Tampilkan postingan dengan label Pakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakan. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

MEMBUAT PAKAN IKAN


metode membuat tepung ikan



pada saat ini penggunaan tepung ikan sebagai pakan hewan maupun ternak semakin terkenal . tepung ikan adalah suatu produk padat kering yang dihasilkan sebagai dengan jalan mengeluarkan sebagaian besar cairan dan sebagian atau seluruh lemak yang dikandung didalam tubuh ikan. Tepung ikan sebagai bahan pakan ternak dan ikan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani dibuat dari sisa-sisa olahan (limbah) atau kelebihan hasil penangkapan dalam memaksimalkan pemanfaatan ikan yang pada akhirnya juga memaksimalkan nilai ekonomis sisa olahan dan kelebihan hasil tangkapan tersebut. Bahan mentah yang sebaiknya dipakai adalah ikan yang tidak berlemak (lean fish) untuk mengurangi kemungkinan terjadinya oksidasi lemak yang akan menyebabkan rancidity.


Proses Pembuatan Tepung Ikan
Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk membuat tepung ikan dari ikan segar. metode yang paling mudah yaitu dilakukan pengeringan dibawah sinar matahari. Sebagian besar proses pembuatan tepung ikan melalui tahap pemanasan, pengepresan, pengeringan dan penggilingan menggunakan mesin yang telah dirancang sebelumnya. Meskipun prosesnya mudah, akan tetapi pada prinsipnya membutuhkan keterampilan dan pengalaman khusus untuk menghasilkan produk tepung ikan dengan mutu tinggi.

Ketika ikan dipanaskan, sebagian besar air dan minyak akan hilang. Air dan minyak ini juga dapat hilang pada saat dilakukan pengepresan. Alat pemanas yang saat ini banyak digunakan berbentuk silinder uap air yang tertutup dimana ikan dipindahkan menggunakan alat berbentuk sekrup. Jika pemanasan kurang, maka hasil pressing nantinya tidak memuaskan dan pemanasan yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan ikan terlalu halus untuk dipress. Bahan baku ikan segar tidak dilakukan pengeringan selama tahap proses pemanasan. Pemanasan biasanya dilakukan pada suhu 95oC sampai 100 oC dalam waktu 15 sampai 20 menit. Beberapa perusahaan yang bergerak dalam pembuatan tepung ikan, menggunakan suhu 95 oC.
Pressing
Pada tahap ini terjadi pemindahan sebagian minyak dan air. Ikan berada dalam tabung yang berlubang, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan tekanan dengan bantuan sekrup. Selama proses pressing, kadar air menurun dari 70% menjadi 50% dan minyak menurun sekitar 4 %.
Setelah dilakukan penyaringan untuk memisahkan material kasar dan material yang padat, kemudian material yang padat dan keras ini dilakukan pressing semetode terus-menerus dan disentrifugasi untuk memindahkan minyak. Minyak yang disuling adalah minyak yang dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam industri pembuatan minyak goreng dan mentega.
Bagian cair dari proses pressing liquor dikenal dengan nama stickwater yang berisi material yang telah dihancurkan yang beratnya sekitar 9% dari total padatan. Material terbentuk kembali akibat penguapan stickwater sampai berbentuk sirup yang terdiri dari 30 sampai 50 % padatan dan kadang-kadang dijual sebagai ikan padat yang dilarutkan. Pada umumnya produk hasil pressing liquor jika dipress kembali dan dikeringkan maka akan berbentuk tepung.

Pengeringan 
Ada dua jenis alat pengering, yaitu alat pengering langsung dan alat pengering tidak langsung. Tepung sebaiknya tidak dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi, karena penguapan air yang cepat menyebabkan keadaan ikan mendingin, semetode normal produk dipanaskan pada suhu 100oC.
Tepung ikan ini diproses dengan metode yang mudah, yaitu dengan metode memasak dan mengeringkan saja. Fleksibilitas penggunaan ikan yang berminyak, kurang berminyak atau campuran dari keduanya. Proses pemindahan air dengan pressing dan penguapan dari stickwater lebih murah karena pengaruh penguapan lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan alat pemanas.

Penggilingan dan Pengemasan
Langkah terakhir yang dilakukan dalam pembuatan tepung ikan adalah penggilingan untuk memecahkan gumpalan-gumpalan atau partikel dari tulang dan dilakukan pengemasan tepung ikan untuk selanjutnya dilakukan penyimpanan di dalam silo. Dari tempat industri pengolahan tepung ikan, tepung ikan yang sudah siap jual kemudian ditransportasikan.

metode membuat tepung ikan tanpa mesin penepung (Blender)       
Berikut metode membuat tepung ikan dengan menggunakan blender.
Beli ikan rucah kering sesuai kebutuhan
Jemur ikan rucah tersebut kira-kira sampai bisa di blender. Blender ikan yang sudah dijemur dengan blender yang khusus untuk mengolah bahan kering.
Tepung ikan siap digunakan sesuai komposisi kebutuhan  ikan anda.
Untuk menambah tingkat konversi pakan, tepung ikan dapat disaring dengan saringan tepung, dengan sistem penyaringan bertingkat, mulai dari lubang saring yang terbesar.
Untuk menghilangkan bau ikan selama pengeringan,  bahan ikan dapat dicampur dengan bahan lain seperti tepung biji-bijian, dedak dan sejenisnya, namun dalam takaran yang terkontrol.




PAKAN IKAN GURAMI YANG BAIIK

Pakan Ikan Gurame

Pemberian Pakan Ikan Gurame
"YA! SEBELUM ANDA MEMBACA ARTIKEL INI DAN MULAI MEMAHAMINYA, TENTUN NYA ANDA TIDAK INGIN MENDAPATKAN HASIL INFORMASI YANG SETENGAH-SETENGAH BUKAN?.KARNA ANDA INGIN MENDAPATKAN INFORMASI YANG LENGKAP, MAKA TERUSLAH MEMBACA! MUNGKIN ANDA MEMBACANYA SAMPAI HABIS. MPNGGO!"
Gurame termasuk ikan omnivora(pemakan segala).kebiasaan makan ikan gurame tersebut dapat berubah sesuai dengan keadaan lingkungan hidupnya atau berkorelasi dengan ketersediaan makanan.
Untuk mencukupi kebutuhan gizi ikan, pembudidaya ikan gurame biasanya memberikan pakan buatan (pellet) yang telah disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang rata-rata antara 3-5% dari berat biomassa ikan gurame per hari. Pemberian pakan buatan dirasa serta dipandang lebih praktis dan lebih terukur dibandingkan pakan alami.


TABEL JENIS PAKAN IKAN GURAME

Klasifikasi Benih    Ketinggian Air (cm)    Jenis Pakan
Pendederan I    30 - 40    Pakan alami (zooplankton, cacing sutra atau pellet halus dan tepung ikan)
Pendederan II    40 - 50    Tepung ikan, bungkil atau remah
Pendederan III    50 - 60    Pelet remah/pellet kecil
Pendederan IV    60 - 80    Pelet dan atau daun daunan seperti daun talas, kangkung, atau ubi
Pendederan V    80 - 100    Pelet dan atau daun-daunan


pemakaian pakan buatan tenggelam yang bersumber dari hasil produksi kelompok pembudidaya menunjukkan hasil keelurtuhan yang relatif tidak berbeda dibandingkan dengan menggunakan pakan buatan apung yang bersumber dari pabrik pakan. Secara visual, ikan yang diberi pakan apung tampak berukuran lebih gemuk dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan tenggelam. Namun secara bobot, ikan yang diberi pakan berbeda tersebut relatif tidak berbeda sehingga dari bobot keelurtuhan panenan juga tidak berbeda. Sedangkan pada penanganan pasca panen (transportasi ikan dari kolam sampai pasar), terdapat perbedaan ketahanan tubuh antara ikan dengan sumber pakan yang berbeda tersebut. Ikan yang diberi pakan tenggelam relatif lebih tahan terhadap tekanan fisiologis saat transportasi dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan apung.

