Burung Lovebird selain memiliki suara ocehan yang ngeroll panjang, juga memiliki warna bulu yang sangat indah cantik. Selain suara ocehannya, warna dan keindahan bulu Lovebird juga dapat meningkatkan harganya. Salah satu jenis Lovebird yang memiliki warna bulu yang indah adalah Lovebird Lutino. Ciri-ciri Lovebird Lutino adalah matanya yang berwarna merah dengan kacamata serta warna bulunya yang hanya merah dan kuning saja.
Lovedird lutino memiliki harga yang lumayan tinggi. Untuk Lovebird Lutino great A, bakalannya yang masih berumur 2-3 bulan harganya mencapai Rp 2.000.000 per ekor. Lovebird Lutino great A memiliki warna merah yang jelas, penuh dan tidak pecah. Ukuran tubuhnya proporsional, ukuran badan dan kakinya seimbang. Lingkar matanya berwarna putih bersih dan tebal.
Jika anda ingin membeli Lovebird, pilihlah yang memiliki leher panjang padat berisi dan paruhnya berpangkal lebar karena Lovebird dangan ciri-ciri seperti ini biasanya memiliki kekuatan suara yang baik. Burung ini memiliki prospek yang cerah dan cocok untuk lomba.
Perawatan
Perawatan Lovebird Lutino tergolong lebih sukar dibanding lovebird lainnya. Pemeliharaannya membutuhkan tenaga ekstra karena burung ini sangat sensitif dan rentan terkena penyakit. Kandang serta tempat makan dan minum harus rutin dibersihkan untuk mencegah penyakit. Selain itu asupan makanannya juga harus selalu terjaga.
Burung Lovebird Lurino memiliki daya tahan yang rentan karena memiliki kelainan pigmen. Oleh karena itu jangan menjemur burung jenis ini terlalu lama.
Artikel Sebelumnya:
Jenis-Jenis Burung Lovebird Dan Ciri-Cirinya
Catatan kaki
Lovebird Lutino Bakalannya Capai Jutaan Rupiah, Minggu Pagi, No 44 Th 64, Mingu V Januari 2011
Tampilkan postingan dengan label Burung Lovebird. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Lovebird. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Januari 2012
Cara Merawat Anakan Burung Lovebird
Seperti halnya merawat anakan jenis burung lainnya, merawat anakan burung lovebird tidaklah mudah. Dalam merawat anakan burung lovebird, anda harus memilih apakah ingin memberi makan anakan lovebird tersebut sendiri (handfeeding) atau melolohnya lewat indukannya.
Jika anda memutuskan untuk meloloh menggunakan indukan, anda harus menambah porsi makan indukan menjadi tiga kali lipat dari biasanya. Karena jika asupan makanannya tidak tercukupi, indukan bisa stress dan dapat berakibat kematian. Anda juga harus sering membersihkan kandang agar tidak menimbulkan penyakit bagi anakan lovebird. Perlu diingat, dalam pembersihan kandang anda harus berhati-hati agar induk lovebird tidak stress.
Melakukan Hand Feeding (Meloloh Sendiri)
Jika anda ingin meloloh anakan lovebird sendiri (handfeding) maka anda harus memperhatikan beberapa faktor, diantarang adalah waktu. Anda harus benar benar memiliki waktu yang cukup untuk meloloh anakan lovebird. Anakan lovebird yang akan anda loloh minimal telah berusia dua minggu karena pada usia ini kondisi fisik anakan lovebird sudah cukup kuat.
Kotak Inkubator
Kotak inkubator berfungsi sebagai tempat untuk anakan lovebird setelah mereka diambil dari glodog (kotak sarang). Anakan lobird sebaiknya tetap dirawat di dalam kotak inkubator sampai usianya mencapai dua bulan. Ukuran kotak inkubator harus disesuaikan denga jumlah anakannya, untuk 5 ekor anakan ukuran kotak yang sesuai adalah 30 cm X 30 cm X 50 cm. Kotak inkubator ini harus dilengkapi dengan lampu berdaya 5 watt. Dasar kotak inkubasi diberi substrat (bahan-bahan) seperti yang ada di dalam glodog, bahan-bahan ini secara rutin harus diganti untuk menjaga kebersihan kotak inkubator.
