Menanam buah stroberi di halaman rumah ternyata dapat dijadikan mata pencaharian andalan masyarakat Ciwidey dan sekitarnya. Jenis tanaman ini tak membutuhkan lahan yang luas karena dapat tumbuh subur jika ditanam dengan menggunakan media polybag.
Ketua Asosiasi Agrobisnis dan Wisata Kabupaten Bandung Agus Sumarna mengatakan berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, kepemilikan lahan masyarakat Kabupaten Bandung rata-rata hanya 0,2 hektare atau hanya 1/10 hektare saja. Lahan yang hanya sedikit itu akan sangat produktif dan menghasilkan kalau digunakan untuk menanam buah stroberi.
“Luas tanah 1/10 hektare bisa dijadikan tempat polybeg strawberry sebanyak 1.000 buah, dengan jumlah polybag sebanyak itu akan menghasilkan 70 kg buah per-2 hari,” kata Agus hari ini.
Agus menuturkan kalau perawatan tanaman terjaga seperti penyiraman dan pemupukan, maka selama masa produktif tanaman (3 tahun), hasil buahnya pun akan tetap terjaga.
“Kalau harga perkilo buah strawberry Rp25.000 saja, maka hasil per-2 hari sebanyak 70 kg akan menghasilkan omzet sekitar Rp1.000.000 lebih,” tuturnya.
Sumber : http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/peluang-usaha-tanam-stroberi-di-rumah-bisa-datangkan-duit
www.jendelahewan.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Strawberry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Strawberry. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 06 Oktober 2012
Jumat, 06 April 2012
Teknik Budidaya Hingga Pemanenan Stroberi
Dulu buah stroberi ini tergolong “buah mewah” yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan berduit saja karena tersedianya buah stroberi dipasaran ini masih didatangkan dari luar negeri alias di impor. Namun seiring dengan majunya teknologi pertanian buah stoberi ini sudah dapat dibudidayakan di Indonesia bahkan dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk negeri asalnya. Kembali ke masalah budidaya stroberi berikut kita akan bahas lebih lanjut mengenai bagaimana mengolah media tanam untuk budidaya stroberi hingga tips pemanenan buah stroberi yang tepat. Simak lebih lanjut!Setelah bibit dengan kualitas unggul kita siapkan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam bagi tanaman stroberi. Langkah-langkah Pengolahan Media Tanam dalam budidaya stroberi adalah sebagai berikut :
Budidaya di Kebun Tanpa Mulsa Plastik
Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik sedalam 30-40 cm.
Keringanginkan selama 15-30 hari.
Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 40 x 60 cm atau guludan: lebar 40 x 60 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar guludan 40 x 60 cm.
Taburkan 20-30 ton/ha pupuk kandang/kompos secara merata di permukaan bedengan/ guludan.
Biarkan bedengan/guludan selama 15 hari.
Buat lubang tanam dengan jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40 cm.
Budi daya di Kebun Dengan Mulsa Plastik.
Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik dan keringanginkan 15-30 hari.
Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm atau guludan: lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm.
Keringanginkan 15 hari.
Taburkan dan campurkan dengan tanah bedengan/guludan 200 kg urea, 250 kg SP-36 dan 100 kg/ha KCl.
Siram hingga lembab.
Pasang mulsa plastik hitam atau hitam perak menutupi bedengan/guludan dan kuatkan ujung-ujungnya dengan bantuan bambu berbentuk U.
Buat lubang di atas plastik seukuran alas kaleng bekas susu kental manis. Jarak antar lubang dalam barisan 30, 40 atau 50 cm, sehingga jarak tanam menjadi 40 x 30, 50 x 50 atau 50 x 40 cm.
Buat lubang tanam di atas lubang mulsa tadi.
Untuk kondisi tanah masam, maka perlu dilakukan proses pengapuran terlebih dahulu. Caranya sebanyak 2-4 ton/ha kapur kalsit/dolomit ditebarkan di atas bedengan/guludan lalu dicampur merata. Pengapuran dilakukan segera setelah bedengan/guludan selesai dibuat.
Tahapan berikutnya setelah media tanam disiapkan adalah Teknik Penanaman bibit Stroberi, cara yang tepat adalah sebagai berikut :
1. Siram polybag berisi bibit dan keluarkan bibit bersama media tanamnya dengan hati-hati.
2. Tanam satu bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar pangkal batang.
3. Untuk tanaman tanpa mulsa, beri pupuk dasar sebanyak 1/3 dari dosis pupuk anjuran (dosis anjuran 200 kg/ha Urea, 250 kg SP-36 dan 150 kg/ha KCl). Pupuk diberikan di dalam lubang sejauh 15 cm di kiri-kanan tanaman.