Jumat, 20 Januari 2012

Cara Pemberian Pakan Lele

Mengetahui tata cara pemberian pakan lele merupakan hal yang  penting dan berpengaruh sangat besar dalam kesuksesan produksi budidaya ternak lele. Sebaliknya, kesalahan dalam tata cara pemberian pakan lele dapat berakibat buruk, dari benih atau bibit lele yang mudah terserang penyakit sampai kondisi yang paling fatal yaitu kematian pada ikan lele yang dibudidayakan. Banyaknya keluhan dari para pengusaha ternak atau budidaya lele tentang penyakit yang menjangkit lele peliharaan mereka sebagian besar diakibatkan dari kurang atau mungkin sama sekali belum mengetahui tentang tata cara pemberian pakan lele yang baik dan benar, adapun tata cara pemberian pakan lele dapat dibagi menjadi :

1.    Waktu Pemberian Pakan
2.    Persiapan Pemberian Pakan
3.    Cara Memberikan Pakan
Tata cara pemberian pakan lele pada segmen pembenihan dan pembesaran tidak terlalu banyak perbedaan, perbedaan paling mendasar hanya pada pakan alami dan pakan tambahan. Pada segmen pembenihan ada pemberian pakan alami berupa cacing sutera pada saat larva berumur lima hari, sementara pada segmen pembesaran jarang sekali ada pembudidaya yang meberikan cacing sutera, sementara pada segmen pembesaran, pemberian pakan tambahan berupa ayam tiren, ikan runcah dan lainnya. Kita akan coba menjelaskan satu persatu dari ketiga bagian tata cara pemberian pakan lele.

1.     Waktu Pemberian Pakan
Dalam tata cara pemberian pakan lele, mengetahui waktu pemberian pakan merupakan hal yang sangat penting, selain harus mengatur waktu pemberian pakan lele sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, baik yang menggunakan tiga kali sehari atau lima sampai dengan enam kali sehari (Setiap 3 jam). Yang sangat penting dan harus diperhatikan adalah pemberian pakan lele tidak boleh dimulai terlalu pagi, atau lebih jelasnya, jangan memberikan pakan pada lele sebelum jam sembilan pagi. Kenapa demikian? Berdasarkan penelitian pada waktu pagi sebelum jam sembilan, permukaan air kolam masih tercemar oleh zat-zat yang merugikan yang dibawa oleh udara, jadi jika kita memberikan pakan pada saat yang terlalu pagi, maka pakan akan bercampur dengan zat-zat tersebut sehingga menjadi racun dan berbahaya bagi kesehatan ikan. Dengan menunggu hingga jam sembilan, diharapkan sudah cukup waktu  untuk zat-zat tersebut menguap karena disinari oleh matahari. Adapun penyakit yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan memberikan pakan yang terlalu pagi adalah radang insang, diakibatkan oleh parasit karena ikan memakan pakan yang telah tercemar oleh zat-zat yang merugikan.

2.    Persiapan Pemberian Pakan
Walaupun terlihat sepele, persiapan pemberian pakan juga merupakan faktor yang tidak bisa dilupakan dalam tata cara pemberian pakan lele. Persiapan pemberian pakan untuk pakan yang berbentuk pelet, sebaiknya para pengusaha ternak lele harus membiasakan membibis pakan pelet yang akan diberikan (kecuali pelet tenggelam), Bibis adalah proses membasahi pelet dengan air (dianjurkan dengan air hangat), gunanya agar pelet mengembang, sehingga ikan lele yang mempunyai sifat rakus tidak akan memakan pelet terlalu banyak atau berlebihan, jika kita memberikan pelet dalam kondisi kering, lele akan terus saja menyantap pelet dengan rakus, terlalu banyaknya lele menyantap pelet kering yang belum mengembang akan berakibat fatal, karena pelet-pelet tersebut akan mengembang dalam perut lele, kondisi ini akan berakibat buruk pada kesehatan lele bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Adapun tata cara pemberian pakan lele untuk pakan tambahan persiapannya adalah dengan cara mengolah atau membersihkan pakan tersebut dengan baik, misalnya jika kita membeli cacing sutera dari toko ikan atau pengepul, sebaiknya cacing-cacing tersebut dicuci atau dibilas sebelum disebar ke kolam. Atau jika kita menggunakan ayam tiren pada segmen pembesaran, sebaiknya ayam tersebut direbus, jangan dibakar, karena jika dengan proses membakar, biasanya yang matang/hangus hanya bagian kulitnya saja, sementara bagian dalamnya belum matang, sehingga masih terdapat zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan ikan, sementara jika prosesnya dilakukan dengan cara merebus, biasanya ayam tiren akan matang secara keseluruhan dan aman dikonsumsi oleh lele.

3.    Cara Memberikan Pakan
Cara memberikan pakan yang baik juga wajib diketahui oleh para pelaku usaha ternak lele agar tata cara pemberian pakan lele menjadi lengkap dan tepat guna.

a.    Cara memberikan pakan yang berbentuk pelet apung harus dilakukan dengan cara menyebar pelet menjadi tiga bagian, untuk mudahnya kita umpamakan tiga bagian kolam adalah ujung kanan, tengah dan ujung kiri, langkah pertama adalah sebar pelet secukupnya pada sisi ujung kanan kolam, setelah pelet habis, sebar lagi secukupnya pada sisi tengah kolam, setelah habis sebar lagi pada sisi ujung kiri kolam, lakukan proses tersebut sampai ikan lele kenyang, cirinya adalah terlihatnya beberapa butir pelet yang tersisa pada saat ditebar dipermukaan kolam. Metode pemberian pakan seperti ini dilakukan agar ikan lebih aktif bergerak, sehingga membantu pertumbuhan ikan, selain itu, dengan cara ini para pelaku usaha ternak lele juga dapat mengontrol tingkat responsif ikan lele.

b.    Untuk pelet tenggelam cara memberikannya berbeda, pelet tenggelam tidak disebar, melainkan hanya ditebarkan pada satu titik, sesuai namanya sifat pelet tenggelam akan tenggelam pada saat ditebar, jadi tebarkanlah sedikit-sedikit, karena lele termasuk ikan yang suka mengejar pakan yang bergerak, jadi dikhawatirkan pelet yang terlanjur tenggelam tidak akan dimakan, jika pada titik pemberian pakan pelet tenggelam respon ikan sudah nampak menurun, sebaiknya pemberian pakan dihentikan, ulangi dan lakukan lagi prosesnya pada setiap pemberian pakan pelet tenggelam.

c.    Pada segmen pembenihan, pakan alami seperti cacing sutera diberikan dengan cara disebar di sudut, di sisi dan di bagian tengah kolam, cacing sutera yang telah dibersihkan/dibilas lalu diambil seujung tangan kemudian diletakkan pada titik yang berbeda, tehnik ini sangat efektif karena larva lele yang berjumlah ribuan yang tersebar di seluruh bagian kolam akan rata mendapatkan makanan. Sementara pada segmen pembesaran, pemberian pakan tambahan seperti ayam tiren sebaiknya digantung, hal ini dilakukan agar meminimalisasikan sisa tulang yang berserakan pada dasar kolam, dengan cara seperti ini, tulang yang tersisa di tali gantungan dapat segera dibuang, sisa tulang yang berserakan bisa sangat berbahaya bagi pelaku ternak lele pada saat panen atau menguras kolam, karena bisa saja terinjak dan melukai kaki atau dapat merobek terpal bagi pengguna kolam terpal.