Alat-alat
Untuk melakukan pelolohan, anda dapat menggunakan suntikan berukuran 10mL yang ujungnya diberi karet angin. Karet angin ini dipasang di ujung suntikan (tempat jarum) yang berfungsi untuk menyalurkan makanan ke dalam kerongkongan anakan lovebird.
Bahan Makanan
Untuk melakukan handfeeding anda harus menentukan bahan makanan apa yang akan anda berikan pada anakan lovebird. Bahan makanan yang umumnya digunakan adalah bubur bayi dari beras merah atau kacang hijau. Selain itu anda juga dapat menambahkan jagung dan sayuran yang sudah diblender (dihaluskan). Anda harus memperhatikan suhu bahan makanan yang akan anda berikan pada anakan lovbird. Pastikan suhunya berada pada kisaran 38-40 derajat celcius. Untuk anakan yang masih muda berikan makanan yang encer, kemudian ditambah kekentalannya seiring pertambahan usia anakan lovebird.
Melakukan Pelolohan
Lakukan pemberian makan setiap 5-6 jam sekali. Setiap anakan diberi makan sampai temboloknya terlihat penuh. Jika sudah penuh hentikan pamberian pakan. Penberian makan berikutnya adalah samapi temboloknya sudah kosong (biasanya 4-5 jam), terkadang ada anakan lovebird yang temboloknya lebih cepat kosong. Namun, jika temboloknya sangat lama kosong kemungkinan lovebird tersebut mengalami masalah pencernaan.
Artikel perawatan Lovebird lainnya:
Cara Perawatan dan Memilih Burung Lovebird
Cara Beternak Lovebird
Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Secara Umum
Cara Merawat Anakan Burung Lovebird
Dari berbagai sumber
Jika anda memutuskan untuk meloloh menggunakan indukan, anda harus menambah porsi makan indukan menjadi tiga kali lipat dari biasanya. Karena jika asupan makanannya tidak tercukupi, indukan bisa stress dan dapat berakibat kematian. Anda juga harus sering membersihkan kandang agar tidak menimbulkan penyakit bagi anakan lovebird. Perlu diingat, dalam pembersihan kandang anda harus berhati-hati agar induk lovebird tidak stress.
Melakukan Hand Feeding (Meloloh Sendiri)
Jika anda ingin meloloh anakan lovebird sendiri (handfeding) maka anda harus memperhatikan beberapa faktor, diantarang adalah waktu. Anda harus benar benar memiliki waktu yang cukup untuk meloloh anakan lovebird. Anakan lovebird yang akan anda loloh minimal telah berusia dua minggu karena pada usia ini kondisi fisik anakan lovebird sudah cukup kuat.
Kotak Inkubator
Kotak inkubator berfungsi sebagai tempat untuk anakan lovebird setelah mereka diambil dari glodog (kotak sarang). Anakan lobird sebaiknya tetap dirawat di dalam kotak inkubator sampai usianya mencapai dua bulan. Ukuran kotak inkubator harus disesuaikan denga jumlah anakannya, untuk 5 ekor anakan ukuran kotak yang sesuai adalah 30 cm X 30 cm X 50 cm. Kotak inkubator ini harus dilengkapi dengan lampu berdaya 5 watt. Dasar kotak inkubasi diberi substrat (bahan-bahan) seperti yang ada di dalam glodog, bahan-bahan ini secara rutin harus diganti untuk menjaga kebersihan kotak inkubator.
Alat-alat
Untuk melakukan pelolohan, anda dapat menggunakan suntikan berukuran 10mL yang ujungnya diberi karet angin. Karet angin ini dipasang di ujung suntikan (tempat jarum) yang berfungsi untuk menyalurkan makanan ke dalam kerongkongan anakan lovebird.