4. Sirami tanah di sekitar pangkal batang sampai lembab.
Sampai pada tahapan ini tugas menanam stroberi selesai, proses selanjutnya adalah bagaimana cara Pemeliharaan Tanaman Stroberi hingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik yang pada akhirnya menghasilkan buah stroberi dengan kualitas yang memuaskan.
Adapun tahapan pemeliharaan stroberi meliputi 6 tahapan , yaitu :
a. Penyulaman
Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam. Tanaman yang disulam adalah yang mati atau tumbuh abnormal.
b. Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada pertanaman stroberi tanpa ataupun dengan mulsa plastik. Mulsa yang berada di antara barisan/bedengan dicabut dan dibenamkan ke dalam tanah. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan gulma, biasanya dilakukan bersama pemupukan susulan.
c. Perempelan/Pemangkasan
Tanaman yang terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus dipangkas. Pemangkasan dilakukan teratur terutama membuang daun-daun tua/rusak. Tanaman stroberi diremajakan setiap 2 tahun.
d. Pemupukan
* Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan diberikan 1,5-2 bulan setelah tanam sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian dengan cara ditabur dalam larikan dangkal di antara barisan, kemudian ditutup tanah.
* Pertanaman dengan mulsa: Pupuk susulan ditambahkan jika pertumbuhan kurang baik. Campuran urea, SP-36 dan KCl (1:2:1,5) sebanyak 5 kg dilarutkan dalam 200 liter air. Setiap tanaman disiram dengan 350-500 cc larutan pupuk.
e. Pengairan dan Penyiraman
Sampai tanaman berumur 2 minggu, penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Setelah itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur dengan syarat tanah tidak mengering. Pengairan bisa dengan disiram atau menjanuhi parit antar bedengan dengan air.
f. Pemasangan Mulsa Kering
Mulsa kering dipasang seawal mungkin setelah tanam pada bedengan/ guludan yang tidak memakai mulsa plastik. Jerami atau rumput kering setebal 3–5 cm dihamparkan di permukaan bedengan/guludan dan antara barisan tanaman.
Rangkaian budidaya tanaman stroberi telah dipaparkan diatas, apabila tahapan-tahapan budidaya dilakukan dengan cermat dan baik diharapkan tanaman stroberi dapat tumbuh dengan maksimal hingga tiba saatnya waktu panen. Teknik pemanenan buah stroberi juga tidak bisa dianggap remeh. Waktu pemanenan yang tepat serta teknik pemanenan yang baik turut andil dalam menentukan kualitas buah yang dihasilkan. Lalu bagaimanakah ciri buah siap panen serta umur berapakah buah stroberi dapat dipanen? Kita bahas lebih lanjut.
Ciri dan Umur Panen Buah Stroberi
Buah sudah agak kenyal dan agak empuk.
Kulit buah didominasi warna merah: hijau kemerahan hingga kuning kemerahan.
Buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal pembentukan buah.
Sedangkan Cara Pemanenan yang tepat adalah dengan menggunting bagian tangkai bunga dengan kelopaknya. Panen dilakukan sebanyak dua kali seminggu. Untuk produktivitas tanaman stroberi tergantung dari varietas dan teknik budidaya yang digunakan. Missalnya saja Varitas Osogrande: 1,2 kg/tanaman/tahun; Varitas Pajero: 0,8 kg/tanaman/tahun sedangkan Varitas Selva: 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun. Teknik budidaya stroberi dengan naungan UV memberikan hasil 1-1,25 kg/tanaman/tahun.
Selama proses pemanenan, buah disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar, simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil. Hamparkan buah di atas lantai beralas terpal/plastik. Cuci buah dengan air mengalir dan tiriskan di atas rak-rak penyimpanan
Setelah proses pemanenan dilakukan seluruhnya, berikutnya dilakukan Penyortiran dan Penggolongan buah stroberi, caranya : Pisahkan buah yang rusak dari buah yang baik. Penyortiran buah berdasarkan pada varietas, warna, ukuran dan bentuk buah.
Terdapat 3 kelas kualitas buah yaitu:
Ø Kelas Ekstra: (1) buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies; (2) warna dan kematangan buah seragam.
Ø Kelas I: (1) buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies; (2) bentuk dan warna buah bervariasi.
Ø Kelas II: (1) tidak ada batasan ukuran buah; (2) sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang masih dalam keadaan baik.