Semoga saja ulasan ini bermanfaat, diharapkan dengan diterapkannya cara pemberian pakan lele yang baik dan benar, para pelaku usaha ternak lele dapat mencegah resiko lele terserang penyakit atau kerugian lainnya, sehingga angka kematian lebih dapat diminimalisir dan dapat mencapai target produksi yang diinginkan, karena pada prinsipnya, mencegah itu sangat jauh lebih berguna dari pada mengobati, sukses untuk seluruh pengusaha ternak lele Indonesia, salam…

Minggu, 27 November 2011

Pakan Itik Fase Grower dan Layer

Kontribusi pakan memang hanya sekitar 30% dalam keberhasilan usaha ternak, akan tetapi salah dalam menerapkannya juga tidak sedikit kerugian yang akan diderita. Pernah suatu ketika datang pertanyaan pada kami untuk komposisi pakan itik petelur yang hanya di beri dedak jumlah sekitar 4 kg dan ikan/kepala ikan dengan jumlah sedikit (0.5 kg). Kami rasa para pembaca sudah bisa menebak, bagaimana produksi telur yang akan dihasilkan itik tersebut. Untuk itu mungkin perlu kami tampilkan berbagai formulasi pakan ternak itik yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber (buku, hasil penelitian, dan komunikasi langsung dengan peternak). Semoga hal ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan kami juga mempunyai harapan kepada pembaca semua yang mempunyai pengalaman di bidang formulasi pakan itik untuk berbagi pengalaman di sini. Semoga dengan berbagi pengalaman (ilmu) dan orang lain mendapatkan manfaat dari pengalaman kita, kiranya hal itu dicatat oleh Allah swt sebagai amal kebaikan dan berhak untuk mendapatkan pahala di sisinya. Aamiin…

Formulasi pakan itik untuk masa grower (umur 2-5 bl) :
Jumlah pemberian 88 - 120 gram/ekor/hari sesuai tingkatan umur. Sebagai patokan adalah jumlah  Protein Kasar (PK) 16-20%, dan Energi Metabolis (EM) 2900 Kkal/kg.
  1. Jagung 20%, dedak 20%, menir 15%, kedelai 15%, bungkil kelapa 5%, tepung ikan 10%, tepung darah 10% dan tepung tulang 5%
  2. Jagung atau dedak atau menir 50%, kacang tanah, bungkil kelapa atau kacang kedelai 15%, cacahan ikan teri atau bekicot 25%, mineral 5%, dan sisanya adalah campuran vit B12, premix dan daun singkong
  3. Jagung giling 45%, bekatul 15%, bungkil kelapa 5%, kedelai 15%, tepung daun lamtoro 5%, tepung ikan 10% rumput kering 2%, tepung kerang 2%, tepung tulang 1% dan sedikir garam
  4. Jagung 20%, konsentrat 10%, bekatul 60%, dan eceng gondok 10%


Formulasi pakan itik untuk layer (5 bl ke atas) :
Jumlah pemberian minimal 150 gram/ekor/hari, tidak lupa untuk memberikan hijauan segar dan mineral. Sebagai patokan adalah jumlah Protein Kasar (PK) 15-18% dan Energi Metabolis (EM) 2900 Kkal/kg.
  1. Bekatul 15%, beras merah 30%, jagung giling 10% kacang hijau giling 12%, tepung ikan 20%, kedelai giling 3%, bungkil kelapa 5% tepung tulang 4,5% dan garam 0,5%
  2. Bekatul 6 kg, konsentrat itik layer 3 kg, dan jagung 6 kg
  3. Bekatul 6 kg, konsentrat itik layer 1,5 kg, ketam cincang 1,5-2 kg, dan jagung giling 6 kg
  4. Dedak kasar 25%, jagung giling 25%, kacang kedelai giling 15%, bekicot cincang 15%, tepung ikan 10%, garam 5% dan tepung daun singkong 5%
  5. Bekatul 5 kg, nasi kering 7 kg, ece 1 kg, cacahan ikan pirik 15 kg
  6. Bekatul 2,6 kg, bekatul 8,3 kg, dan ikan pirik giling 10,6 kg
  7. Bekatul 6 kg, nasi kering 6 kg, konsentrat itik layer 4 kg, ikan kecil 12 kg
  8. Bekatul 6 kg, menir 6 kg, ikan rucah 8 kg
  9. Bekatul 4.8-5 kg, menir 4 kg, konsentrat itik layer 3 kg dan ikan rucah 2 kg
  10. Bekatul/dedak dan konsentrat itik layer dengan perbandingan (6:1)
  11. Nasi kering : jagung : konsentrat itik layer dengan perbandingan (4:1:1)
  12. Bekatul : konsetrat itik layer dengan perbandingan (4:1)
  13. Konsentrat itik layer : konsentrat ayam petelur : dedak dengan perbandingan (2:5:8)
  14. Konsentrat itik layer 60%, jagung 15%, kremis 15%, dan eceng gondok 10%
  15. Bekatul 60%, jagung 20%, dan konsentrat itik layer 20%
  16. Bekatul 2.5 kg, konsetrat itik layer 1,5 kg, gandum 8 kg, dan hijauan 0.7-1 kg


Perlu diketahui bersama bahwa kestabilan dan produktivitas itik sangat ditentukan oleh ketepatan dalam pemberian jumlah pakan yang meliputi kandungan nutrisi dan kualitas pakan. Tidak ada salahnya untuk mencoba salah satu komposisi di atas, asal ketersediaan pakan dan harganya pun murah di sekitar lokasi kita. Atau anda punya komposisi pakan tersendiri dan mau berbagi dengan peternak lainnya? Kirimkan komposisi formulasi pakan itik petelur anda pada kami dan insyaallah kami pun akan memuatnya di sini. Mari berbagi dan jalin kebersamaan tuk meraih kesuksesan.


Pakan Itik Fase Starter

Masa pemeliharaan itik periode awal (starter) adalah masa paling menentukan, bagaimana tidak kalau sampai kita salah dalam menerapkan manajemen pemeliharaan pada umur tersebut akan bisa berbuntut panjang.  Buntut panjang yang kita maksud seperti laju pertumbuhan yang kurang maksimal, tidak bisa berproduksi pada umur yang diharapkan, tingkat produksi telur yang rendah dan bahkan umur produksi telurnya pendek. Oleh karena itu dengan sedikit berbekal pengetahuan tentang pakan itik fase starter tentu tidak ada salahnya.