Bahan Makanan
Untuk melakukan handfeeding anda harus menentukan bahan makanan apa yang akan anda berikan pada anakan lovebird. Bahan makanan yang umumnya digunakan adalah bubur bayi dari beras merah atau kacang hijau. Selain itu anda juga dapat menambahkan jagung dan sayuran yang sudah diblender (dihaluskan). Anda harus memperhatikan suhu bahan makanan yang akan anda berikan pada anakan lovbird. Pastikan suhunya berada pada kisaran 38-40 derajat celcius. Untuk anakan yang masih muda berikan makanan yang encer, kemudian ditambah kekentalannya seiring pertambahan usia anakan lovebird.
Melakukan Pelolohan
Lakukan pemberian makan setiap 5-6 jam sekali. Setiap anakan diberi makan sampai temboloknya terlihat penuh. Jika sudah penuh hentikan pamberian pakan. Penberian makan berikutnya adalah samapi temboloknya sudah kosong (biasanya 4-5 jam), terkadang ada anakan lovebird yang temboloknya lebih cepat kosong. Namun, jika temboloknya sangat lama kosong kemungkinan lovebird tersebut mengalami masalah pencernaan.
Artikel perawatan Lovebird lainnya:
Cara Perawatan dan Memilih Burung Lovebird
Cara Beternak Lovebird
Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Secara Umum
Cara Merawat Anakan Burung Lovebird
Dari berbagai sumber
Minggu, 04 Desember 2011
Jenis-Jenis Burung Lovebird Dan Ciri-Cirinya
Lovebird merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok yang sudah sangat banyak dipelihara dan dibudidayakan di Indonesia. Jenis burung lovebird sangat bervariasi. Berdasarkan spesiesnya, jenis-jenis burung lovebird beserta ciri-cirinya antara lain:
Black-Masked Lovebird
(Agapornis personata)
Berukuran 14 cm. Sebagian besar hijau, topeng kepala hitam, bulu dada kuning, paruh merah, mata berkacamata putih
Fischer's Lovebird
(Agapornis fischeri)
Berukuran 14 cm. Sebagian besar hijau, kepala dan bagian tubuh atas oranye, bagian pantat biru, paruh merah, mata berkacamata putih
Lilian's Lovebird atau Nyasa Lovebird
(Agapornis lilianae)
Berukuran 13 cm. Sebagian besar hijau, termasuk punggung dan pantat, kepala oranye, paruh merah, mata berkacamata putih
Black-cheeked Lovebird
(Agapornis nigrigenis)
Berukuran 14 cm. Sebagian besar hijau, leher dan bagian belakang kepala coklat, bagian depan kepala coklat kemerahan, bagian dada atas oranye, paruh merah, mata berkacamata putih
Peach-faced Lovebird
(Agapornis roseicollis)
Berukuran 15 cm. Sebagian besar hijau, muka merah muda, bagian punggung bawah dan pantat berwarna biru, paruh berwarna gading
Black-winged Lovebird atau Abyssinian Lovebird
(Agapornis taranta)
Berukuran 16.5 cm. Sebagian besar hijau, paruh merah, beberapa helai sayap hitam. Burung jantan mempunyai warna merah di bagian kepala depan dan atas. Burung betina seluruhnya hijau
Red-faced Lovebird
(Agapornis pullarius)
Berukuran 15 cm. Sebagian besar hijau dengan merah di leher bagian atas dan kepala. Burung jantan mempunyai warna merah lebih banyak dan lebih gelap pada muka dan kepala. Juga burung jantan mempunyai paruh yang lebih gelap dari burung betina
Grey-headed Lovebird atau Madagascar Lovebird
(Agapornis canus)
Berukuran 13 cm. Sebagian besar hijau dengan hijau gelap di punggung. Warna paruh kelabu muda. Burung jantan berwarna abu-abu di bagian tubuh atas, leher dan kepala.
