktus bisa bertahan pada kondisi kekeringan? Tanaman dan hewan memang memiliki banyak cara dalam beradaptasi dengan lingkungan. Adaptasi ini diperlukan untuk tetap bertahan hidup. Kaktus hidup di tempat yang kering. Oleh karena itu, tumbuhan ini dikelompokkan ke dalam tumbuhan xerofit. Untuk dapat tetap hidup di tempat yang kering.
Sumber : http://ningsvi-akudankita.blogspot.com/
www.jendelahewan.blogspot.com
Rabu, 25 April 2012
Budidaya Tanaman Kaktus
Tanaman kaktus berasal dari Amerika terutama di kawasan Mexico, Texas, Arizona (AS), Argentina, Bolivia, Peru dan Brazil.Hal –hal yang perlu dipersiapkan dalam budidaya tanaman kaktus :
* Peralatan : Pisau tajam, sarung tangan, karet gelang, dan garden sprayer
* Bahan : alkohol 70% untuk mensterilkan pisau. Batang bawah (understeam) dalam pot, dan induk batang atas (entres) yang beranak/tunas banyak, larutan fungisida pencegah busuk batang
SYARAT TUMBUH
Syarat tumbuh tanaman kaktus antara lain : berada pada ketinggian 1200 mdpl, suhu udara berkisar antara 160-340C. Untuk perkecambahan biji (benih), membutuhkan suhu antara 260-350C. Khusus untuk kaktus hibrida hasil penempelan, dapat tumbuh di daerah pegunungan bersuhu 160-240C. Dapat pula hidup di dataran rendah bersuhu panas, tetapi menyebabkan warna batang cenderung kusam. Kelembaban udara (rH) berkisar antara 30%-90%. Curah hujan rendah, 60 mm/bulan. Intensitas penyinaran 50-80%.
PERBANYAKAN TANAMAN
Tanaman kaktus dapat diperbanyak dengan menggunakan dua cara, antara lain :
1. Perbanyakan Generatif
Kaktus dapat diperbanyak dengan menggunakan biji yang telah diseleksi terlebih dahulu.
2. Perbanyakan Vegetatif
Perbanyakan vegetatif kaktus dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
a. Stek batang atau cabang
Perbanyakan ini bertujuan untuk memproduksi batang bawah.
b. Anakan
Jenis kaktus yang dapat diperbanyak dengan cara ini adalah kaktus yang berukuran bulat dan pendek.
c. Penyambungan (Grafting,Enting)
Prinsip penyambungan adalah menggabungkan dua jenis kaktus untuk memperoleh tanaman baru yang berkualitas baik dan memiliki harga jual yang tinggi.
Adapun metode penyambungan yang dilakukan antara lain:
- Metode sambung rata (Flat Grafting)
- Metode sambungan celah atau belah (Split Garafting)
- Metode sambungan serong (Side Grafting)
MEMPERBANYAK KAKTUS DENGAN CARA GRAFTING
* Menyiapkan media tanam dan pot
* Mengisi pot dengan media tanam dan menempatkan pot
* Memilih induk batang bawah (understeam)
* Menanam batang bawah
* Memilih induk batang atas (entres)
* Memotong bahan batang atas dari induknya
* Menempelkan batang atas pada batang bawah
TEMPAT TANAM
Tempat yang digunakan untuk tanaman adalah pot. Pot yang digunakan antara lain terbuat dari : tanah liat, plastik, semen, keramik, kaca dan lain-lain.
MEDIA TANAM
Media tanam yang dapat digunakan untuk tanaman kaktus dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan yang tersedia
* tanah porous
* pupuk organik/kompos matang
* pasir kasar, pasir kali,
* batu kapur bubuk
* potongan pakis
* arang kayu bubuk
(misal, pasir sungai bersih, humus tua, pupuk kandang/kompos matang, dengan perbandingan 2 : 1 : ½ ).
Media tanam alternatif yang dapat digunakan, antara lain :
a. Pupuk kandang
b. Sekam padi
c. Pasir
PENANAMAN
Penanaman kaktus dimaksudkan untuk memindah tanamkan bibit kaktus dari persemaian atau dari pot kecil ke pot besar untuk tujuan pemeliharaan secara permanen.
PEMELIHARAAN
Pemeliharaan tanaman meliputi :
1. Penempatan pot tanaman
2. Penyiraman
3. Pemupukan
4. Sanitasi dan Repotting
HAMA
Hama yang sering yang sering menyerang tanaman kaktus adalah :
1. Kutu sisik (Pseudococcus s.)
2. Kutu batok (Aspidiotus sp.)
3.Kutu wol (Dactylopius tomentosus).
Hama tersebut dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida dengan dosis yang disesuaikan dengan ketentuan Good Agribisnis Practises (GAP).



Sumber : http://erikarianto.wordpress.com/
www.jendelahewan.blogspot.com
Minggu, 22 April 2012
Mengenal Pohon Kaktus
Kaktus merupakan tanaman favorit bagi orang-orang yang sibuk. Bagaimana tidak? Kaktus tidak perlu sering-sering disiram, menanamnya tidak repot, dan sangat mudah tumbuh bahkan saat kemarau yang sangat kering sekalipun. Kaktus dipandang sebagai tanaman hias karena ternyata variasi tanaman ini cukup banyak loh! Mulai dari variasi bentuk, warna, bunga, bahkan durinya pun punya nilai estetika tersendiri.
Kaktus merupakan tumbuhan asli Amerika. Kaktus itu ada bermacam-macam. Ada yang bentuknya seperti batu-batu kecil yang ukurannya tidak lebih dari 5 cm, misalnya Lithop, Titanopsis, Lapidaria, Penestraria, dan Gibbaeum. Ada pula kaktus-kaktus raksasa yang sering kita lihat di film-film koboi, seperti Cereus peruvianus.
Kaktus termasuk kelompok tanaman succulent yaitu tanaman yang banyak mengandung air di tubuhnya, sama seperti lidah buaya dan cocor bebek. Selama musim penghujan, batang kaktus akan membengkak karena terisi air, sementara saat kemarau batangnya perlahan-lahan menyusut. Bunga kaktus sangat menyolok dan cukup berbeda daripada bunga tanaman lain.
Jagoan bunga kaktus bisa Anda lihat pada Epiphyllum atau dikenal juga dengan nama kaktus anggrek. Bunga Epiphyllum sangat harum dan diameternya bisa mencapai 20 cm. Struktur khas dari tanaman kaktus adalah durinya. Duri kaktus bisa sangat pendek dan kecil sampai-sampai sulit teramati seperti pada Schlumbergera, atau sangat besar dan tajam seperti pada Echinocactus. Getah kaktus bening dan encer.
Orang Indian kuno sangat sering memanfaatkan getah kaktus sebagai obat tradisional. Penanaman kaktus sebagai tanaman hias dimulai oleh suku Aztec beratus-ratus tahun yang lalu. Lama juga ya. Di Indonesia pun kaktus tidak kalah saing dengan tanaman hias berbunga lainnya dan telah punya penggemar yang setia.CINDERAMATA KAKTUS
Kampanye GO GREEN & BACK TO NATURE untuk memasyarakatkan gaya hidup ramah lingkungan melalui produk inovatif akan memberi bumi harapan untuk bertahan dan tentu membuat para undangan terkesan akan komitmen anda dalam gerakan penghijauan global untuk menyelamatkan bumi kita.

Sumber : http://cayondah.wordpress.com/2011/04/27/souvenir-kaktus/
www.jendelahewan.blogspot.com