Kita ketahui bersama fungsi pakan pada makhluk hidup terutama ternak adalah sebagai penghasil energy. Setelah energy terbentuk maka akan dipergukan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya (memelihara jaringan tubuh), kalau ada kelebihan energy akan dipergunakan untuk berproduksi (telur dan daging) dan bereproduksi. Pemberian pakan pada anak itik (DOD) masih disalurkan untuk kebutuhan pokoknya yaitu tumbuh dan berkembang, sehingga kalau kebutuhan pakan pada periode starter  terpenuhi dengan baik maka pembentukan dan pertumbuhan jaringan tubuh (kulit, daging, otot dan tulang) akan berjalan dengan baik pula.

Pakan untuk anak itik periode starter baik untuk itik jantan tujuan pedaging atau itik betina tujuan petelur adalah sama, yang menjadikan sedikit berbeda antara itik pedaging dan itik petelur adalah ketika itik tersebut memasuki umur 60 hari. Pada pemeliharaan itik jantan maka umur tersebut bisa dikatakan sebagai fase finisherbahkan di beberapa tempat pemeliharaan itik jantan hanya 35-40 hari sudah bisa mencapai berat 1-1,3 kg. Sedangkan pada pemeliharaan itik betina umur tersebut baru dikatakan menginjak fase grower .

Perlu diketahui bahwa persyaratan mutu standar kebutuhan pakan anak itik untuk fasestarter adalah sebagai berikut : protein kasar 20%-22%, energy metabolisme 2900-3000 kkal/kg, lemak 3,5%, serat kasar 4-7%, kalsium 0.6-1.06%. Tingginya kebutuhan kadar protein dalam pakan anak itik dikarenakan pada masa ini anak itik membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang guna menunjang perkembangan jaringan tubuhnya serta untuk menjaga ketahanan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang baru, baik karena cuaca dingin maupun panas atau karena pindah kandang (membeli bibit dari tempat lain).

Mungkin dikarenakan ketidaktahuan atau apalah istilahnya, kadang ada peternak yang hanya memberikan pakan ala kadarnya saja sejak umur DOD seperti dedak saja, dedak+nasi kering, atau hanya limbah dapur. Sebenarnya tidak masalah, akan tetapi anak itik akan mengalami pertumbuhan yang lambat dan ini tentunya tidak efisien untuk usaha pembesaran. Maksud hati ingin berhemat akan tetapi secara tidak sadar bahwa anda sudah menanam pemborosan waktu. Ingat bahwa prinsip usaha penggemukan adalah bagaimana mendapatkan berat badan ideal pada umur yang singkat. Kiranya kita perlu menghitung ulang tingkat efisiensi antara pemberian pakan yang sedikit mahal dalam waktu yang lebih pendek dengan pemberian  pakan yang murahan tapi dalam jangka waktu lebih lama. Coba anda hitung dan bandingkan kembali!!!

Ragam cara pemberian pakan pada anak itik :

Cara pemberian basah
Cara pemberian pakan secara basah yaitu pakan itik yang berupa konsentrat dicampur dengan air. Keadaan atau bentuk pakan setelah dicampur dengan air adalah pakan tersebut tidak sampai mengeluarkan air kalau kita peras (mamel=jawa). Ada sedikit catatan kalau kita menggunakan pakan basah yaitu frekuensi pemberian pakan haruslah ditingkatkan. Karena pakan bentuk basah gampang mengundang bibit penyakit terutama jamur. Makanya pemberian nya mesti sedikit-sedikit tapi langsung habis.

Cara pemberian kering
Cara pemberian pakan kering adalah bahan pakan yang ada semisal pakan konsentrat langsung kita berikan begitu saja. Memang cara ini terlihat praktis dan lebih aman akan tetapi bagi ternak sendiri sepertinya kurang bisa menikmati sajian tersebut. Dan kalau kita perhatikan maka banyak pakan yang terbuang karena bentuk anatomi paruh itik/bebek berbeda dengan paruh ayam. Kalau kita memilih cara ini maka tempat minum jangan diletakkan berjauhan karena anak itik yang diberi pakan dengan cara ini perlu segera minum.

Terlepas dari cara pemberian pakan, maka menurut kami yang paling praktis adalah menggunakan pakan konsentrat buatan pabrik (maaf bukan promosi), karena standar nutirisi pakan konsentrat buatan pabrik sudah sesuai dengan kebutuhan ternak. Kalau anda protes tentang harga pakan pabrik yang mahal, memang begitulah keadaannya. Pemerintah saja tidak kuasa mengendalikan harga pakan ternak apalagi kita. Harga pakan pabrik kadang dikendalikan oleh bahan-bahan yang masih impor akan tetapi standar naik-turun nya harga belum pernah kita temukan apa pastinya. Salah satu cara agar pakan yang kita berikan bisa lebih efisien adalah dengan mengupayakan sedemikian rupa agar pakan tidak banyak yang terbuang.  Bisa dengan memilih salah satu cara pemberian pakan, memilih bentuk wadah pakan yang tepat, dan usaha pengontrolan pemberian pakan.

Pemberian pakan konsentrat buatan pabrik disarankan sampai umur 3 minggu, setelah itu pakan bisa diganti berupa campuran pakan konsentrat dengan dedak atau pakan alternatif lainnya. Mengapa mesti pakan konsentrat? Karena pemberian pakan konsentrat sangat mudah dan anda tidak perlu repot-repot lagi untuk menghitung kebutuhan nutrisinya segala. Kegiatan anda yang terpenting pada umur ini adalah kita berkonsentrasi terhadap keadaan/kondisi DOD karena pada umur ini rawan terhadap kematian. Pergunakanlah waktu anda untuk memperhatikan dengan seksama tingkah laku DOD, begitu muncul masalah (penyakit atau lainnya) segera atasi dan jangan biarkan masalah berlarut. Kalaupun anda mencampur pakan untuk pakan DOD belum tentu komposisi nutrisi sudah tepat, malah efek dari pencampuran pakan yang tidak tepat siap menanti dan menjadi masalah bagi anda nantinya.

Saran : Setelah lepas masa starter dan agar tercapai nilai ekonomis, harga pakan yang selama ini menjadi kendala dapat ditekan serendah mungkin dengan pemanfaatan bahan-bahan yang mudah didapat, murah harganya  dan nilai gizi yang cukup tinggi. Misalnya protein yang di dapat secara murah, yakni melalui pemanfaatan limbah-limbah hasil kelautan atau tambak, daging bekicot, limbah industry pengolahan ikan dan lain-lain. Bisa juga dengan menambahkan enzym-enzym pencernaan agar didapatkan pertumbuhan yang lebih cepat. Semoga bermanfaat.


Sabtu, 19 November 2011

JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK


Jerami padi biasa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Terlebih bila musim kemarau menjerang. Sayangnya kandungan nutrisi dan kecernaannya rendah, apalagi bila dibandingkan dengan pakan hijauan. Hal ini lantaran tingginya kadar serat kasar sebagai penyusun dinding sel tanaman. Juga rendahnya kadar protein serat kasarnya.

Mengingat jerami padi mudah didapatkan sebagai alternatif pakan ternak, peternak acap mengupayakan perbaikan potensi pakan jerami padi ini. Ahli pakan ternak Mirni Lamid dari Departemen Peternakan FKH Unair Surabaya memberi jalan perbaikan ini dengan perlakuan biologi mengunakan enzim xilanase.