Black-collared Lovebird atau Swindern's Lovebird
(Agapornis swindernianus)
Berukuran 13.5 cm. Sebagian besar hijau, leher coklat dengan warna hitam di bagian belakang leher, paruh berwarna abu-abu tua atau hitam
Artikel selanjutnya:
Catatan Kaki
Burung cinta, id.wikipedia.org
Picture: dari berbagai sumber
Black-Masked Lovebird
(Agapornis personata)
Berukuran 14 cm. Sebagian besar hijau, topeng kepala hitam, bulu dada kuning, paruh merah, mata berkacamata putih
Fischer's Lovebird
(Agapornis fischeri)
Berukuran 14 cm. Sebagian besar hijau, kepala dan bagian tubuh atas oranye, bagian pantat biru, paruh merah, mata berkacamata putih
Lilian's Lovebird atau Nyasa Lovebird
(Agapornis lilianae)
Berukuran 13 cm. Sebagian besar hijau, termasuk punggung dan pantat, kepala oranye, paruh merah, mata berkacamata putih
Black-cheeked Lovebird
(Agapornis nigrigenis)
Berukuran 14 cm. Sebagian besar hijau, leher dan bagian belakang kepala coklat, bagian depan kepala coklat kemerahan, bagian dada atas oranye, paruh merah, mata berkacamata putih
Peach-faced Lovebird
(Agapornis roseicollis)
Berukuran 15 cm. Sebagian besar hijau, muka merah muda, bagian punggung bawah dan pantat berwarna biru, paruh berwarna gading
Black-winged Lovebird atau Abyssinian Lovebird
(Agapornis taranta)
Berukuran 16.5 cm. Sebagian besar hijau, paruh merah, beberapa helai sayap hitam. Burung jantan mempunyai warna merah di bagian kepala depan dan atas. Burung betina seluruhnya hijau
Red-faced Lovebird
(Agapornis pullarius)
Berukuran 15 cm. Sebagian besar hijau dengan merah di leher bagian atas dan kepala. Burung jantan mempunyai warna merah lebih banyak dan lebih gelap pada muka dan kepala. Juga burung jantan mempunyai paruh yang lebih gelap dari burung betina
Grey-headed Lovebird atau Madagascar Lovebird
(Agapornis canus)
Berukuran 13 cm. Sebagian besar hijau dengan hijau gelap di punggung. Warna paruh kelabu muda. Burung jantan berwarna abu-abu di bagian tubuh atas, leher dan kepala.
Black-collared Lovebird atau Swindern's Lovebird
(Agapornis swindernianus)
Berukuran 13.5 cm. Sebagian besar hijau, leher coklat dengan warna hitam di bagian belakang leher, paruh berwarna abu-abu tua atau hitam
Artikel selanjutnya:
Catatan Kaki
Burung cinta, id.wikipedia.org
Picture: dari berbagai sumber
Jumat, 25 Maret 2011
Cara Perawatan dan Memilih Burung Lovebird
Burung Love Bird pada awalnya burung hiasan yang oleh sebagian orang dijadikan simbol dalam kerukunan berpasangan. Seiring dengan pesatnya trend dunia burung berkicau, burung Love Bird banyak dijadikan sebagai burung master dan burung lomba oleh Kicaumania di Tanah Air. Burung ini terkenal dengan bentuknya yang lucu dan kombinasi warna-warna bulu yang sangat menawan. Burung ini terkenal cerewet, karena sensitif dengan suara tinggi yang ada disekitarnya. Merawat burung Love Bird sangatlah mudah dan menyenangkan.
KARAKTER DASAR BURUNG LOVE BIRD
1.Mudah beradaptasi, burung ini sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
2.Tukang teriak dan petarung. Apabila mendengar suara burung Love Bird lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
3.Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Variasi pakan yang kurang tepat, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Love Bird lain dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4.Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
5.Tidak mudah stress. Burung jenis ini sudah ratusan tahun ditangkarkan oleh manusia.
6.Menyenangi lingkungan yang sejuk. Burung ini sangat menyenangi suhu yang sejuk.
7.Burung Koloni dan berkelompok. Sebaiknya peliharalah beberapa ekor burung Love Bird dalam satu rumah. Karena apabila burung ini sendirian, maka lama kelamaan burung ini akan menjadi stress.
PEMILIHAN BAHAN BURUNG LOVE BIRD YANG BAIK
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Love Bird
*Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar, panjang dan terlihat kokoh.
*Berkepala besar. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
*Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek. Sebaiknya juga pilihlah bahan yang berdada lebar.
*Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
*Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
*Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
*Bola mata besar dan bersih bersinar. Menandakan burung ini memiliki prospek yang cerah apabila dijadikan burung lomba. Karena akan sangat gacor.
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG LOVE BIRD
*Bijian Mix. Kita dapat memberikan biji-bijian yang telah dicampur yang banyak dijual dipasaran sebagai pakan utamanya.
*Sayuran segar. Burung Love Bird sangat menggemari sayuran segar seperti: Kangkung, Sawi Putih, Jagung Muda dan sayuran lainnya.
*Asinan. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, burung ini membutuhkan asupan kalsium tambahan. Dapat diberikan tulang sotong untuk melengkapi kebutuhan kalsium yang dibutuhkan.
*Extra Fooding. Biji bunga Matahari, biji Fumayin, biji Kedelai, biji Kacang Merah dan biji Kacang Hijau sangat digemari oleh burung ini untuk melengkapi kebutuhan vitamin, protein dan menaikkan suhu tubuh serta meningkatkan sistem metabolisme didalam tubuhnya.
Artikel perawatan Lovebird lainnya:
Cara Perawatan dan Memilih Burung Lovebird
Cara Beternak Lovebird
Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Secara Umum
Cara Merawat Anakan Burung Lovebird
Artikel perawatan Lovebird lainnya:
Cara Perawatan dan Memilih Burung Lovebird
Cara Beternak Lovebird
Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Secara Umum
Cara Merawat Anakan Burung Lovebird
Source: http://www.kaskus.us/
Jumat, 22 Oktober 2010
Cara Beternak Lovebird
Sebelum memulai beternak Lovebird, kita harus bisa membedakan dulu antara Lovebird jantan dengan Lovebird betina. Secara fisik dan warna, burung tersebut susah untuk diketahui jenis kelaminnya. Cara yang paling gampang adalah dengan meraba kedua capit udang yang terletak dibawah duburnya. Jika keras, rapat dan lancip, biasanya jantan. Sedangkan burung betina capit udangnya lembek, lebar dan tumpul. Ciri lain adalah, Lovebird betina jika sudah birahi akan mengumpulkan bahan sarang dan diselipkan diantara kedua sayapnya sebelum dibawa ke dalam kotaksarang.
Lovebird bisa diternak setelah memasuki usia diatas 7 bulan. Pilihlah Lovebird yang sehat dan tidak cacat sebagai calon indukan dan berusia relative masih muda karena Lovebird yang sudah berumur diatas 3 tahun biasanya sudah tidak terlalu produktif. Untuk mendapatkan kriteria seperti diatas, sebaiknya kita langsung membeli dari peternak yang sudah kita kenal.
Untuk memacu birahi, selain kwaci, tambahkana makanan extra berupa toge, jagung muda dan sawi. Ketiga jenis sayuran ini terbukti berguna untuk mendongkrak birahi Lovebird.
Walaupun Lovebird bisa diternak dengan cara diumbar dalam kandang beurukuran besar dengan jumlah lebih dari 1 pasang, akan lebih baik jika beternak Lovebird secara individual. Untuk 1 pasang Lovebird, bisa digunakan kandang dengan ukuran sekitar 80cm x 40cm x 40cm. Satu Kandang diisi satu pasang. Ini dilakukan supaya garis keturunan gampang dilacak sehingga suatu saat memudahkan kita untuk melakukan experiment dalam menghasilkan varian warna yang berbeda. Sediakan kotak sarang atau glodok untuk bertelor dan mengeram. Contoh ukuran glodok XLXT = 15cm x 20cm x 25cm. Glodok terbuat dari papan dengan ketebalan sekitar 2cm.
Tempat sarang atau glodok untuk Lovebird umumnya terbuat dari kotak kayu.