Kata Mirni Lamid, perlakuan biologi menggunakan enzim xilanase pada jerami padi itu selain ramah lingkungan juga mampu memperbaiki potensi pakan berserat. Proses kimianya adalah dengan mengubah struktur ligno selulosa dan lignohemiselulosa. 

Sehingga, “Akan lebih memudahkan degradasi fraksi hemiselulosa pada jerami padi secara efisien dan optimal,” kata Mirni Lamid. Dari hasil penelitiannya, penambahan enzim xilanase dengan waktu inkubasi 2 hari dapat menurunkan kandungan serat dan meningkatkan kandungan protein kasar.

Manfaatnya, menurut Mirni Lamid, penggunaan enzim Xilanase dapat memberi respon positif dalam peningkatan kualitas jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia tersebut. Mengapa bisa demikian, ahli pakan ternak itu menjelaskan semua berdasar penelitiannya.

Enzim Xilanase sebagaian besar dihasilkan oleh mikroorganisme seperti bakteri dan fungi. Kelompok enzim glikosil hidrolase mampu memecah ikatan glikosidik pada xilan dengan kecepatan lebih dari 10 pangkat 17 kali. “Oleh sebab itu, keberadaan enzim ini memegang peranan penting dalam mendegradasi limbah yang kaya hemiselulose,” kata Mirni Lamid.

Hemiselulose merupakan polisakarida struktural sel tanaman terbanyak kedua setelah selulose. Komponen hemiselulose terpenting dari sel tanaman adalah xilan tersebut. Xilan tersusun atas rantai polixilos membentuk heteropolisakadrida bercabang yang sulit didegradasi oleh mikroba rumen.

Dalam penelitian Mirni Lamid tersebut, ia melalui tahap-tahap esksplorasi enzim xilanase untuk mengetahui optimasi pH dan suhu. Kemudian uji potensi enzim xilanase dalam upaya meningkatkan kualitas jerami yang meliputi kandungan bahan kering, bahan organik, serat kasar dan protein kasar.

Kandungan-kandungan zat pakan dalam jerami padi inilah yang digertak kondisinya dengan enzim xilanase. Alhasil, kandungan seratnya menurun. Segangkan protein kasarnya meningkat, sehingga kandungan gizinya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. (majalahinfovet.com)

Jumat, 14 Oktober 2011

Jenis-Jenis Rumput Untuk Pakan Kelinci


Ada banyak jenis rumput untuk kelinci. Beberapa gambar berikut ini bisa jadi ilustrasi rumput apa yang cocok buat kelinci Anda. Karena banyaknya jenis rumput, kami tidak bisa memangsa satu persatu. Sebagai bantuan kami sarankan mencari sendiri di google misalnya dengan mengeklik beberapa nama rumput berikut ini: patikan kebo, patikan cina, tempuyung, dandelion, sintrong, legetan, bandotan, mangkokan, rumput gulma tegalan dll.
Rumput-rumput gulma
=========================================
Sintrong. Bisa diberikan sebagai campuran.
=============================
Legetan (sangat disukai kelinci), kandungan legetan baik untuk pakan. Boleh diberikan dlm jumlah banyak.
===============================
Bandotan sedikit disukai kelinci, bisa untuk tambahan.
======================================================
ATAS: Beberapa rumput hijau untuk kelinci. Bisa diambil dari banyak tempat,seperti pinggir sawah, pinggir lapangan, tegalan (di bawah pohon jagung) dan lain-lain. Rumput-rumput liar (gulma) inilah yang baik untuk kelinci dan bukan rumput seperti setaria atau rumput gajah, rumput setaria atau jenis serupa (Bawah).
Rumput gajah, setaria, alang-alang atau sejenisnya sangat keras dan tidak boleh diberikan untuk kelinci.  Sedangkan bunga rumput gajah boleh diberikan sebagai gizi tambahan dalam jumlah sedikit.

Sabtu, 08 Oktober 2011

PAKAN TERNAK KERBAU


Ternak kerbau yang hidup di Asia terdapat dua sub spesies yang terdapat di Nepal dengan ketinggian 2.800 m dari permukaan laut dan kerbau rawa yang hidup didataran rendah yang lebih dikenal dengan kerbau sungai yang dipelihara sampai berumur 15-20 tahun, dengan tujuan dari pemeliaraan ternak kerbau tersebut adalah sebagai penghasil tenaga kerja, untuk penarik beban baik didarat maupun untuk pengolah sawah. Sedangkan tujuan yang kedua adalah setelah induk kerbau tua dan tidak produktif lagi biasanya dipotong untuk tujuan konsumsi, biasanya setelah ternak kerbau beranak lebih dari 10 kali.Namun kerbau jantan banyak dijual pada umur yang masih relatif muda untuk dipotong. Rata-rata pemilikan sebanyak 2-3 ekor induk kerbau per KK, walaupun ada juga petani yang memiliki lebih dari 10 induk. Jumlah ternak kerbau didunia kurang lebih berkisar 126 juta, dan 122 juta ekor (berkisar 95%) diantaranya berada di negara yang sedang berkembang di Asia, sedangkan kualitas kerbau yang ada di Pulau jawa saat ini mengalami kemunduran, disebabkan karena kurangnya pakan hijauan yang berkualitas baik dan juga disebabkan kurangnya tersedia lahan untuk penanaman hijauan. Pada umumnya petani memelihara ternak kerbau adalah miliknya sendiri, disamping itu ada juga yang memelihara kerbau orang lain dengan sistem bagi hasil, apabila sudah beranak anaknya dibagi dua antara pemilik dan pemelihara. Kalau induk kerbau diperah maka hasil susunya buat pemelihara. Sistem pemeliharaan ternak kerbau hanya dengan cara mengandangkan ternak kerbau pada malam hari dan digembalakan pada siang hari di sawah-sawah atau diikat dengan dipindah-pindahkan di kebun dan di lahan padang penggembalaan. Umumnya petani menambah rumput alam yang dipotong dan diberi dalam kandang di sore hari. Ternak yang dipelihara secara ditanbat di padang penggembalaan selama siang hari maka biasanya pada malam harinya masih diberi tambahan berupa rumput potong sekitar 20 kg/ekor/hari.
Sedang bagi kerbau yang dikandangkan terus menerus, diberikan hijauan dua kali lebih banyak yaitu mencapai 40 kg/ekor/hari. Di beberapa tempat, kerbau dimandikan sekali sehari oleh anak-anak petani di waktu sore. Sesekali ternak kerbau juga diberi kesempatan untuk berkubang.Kerbau betina umumnya beranak pertama kali pada umur 4 tahun dengan lama kebuntingan 10,5 bulan. Bila pakannya cukup memadai maka 3-4 bulan setelah melahirkan induk kerbau biasanya sudah dapat dikawinkan lagi. Sebagian petani melaporkan jarak beranak selama 14 bulan. Namun umumnya ditemui bahwa usia kebuntingan induk sekitar dua bulan pada saat anak sudah berumur setahun. Dengan demikian jarak beranak menjadi 21 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat reproduksi kerbau hanya mencapai 60%. Apabila dikelola dengan baik maka jarak beranak dapat dipersingkat lagi, terutama dengan penyediaan pakan yang memadai bagi kebutuhan induk dan bagi produksi susunya.
Petani mulai memerah susu induk apabila anak kerbau sudah berumur lebih dari satu bulan, berarti anak sudah mendapatkan cukup susu kolostrum yang sangat dibutuhkan di awal pertumbuhan anak, karena mengandung antibodi yang tinggi. Di daerah Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar biasanya petani mulai memerah susu kerbau untuk bahan dadih sejenis yohurt setelah anak kerbau berumur 3-4 bulan. Sedangkan petani di Alahan Panjang (Solok) mulai memerah susu kerbaunya setelah anak berumur 1-2 bulan. Namun di Nagari Pematang Panjang (Sijunjung) petani langsung memerah susu kerbaunya setelah anak kerbau berumur satu minggu, jauh lebih awal dibandingkan dengan daerah lainnya dengan hasil yang memuaskan tanpa mengganggu aktivitas reproduksi induk. Karena induk dapat kawin kembali sekitar 3-4 bulan setelah anak lahir. Lamanya induk diperah berkisar 4 bulan walaupun ada yang memerah selama 8 bulan tergantung pada kondisi induk. Hasil perahan susu juga bervariasi dari satu tempat dengan yang lainnya. Hasil perahan harian pada waktu ini hanya mencapai 1-2 liter/ekor/hari. Hasil perahan mulai menurun hampir bersamaan di semua daerah yaitu pada bulan laktasi ke 8-10, dimana hasil perahan susu hanya sekitar 1 liter/ekor/hari.