Bahan sarang bisa menggunakan serbuk kayu, kulit jagung yang sudah dikeringkan dan lain sebagainya.
Umumnya Lovebird bertelur antara 4 – 6 butir dan menetas setelah dierami sekitar 21 hingga 23 hari. Kedua indukan, baik jantan maupun betina saling bergantian menyuapi anaknya. Pada saat berumur sekitar 6 – 8 minggu, anak burung mulai keluar dari kotak sarang. Setelah anak burung bisa makan sendiri, segera pindahkan mereka ke sangkar lain sehingga indukannya bisa kembali melakukan siklus reproduksi.
Adakalanya indukan Lovebird tidak mau mengasuh anakannya. Jika kita menemukan kasus seperti ini, tidak ada cara lain kecuali harus diangkat dan disuapi sendiri. Siapkan kotak berukuran kira-kira 40x40x40cm yang didalamnya terdapat lampu bohlam 5 watt yang berfungsi sebagai penghangat. Anak Lovebird harus disuapi setiap 2 jam sekali. Makanan yang paling sesuai pada masa tersebut adalah bubur susu untuk bayi. Campurkan bubur susu dengan air matang (hangat-hangat kuku), lalu gunakan sendok untuk menyuapi anak burung. Tingkat kekentalan makanan tersebut harus disesuaikan dengan usia anak burung. Semakin bertambah usianya, semakin kental bubur susu yang diberikan. Setelah berumur 3 – 4 minggu, kita sudah boleh mulai memperkenalkan jenis makanan lain seperti sayuran, buah-buahan dan millet.
Pemasangan ring bisa dilakukan pada saat anakan berumur tidak lebih dari 10 hari
Selamat beternak lovebird
Artikel perawatan Lovebird lainnya:
Cara Perawatan dan Memilih Burung Lovebird
Cara Beternak Lovebird
Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Secara Umum
Cara Merawat Anakan Burung Lovebird
Dari berbagai sumber
Lovebird bisa diternak setelah memasuki usia diatas 7 bulan. Pilihlah Lovebird yang sehat dan tidak cacat sebagai calon indukan dan berusia relative masih muda karena Lovebird yang sudah berumur diatas 3 tahun biasanya sudah tidak terlalu produktif. Untuk mendapatkan kriteria seperti diatas, sebaiknya kita langsung membeli dari peternak yang sudah kita kenal.
Untuk memacu birahi, selain kwaci, tambahkana makanan extra berupa toge, jagung muda dan sawi. Ketiga jenis sayuran ini terbukti berguna untuk mendongkrak birahi Lovebird.
Walaupun Lovebird bisa diternak dengan cara diumbar dalam kandang beurukuran besar dengan jumlah lebih dari 1 pasang, akan lebih baik jika beternak Lovebird secara individual. Untuk 1 pasang Lovebird, bisa digunakan kandang dengan ukuran sekitar 80cm x 40cm x 40cm. Satu Kandang diisi satu pasang. Ini dilakukan supaya garis keturunan gampang dilacak sehingga suatu saat memudahkan kita untuk melakukan experiment dalam menghasilkan varian warna yang berbeda. Sediakan kotak sarang atau glodok untuk bertelor dan mengeram. Contoh ukuran glodok XLXT = 15cm x 20cm x 25cm. Glodok terbuat dari papan dengan ketebalan sekitar 2cm.
Tempat sarang atau glodok untuk Lovebird umumnya terbuat dari kotak kayu.
Bahan sarang bisa menggunakan serbuk kayu, kulit jagung yang sudah dikeringkan dan lain sebagainya.
Umumnya Lovebird bertelur antara 4 – 6 butir dan menetas setelah dierami sekitar 21 hingga 23 hari. Kedua indukan, baik jantan maupun betina saling bergantian menyuapi anaknya. Pada saat berumur sekitar 6 – 8 minggu, anak burung mulai keluar dari kotak sarang. Setelah anak burung bisa makan sendiri, segera pindahkan mereka ke sangkar lain sehingga indukannya bisa kembali melakukan siklus reproduksi.