Dadih atau yohurt yang terbuat dari fermentasi susu kerbau. Teknologi pembuatannya sangat sederhana. Setelah diperah susu kerbau langsung dimasukkan ke dalam sepotong ruas bambu segar dan ditutup dengan daun pisang. Selanjutnya didiamkan atau difermentasi secara alami dalam suhu ruang selama satu sampai dua hari sampai terbentuknya gumpalan. Dalam waktu 24 jam, mikrobia dari bambu akan menggumpalkan susu menjadi semacam puding atau tahu putih kekuning-kuningan, kental dan beraroma khas (kombinasi aroma susu dan bambu). Setelah proses fermentasi selesai, dadih dapat langsung dimakan.
Yudoamijoyo ddk. (1983) menyebutkan dadih mengandung zat gizi sebagai berikut: kadar air (84,35%), protein (5,93%), lemak (5,42%), karbohidrat (3,34%). Kadar keasaman (pH) dadih adalah 3,4. Di dalam dadih sudah berhasil diisolasi dan didentifikasi 36 strain bakteri pembentuk asam laktat dan turunannya yang mampu mencegah timbulnya berbagai penyakit seperti mencegah enterik bakteri patogen, menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, kanker usus, anti mutagen, anti karsinogik dan meningkatkan daya tahan tubuh (Suryono, 2003). Selain itu, dadih diduga efektif sebagai antivaginitis (Suryono, 1996).
Penulis: Ir. Maiyunir Jamal, Penyuluh Pertanian Madya, Badan Penyuluhan dan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian.
Sumber: 1. http://www.scribd.com/doc/16994754/Kelas-X-SMK-Teknik-Ternak
Ruminansia-Caturto.
2. http://www.deptan.go.id/daerah-new/jambi/disnakjambi/kerbau-,gif.

Senin, 15 Agustus 2011

Pola Pemberian Pakan pada Ayam Bangkok


Pola makan dan suplemen ayam harus kita jaga sebaik-baiknya dengan teratur dan disiplin, sehingga saat memperoleh latihan senam dan jajal, ayam tidak akan mengalami kekurangan gizi (sakit kuning). 

Makanan Pokok / Utama

Untuk pemberian makanan pokok / utama
, dapat dibedakan untuk jenis ayam yang akan kita latih :
  1. Tipe Ayam Jalu, maka Makanan utama harus banyak mengandung karbohidrat, akan tetapi tidak perlu mengandung terlalu banyak protein dan lemak. Ayam jalu memerlukan kelincahan pukulan sehingga kandungan karbohidrat yang terpenting untuk tenaga, sedang kandungan lemak dan protein hanya akan membuat ayam mengalami peningkatan berat badan dan pembentukan otot yang tidak terlalu diperlukan. Makanan yang biasa diberikan adalah gabah rendaman murni ataupun campuran gabah jagung dengan perbandingan 3:1.Pemberian makan utama sama dilakukan seperti di atas. 
  2. Untuk Tipe Pukul, maka makanan yang diberikan harus lebih banyak mengandung unsur karbohidrat dan protein untuk memperkuat otot2nya. Kandungan lemak juga penting untuk ayam tipe pukul untuk cadangan tenaganya. Makanan utama yang biasa kami berikan adalah Jagung yang telah direndam semalaman ataupun campuran antara Jagung gabah dengan perbandingan 1:1. Pemberian makanan utama diberikan di pagi hari setelah menerima latihan senaman dan di sore hari setelah menerima latihan lari. Bila di Sore hari ayam menerima latihan jajal, maka makan sore tidak perlu dilakukan. 

Dalam pemberian makanan, takaranya tidak perlu terlalu banyak sampai2 tembolok ayam sangat besar, akan tetapi diberikan sesuai dengan ukuran berat badannya, yang bisa diberikan dengan perbandinga berat badan dengan makanan adalah 15-20:1 sesuai dengan kebutuhannya. Dengan kata lain bila berat badan ayam adalah 4kg, maka sekali makan bisa diberikan sebanyak 200-250gram sesuai dengan tingkat nafsu makan ayam. Dan jangan lupa untuk memberikan ayam minum setelah makanan utamanya dihabiskan.

Makanan/Vitamin Suplemen
Makanan/Vitamin Suplemen biasanya diberikan di malam hari tepat sebelum ayam tidur di malam harinya, hal ini ditujukan agar seluruh kandungan gizi yang diberikan dapat terserap dengan baik pada ayam. Makanan dan vitamin suplemen yang diberikan rutin setiap harinya adalah sebagai berikut:
  • Vitamin lengkap A,B Compex,C,D,E,K yang diberikan masing2 1 butir. Vitamin yang diberikan tidak perlu vitamin yang mahal, kami biasa memberikan vitamin keluaran IPI.
  • 1/2 jempol gula merah yang dilunakkan dengan air (Untuk tambahan karbohidrat)
  • 1/4 atau 1/2 buah Tomat. (Untuk menyegarkan dan membantu pencernaan ayam)
  • 1 Butir telur puyuh bulat yang telah direbus. (Untuk tambahan protein). Untuk tipe ayam jalu pemberian telur puyuh rebus bisa diperjarang menjadi 2-3 hari sekali.
Suplemen yang diberikan 4-5 hari sekali (sebaiknya di malam setelah ayam memperoleh latihan jajal): 
  • 1 butir pil minyak ikan. (Untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat bulu)
  • 1 butir pil kalq. (Untuk memperkuat tulangan)
  • 1/4 jempol kunyit (Untuk membantu pencernaan dan menyehatkan perut ayam)
Bila kita ingin memperoleh hasil yang lebih maksimal, seminggu sekali ayam bisa diberikan suplemen Brands sari pati ayam sebanyak 1 buah sendok teh. Akan tetapi pemberian ini tidak terlalu diperlukan hanya ditujukan untuk memaksimalkan pemberian makanan.
Perlu diingat bahwa, selama periode training sebelum turun ke gelanggan, latihan senam dan jajal yang kita lakukan pada ayam akan sangat sangat menguras tenaga ayam sehingga pola makan dan suplemen yang baik dan teratur sangatlah diperlukan untuk menjaga keseimbangan kesehatannya. Banyak cara ataupun metode lain ataupun suplemen lain yang diberikan oleh penggemar kepada ayam, akan tetapi pola makan dan suplemen di atas sudahlah sangat cukup bagi ayam yang kita latih untuk turun ke gelanggan. Dan selain itu faktor biaya perawatan juga harus menjadi perhatian kita.
Memang benar, bila dilihat dari pola latihan senam, jajal, serta pola makan dan suplemen akan sangat banyak menguras tenaga dan biayanya, akan tetapi hal ini akan menjadi setimpal dengan hasil dan kesenangan yang akan diperoleh bila nantinya ayam yang kita turunkan ke gelanggan memperoleh kemenangan. Dan bila hal ini dapat kita peroleh, maka tenaga dan biaya yang kita keluarkan akan terasa lebih ringan.
Akhir kata, pola makan dan suplemen di atas adalah kebiasaan yang kami lakukan sewaktu melakukan perawatan ayam untuk turun ke gelanggang, akan tetapi seluruh pola di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing penggemar.