Adakalanya indukan Lovebird tidak mau mengasuh anakannya. Jika kita menemukan kasus seperti ini, tidak ada cara lain kecuali harus diangkat dan disuapi sendiri. Siapkan kotak berukuran kira-kira 40x40x40cm yang didalamnya terdapat lampu bohlam 5 watt yang berfungsi sebagai penghangat. Anak Lovebird harus disuapi setiap 2 jam sekali. Makanan yang paling sesuai pada masa tersebut adalah bubur susu untuk bayi. Campurkan bubur susu dengan air matang (hangat-hangat kuku), lalu gunakan sendok untuk menyuapi anak burung. Tingkat kekentalan makanan tersebut harus disesuaikan dengan usia anak burung. Semakin bertambah usianya, semakin kental bubur susu yang diberikan. Setelah berumur 3 – 4 minggu, kita sudah boleh mulai memperkenalkan jenis makanan lain seperti sayuran, buah-buahan dan millet.
Pemasangan ring bisa dilakukan pada saat anakan berumur tidak lebih dari 10 hari
Selamat beternak lovebird
Artikel perawatan Lovebird lainnya:
Cara Perawatan dan Memilih Burung Lovebird
Cara Beternak Lovebird
Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Secara Umum
Cara Merawat Anakan Burung Lovebird
Dari berbagai sumber
Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Secara Umum
Membadakan jenis kelamin sangat penting dalam proses pemijaha. Tak terkecuali dengan burung lovebird. Jenis burung ini kadang kala memiliki jenis kelamin yang sulit dibedakan melalui warna bulu maupun ciri fisiknya. Tetapi ada beberapa perbedaan umum antara lovebird jantan dan betina.
Cara ini dianggap lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Namun biaya uji DNA sangat mahal. Selain itu di Indonesia belum banyak laboratorium yang menawarkan jasanyan untuk memeriksa jenis kelamin burung dengan uji DNA.
Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan antara jantan dan betinanya berdasarkan bentuk tubuh dan warna bulunya sering terjadi kesulitan untuk memperoleh pasangan yang sesuai,.
Sering terlihat dua ekor jantan berperilaku seperti pasangan lovebird yang berlainan jenis. Hal yang sama juga terjadi pada dua lovebird betina. Bahkan pada pasangan lovebird betina ini apabila bertelur maka jumlah telurnya akan lebih banyak dari pasangan yang normal, tetapi telur tersebut tidak fertile alias tidak akan menetas jika dierami.
Hal yang membedakan antara pasangan jantan-jantan dan betina-betina adalah pada pasangan jantan-jantan tidak akan membuat sarang karena perilaku itu hanya milik lovebird bertina.
Ada yang menyatakan bahwa lovebird jantan adalah yang menyuapi pasangannya sedangkan betina yang disuapi. Tetapi hal ini tidak benar karena lovebird betina juga sering menyuapi lovebird jantan untuk menarik perhatian si jantan.
Juga tidak benar bahwa lovebird betina memiliki paruh dan kepala yang lebih kecil ketimbang lovebird jantan. Dan tidak tentu benar bahwa lovebird jantan memiliki kepala yang lebih lebar dengan paruh yang lebih runcing
Artikel perawatan Lovebird lainnya:
Cara Perawatan dan Memilih Burung Lovebird
Cara Beternak Lovebird
Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Secara Umum
Cara Merawat Anakan Burung Lovebird
Dari berbagain sumber
- Bentuk tubuh. Lovebird betina cenderung memiliki tubuh yang kekar dan lebih berat. Namun kriteria ini tidak mutlak sifatnya.
- Warna Lovebird jantan mempunyai warna yang lebuh terang dari lovebird betina. Meskipun demikian hal itu tidak selalu benar karena warna bulu juga tergantung pada makanan, iklim, dan variasi geografis.
- Cara bertengger Lovebird betina bertengger dengan jarak antarkaki lebih lebar dibandingkan lovebird jantan.
- Bentuk ekor Lovebird betina mempunyai ekor dengan bentuk lebih rata dibandingkan pada ekor lovebird jantan yang berbentuk agak meruncing.