Kamis, 11 Agustus 2011

PEMBERIAN PAKAN DAN MINUM BAGI SAPI PERAH


Setiap usaha peternakan sapi perah harus menyediakan pakan yang cukup bagi ternaknya dan sesuai kebutuhan, sehingga dapat menghasilkan susu sapi yang optimal. 
Dalam usaha peternakan sapi perah, pakan memiliki peranan penting untuk peningkatan produksi susu , disamping itu pakan juga untuk memenuhi kebutuhan pokok (maintenance), pertumbuhan maupun untuk produksi lainya ( anak dan daging). Dalam hal ini, pemberian pakan harus memenuhi standar kebutuhan makanan yang diperlukan baik secara kualitas maupun kuantitas. Setiap usaha peternakan harus menyediakan pakan yang cukup bagi ternaknya, baik yang berasal dari hijauan /rumput, maupun pakan konsentrat yang dibuat sendiri atau yang berasal dari pabrik. Tersedianya pakan yang memenuhi standar kebutuhan sapi perah, dapat mendukung peningkatan produksi susu yang diinginkan peternak. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil produksi susu yang optimal dalam pemeliharaan sapi perah harus memperhatikan mengenai penyediaan pakan yang sesuai kebutuhan.
 
 
Susu sebagai salah satu produk peternakan merupakan sumber protein hewani yang semakin dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan susu tersebut dilakukan peningkatan populasi, produksi dan produktivitas sapi perah. Untuk itu pakan bagi sapi perah memegang peranan penting dalam upaya peningkatan produksi susu sapi.
Pada umumnya peternakan sapi perah telah dikelola dalam bentuk usaha peternakan sapi perah komersial dan sebagian lagi masih berupa peternakan rakyat yang dikelola dalam skala kecil, populasi tidak terstruktur dan belum menggunakan sistem breeding terarah, walaupun dalam hal manajemen umumnya telah bergabung dalam koperasi, namun masih sederhana sehingga produksi susu yang dihasilkan kurang dapat bersaing. Untuk mendapatkan produksi susu sapi yang baik dan optimal, selain bibit yang produksinya bagus, juga ditentukan oleh kualitas pakan dan cara pemberian pakan yang baik.
 
Pakan sapi perah umumnya dibagi tiga, yaitu : (1) Hijauan, yaitu berupa rumput-rumputan, seperti rumput gajah ( Pennisetum purpureum ), rumput raja ( King grass ), setaria, benggala (Penisetum maximum ), rumput lapangan dan BD ( Brachiara decumbens ); (2) Kacang-kacangan, seperti lamtoro, turi, gamal; (3) Limbah pertanian, seperti jerami padi,jerami jagung, jerami kedelai dll.
Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30 - 50 kg/ekor/hari. Pakan berupa rumput bagi sapi perah dewasa umumnya diberikan sebanyak ± 10 % dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1 - 2 % dari BB. Sapi yang sedang menyusui ( laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25 % hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang - kacangan ( legum ).
Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, dan bungkil kelapa sertamineral ( sebagai penguat ) yang berupa garam dapur, kapur, dll. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1 - 2 ekor/ekor/hari. Selain makan, sapi perah juga harus diberi air minum sebanyak 10 % dari berat badan per hari.
Pemberian pakan dan minum bagi sapi perah, dapat diberikan sebagai berikut : (1) Pakan hijauan diberikan 2 - 3 kali sehari yaitu pagi dan siang sesudah pemerahan. Pakan hijauan diberikan sebanyak ± 10 % dari berat badan (BB); (2) Pakan konsentrat diberikan dalam keadaan kering, sesudah pemerahan 1 - 2 kali sehari sebanyak 1,5 - 3 % dari berat badan (BB); (3) Air minum disediakan secara tidak terbatas (ad libitum ). 
Selain itu, pemberian pakan pada sapi perah juga dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu : ( 1) Sistem penggembalaan ( pasture fattening ); (2) Kereman ( dry lot fattening ); (3) kombinasi cara pertama dan kedua. Pemberian imbuhan pakan ( feed additive ) dan pelengkap pakan ( feed supplement ) harus memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku. Pemberian pakan secara kereman dikombinasikan dengan penggembalaan di musim kemarau, setiap hari sapi digembalakan dan dimusim hujan sapi dikandangkan dan pakan diberikan menurut jatah.Untuk sistem penggembalaan bertujuan pula untuk memberikan kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya.
 
 
Penulis : Sri Hartati ( Pusat pengembangan penyuluhan pertanian 
Sumber : 1) http://infokebun.wordpress.com/2008/06/10budidaya-sapi-perah/ (/8 2010); 2)http://www.scribd.com/doc/12228637/Budidaya-Sapi-Perah (18/10 2010); 3)http://www.google.co.id/images?rlz=IT4HPAA-enID258&q=rumput%20raja&um=1&ie=UTF-8&source=og&sa=N&hl=id&tab=wi (20/10 2010); 4) Peraturan Menteri Pertanian No. 55/Permentan/OT .140/10/2006 tentang Pedoman Pembibitan Sapi Perah Yang Baik (Good Breeding Practice).

PAKAN AYAM BURAS


Pakan ayam buras/kampung harus diberikan dalam jumlah yang cukup sesuai dengan umur ayam dan mengandung gizi (protein, karbohodrat, lemak, mineral dan air).
Untuk peternakan ayam buras sistem ren, 60 % - 70 % total biaya digunakan untuk pakan. Sebelum menentukan bahan pakan yang digunakan perlu diketahui ketersediaan bahan pakan yang ada di lokasi sehingga akan diperoleh ransum yang murah dan mudah diperoleh serta persediaan bahan pakan terjamin.

Kualitas dan kuantitas/jumlah ransum yang berasal dari pabrik lebih terjamin tapi harganya lebih mahal. Kandungan gizi dalam pakan seperti protein, energi, mineral, vitamin dan air harus tersedia secara cukup dalam ransum untuk hidup pokok, produksi dan reproduksi.
Berkut ini dijelaskan contoh kebutuhan gizi ayam buras pada umur yang berbeda, sebagai berikut : a) untuk ayam umur 0 - 12 minggu membutuhkan : energi metabolis 2600 kkal/kg; kalsium 0,9 %; fosfor tersedia 0,45 %; protein kasar 15 -17 %; meteonin 0,37 %; lisin0,87 %; b) untuk ayam umur 12 -22 minggu membutuhkan : energi metabolis 2400 kkal/kg; kalsium 1 %; fosfor tersedia 0,40 %; protein kasar 14 %; meteonin 0,21%; lisin 0,45 %; c) dan untuk ayam umur lebih dari 22 minggu membutuhkan : energi metabolis 2400 - 2600 kkal/kg; kalsium 3,4 %; fosfor tersedia 0,34 %; protein kasar 14 %; meteonin 0,22 - 0,30%; lisin 0,68 %.

Sedangkan contoh susunan ransum alternatif untuk ayam buras yaitu : ayam buras dalam pertumbuhan dengan konsentrat komersial 29,5 %, jagung 44%; dedak padi 25 %, top mix 0,5 %, tepung kapur 1 % ; ayam buras bertelur -1 dengan layer komersial 71 %, jagung 16 %; dedak padi 12 %, top mix 0,2 %, tepung kapur 0,8 %; dan ayam buras bertelur - 2 dengan konsentrat komersial 30 %, layer , jagung 59,3 %; dedak padi 9 %, top mix 0,7 %, tepung kapur 1 %.
Untuk pencampuran pakan ayam buras, sebaiknya dilakukan secara bertahap. Apabila ayam yang dibudidayakan/dipelihara jumlahnya sedikit, maka pencampuran pakan sebaiknya dilakukan untuk kebutuhan satu minggu atau cukup membuat campuran pakan 10 kg, tujuannya adalah untuk menghindari agar pakan tidak berjamur.

Sebagai pedoman dalam konsumsi pakan untuk anak ayam sebanyak 15 gr/ekor/hari; untuk umur 1 -3 minggu sebanyak 30 gr/ekor/hari; untuk umur 3 -5 minggu sebanyak 60 gr/ekor/hari; untuk umur 6 minggu hingga menjelang bertelur sebanyak 80 gr/ekor/hari dan untuk induk sebanyak 100 gr/ekor/hari 
Dalam pemberian pakan untuk ayam dewasa adalah dua kalisehari, yaitu pagi dan sore , sedangkan air minum diberikan setiap saat. Untuk anak ayam umur 1 hari sampai 12 minggu, pakan dan air minum harus tersedia setiap saat dan tidak terbatas jumlahnya. Pemberian pakan pada anak ayam muda sebaiknya 3 - 4 kali sehari. Hindari pemberian pakan yang berlebihan agar pakan tidak terbuang percuma dan bercamur.
Untuk tempat pakan dan air minum diusahakan terbuat dari bahan yang tidak berkarat, seperti : papan , belahan bambu, plastik, atau belahan paralon. Tempat pakan dibuat berbentuk V supaya lebih efesien karena makanan terkumpul dibagian bawah sehingga ayam sulit untuk mencakarnya. Tempat air minum dan pakan dapt diletakkan di dalam atau di halaman kandang asal tidak terkena air hujan atau sinar matahari langsung.

Sumber : 1) Brosur Teknologi Budidaya Ayam Buran, Balai Besar Pengkasjian dan Pengembangan Teknogi Pertanian, Departemen Pertanian 2008; 2) Pedoman Beternak Ayam Buras, Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian 1996; 3) http: //www.google.co.id/image?g=pakan +ayam+buras &um=1&hl=id&rl2=1T4HPAA-en ID2581D258&tbs=inch:1&ei=WSbpTK70 IILIvQOv59Yyoa&Sa=Hstart husbundry.co.cc (4/10 2010)
Penulis : Sri Hartati (Pusat Pengangan Penyuluhan Pertanian).

Meracik Pakan Kelinci Bernutrisi


Sukarto Nio berjibaku menghasilkan pakan sendiri untuk ternak kelincinya yang mencapai 800 ekor. Tak ada pilihan bagi lelaki berwajah oriental ini untuk menyiasati biaya pakan yang mencapai 80 % dalam produksi kelinci. “Kalau terus menerus mengandalkanpembelian pakan bisa bikin kantong cekak,” katanya.
Karto demikian sapaannya mengaku, awalnya dia hanya pelihara kelinci 1–2 ekor sehingga tak ada masalah jika harus membeli pakan. Tapikarena populasi kelincinya kian banyak maka otomatis kebutuhan pakan juga meningkat.Kondisi ini lah yang memaksa pria yang hobi pelihara kelinci karena menyukai bentuk atau penampilan fisik binatang berkuping panjang itu akhirnya membuat pakan  sendiri demi memenuhi kebutuhan konsumsi kelinci peliharaannya.
Di lain pihak, pemilik pabrik pakan Indofeed, Ir. Idris P. Siregar menyebutkan,  kelinci yang diberikan hijauan seperti rumput saja kurang mendapatkan nutrisi yang sesuai. Ia pun menyayangkan kebiasaan masyarakat pada umumnya yang memberikan pakan hanya sebatas hijauan seperti wortel sehingga kebutuhan nutrisi binatang berkuping panjang ini tak terpenuhi.
Nutrisi yang Sesuai
Idris menekankan komposisi bahan baku bernutrisi yang diperlukan oleh kelinci jangan sampai dikurangi meskiharga bahan baku pakan semakin tinggi. Karena menurutnya pakan komplituntuk kelinciitu harus mengandung zat-zat makanan seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral,dan vitamin. Senadadengan pendapat itu, Nofri Sahmedi Marketing ProdukPT Citra Ina  Feedmill mengimbuhi, kandungan nutrisi tersebut  harus disesuaikan dengan kebutuhan hidupnya, apakah untuk kelinci pedaging, kelinci hias atau untuk kelinci penelitian.
Sementara Karto yang sejakawal memelihara kelinci hias selalu memerhatikan kebutuhan unsur Serat Kasar (SK) untuk kelincinya.  Karena itu Kartopun memasukkan kandungan SK dalam pakan buatannya sebesar 15 –16%. Sedangkan, kebutuhan protein yang sesuai sebesar 18–20%.  “Kelinci hias tidak perlu badan yang besar, yang terpenting proposional, ” jelasnya. Diungkapkan Nio, kebutuhan serat kasar dalam pakan buatannya diperoleh dari daun tebu. Menurutnya daun tebu masih terbilang mudah diperoleh.
Disisi lainIdris menjelaskan soal kebutuhan nutrisi untuk kelinci pedaging. Dalam hal ini kandungan nutrisi penghasil kalori seperti hijauannya harus lebih tinggi, yaitu berkisar 16 % dengan TDN (Total Digestible Nutrient)  diatas 70 %.  Selain itu Nofri menambahkan ,didalam pakan komplit dengan kualitas tinggi juga harus ditambah imbuhan lainnya seperti vitamin A, D, E, K.
Bukan Pemilih Pakan
Dan yang tak kalah penting dalam budidaya kelinci, lanjut Idris, adalah pemberian pakan. Menurutnya  tingkat konsumsi pakani deal yang dibutuhkan kelinci adalah 100 – 200 gram per ekor perhari. Bentuk fisik pakan tidak berpengaruh terhadap tingkat kesukaan kelinci.
(Sumber : http://www.trobos.com/show_article.php?rid=8&aid=2961)