- Membangun sarang Kegiatan membangung sarang lebih intensif dilakukan oleh lovebird betina ketimbang jantan. Lovebird menggigit-gigit di luar sarang pada cabang-cabang dan batang yang lebih tebal. Lovebird betina akan megambil kulit kayu dan mengumpulkannya untuk membuat sarang, sedangkan lovebird jantan menyuapi lovebird betina. Namu hal ini juga tidak mutlak karena ada lovebird jantan yang juga aktif mengumpulkan bahan sarang.
- Perabaan pada tulang pubis (supit urang). Lovebird memiliki dua tulang pubis (supit urang) pada bagian pinggulnya. Pada musim berkembang biak, tulang pubis lovebird betina menjadi lebih elastic dan jarak antara kedua tulang pubis tersebut melebar karena pengaruh hormone. Keadaan tersebut dapat dirasakan dengan rabaan tangan. Pada lovebird jantan, jarak antara dua tulang pubis tersebut sempit. Teknik perabaan ini hanya dapat digunakan bila kegiatan seksual lovebird betina dengan aktif.
- Pemeriksaan dengan alat laparoscopy. Untuk mengetahui jenis kelamin lovebird juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat laparoscopy. Lovebird yang akan diperiksa jenis kelaminnya harus dibius dulu. Setelah itu dilakukan operasi kecil pada bagian kiri tubuh burung di antara tulang rusuk, tulang pinggang dan tulang paha. Dari bagian yang dioperasi itu dimasukkan alat laparoscopy untuk melihat ada tidaknya ovary (indung telur). Jika ada ovari maka lovebird tersebut dipastikan betina. Cara ini hanya bisa dilakukan jika burung sudah dewasa.
- Pemeriksaan DNA. Cara lain untuk mengetahui jenis kelamin lovebird adalah dengan menguji DNA yang dapat diperoleh dari darah atau bulu burung. Setelah DNA diekstrak dengan larutan tertentu dan proses lebih lanjut, lalu hasilnya dipotret dengan Polaroid. Apabila dalam foto tersebut terlihat dua pita maka lovebird tersebut dapat dipastikan berkelamin betina. Namun jika terlihat hanya satu pita, lovebird itu bias dipastikan jantan.
Cara ini dianggap lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Namun biaya uji DNA sangat mahal. Selain itu di Indonesia belum banyak laboratorium yang menawarkan jasanyan untuk memeriksa jenis kelamin burung dengan uji DNA.
Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan antara jantan dan betinanya berdasarkan bentuk tubuh dan warna bulunya sering terjadi kesulitan untuk memperoleh pasangan yang sesuai,.
Sering terlihat dua ekor jantan berperilaku seperti pasangan lovebird yang berlainan jenis. Hal yang sama juga terjadi pada dua lovebird betina. Bahkan pada pasangan lovebird betina ini apabila bertelur maka jumlah telurnya akan lebih banyak dari pasangan yang normal, tetapi telur tersebut tidak fertile alias tidak akan menetas jika dierami.
Hal yang membedakan antara pasangan jantan-jantan dan betina-betina adalah pada pasangan jantan-jantan tidak akan membuat sarang karena perilaku itu hanya milik lovebird bertina.
Ada yang menyatakan bahwa lovebird jantan adalah yang menyuapi pasangannya sedangkan betina yang disuapi. Tetapi hal ini tidak benar karena lovebird betina juga sering menyuapi lovebird jantan untuk menarik perhatian si jantan.
Juga tidak benar bahwa lovebird betina memiliki paruh dan kepala yang lebih kecil ketimbang lovebird jantan. Dan tidak tentu benar bahwa lovebird jantan memiliki kepala yang lebih lebar dengan paruh yang lebih runcing
Artikel perawatan Lovebird lainnya:
Cara Perawatan dan Memilih Burung Lovebird
Cara Beternak Lovebird
Membedakan Lovebird Jantan dan Betina Secara Umum
Cara Merawat Anakan Burung Lovebird
Dari berbagain sumber