Tahapan terakhir dalam budidaya stroberi adalah Pengemasan dan Penyimpanan sebelum akhirnya buah Stroberi dipasarkan. Buah dikemas di dalam wadah plastik transparan atau putih kapasitas 0,25-0,5 kg dan ditutup dengan plastik lembar polietilen. Penyimpanan dilakukan di rak dalam lemari pendingin 0-1 derajat C.
Sumber : http://binaukm.com/
www.jendelahewan.blogspot.com
Senin, 22 Agustus 2011
Budidaya Strawberry Organik
PENDAHULUAN Prospek agribisnis strawberry di Indonesia cukup cerah dilihat dari daya serap pasar dan permintaan dunia dari tahun ke tahun meningkat.
Dengan semangat ramah lingkungan pemakaian pupuk organik NASA mampu meningkatkan produktivitas secara Kuantitas, Kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan (Aspek K3).
SYARAT PERTUMBUHAN
Lama penyinaran matahari 8 – 10 jam hari. Curah hujan berkisar 600 700 mm pertahun. Suhu udara optimum antara 17 C – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 C – 5 C dengan kelembaban udara 80% – 90%.Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 m dpl
PENGOLAHAN LAHAN
Sebelum lahan dibajak digenangi air lebih dahulu semalam. Keesokan harinya dilakukan pembajakan sedalam sekitar 30 cm, setelah itu tanah dilakukan pengeringan baru dihaluskan.
PEMBENTUKAN BEDENGAN
Bentuk bedengan dengan ukuran lebar 80-120 cm, tinggi 30 – 40 cm, jarak antar bedengan 60 cm, panjang menyesuaikan keadaan lahan.
PENGAPURAN
Berikan dolomit sekitar 100-200 kg per 1000 m2 sesuai kondisi lahan.
PEMUPUKAN DASAR
Taburkan pupuk UREA 20 kg + TSP 25 kg + KCl 10 kg dan Pupuk kandang 2-3 ton dalam 1000 m2. POC NASA disiramkan 30-60 tutup/1000 m2 ditambahkan air secukupnya. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, POC NASA diganti SUPERNASA caranya yaitu 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter sebagai larutan induk, kemudian ambil 50 liter air dan tambahkan 200 cc larutan induk tadi.Setelah itu siramkan ke bedengan secara merata. 1 botol SUPERNASA bisa untuk 1000-2000 m2
PEMBERIAN NATURAL GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur utamanya penyakit layu tebarkan Natural GLIO yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan didiamkan selama seminggu. 1 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 25-30 kg pupuk kandang untuk luasan sekitar 1000 m2.
PEMASANGAN MULSA
Pemasangan mulsa plastik pada saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga dapat tepat menutup bedengan dengan tepat.
PEMBUATAN LUBANG TANAM
Diameter lubang ± 10 cm, dengan jarak lubang 30 – 50 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat.
CARA PENANAMAN
Pindahkan bibit beserta medianya, sebaiknya bibit dikondisikan selama sebulan sebelum tanam di kebun,dan saat penanaman usahakan perakaran tidak rusak saat membuka polibag.
PENYULAMAN
Penyulaman paling lambat 15-30 hari setelah tanam, pada sore hari dan segera disiram.
PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada gulma/ rumput liar yang menyaingi kehidupan tanaman
PEMANGKASAN
Dilakukan pada sulur yang kurang produktif, rimbun, serta pada bunga pertama untuk memperoleh buah yang prima.
PEMUPUKAN SUSULAN
Pupuk diberikan pada umur 1,5 – 2 bulan setelah tanam dengan NPK (16-16-16) sebanyak 5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air, kemudian dikocorkan sebanyak 350-500 cc/ tanaman.
PENGGUNAAN POC NASA + HORMONIK
Semprotkan (3-4 tutup POC NASA) + (1-2 tutup HORMONIK) per-tangki 14 liter setelah 2 bulan dengan interval 7-10 hari sekali.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
H A M A
a. Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
Bagian yang diserang : permukaan daun bagian bawah, kuncup bunga, pucuk atau batang muda. Gejala : pucuk atau daun keriput, keriting, kadang-kadang pembentukan daun atau buah terhambat. Pencegahan gunakan PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR.
b. TUNGAU (Tetranychus sp -Tarsonemus sp)
Bagian yang diserang: daun,tangkai, dan buah. Gejala :daun bercak kuning, coklat, keriting akhirnya daun rontok. Pencegahan PENTANA + AERO 810 atau NATURAL BVR.
c. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Othiorhychus rugosostriatus), kumbang penggerek batang (O. Sulcatus)
Gejala serangan : adanya bubuk berupa tepung pada bagian yang digereknya. Pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.
PENYAKIT
a. Layu verticillium (Verticillium dahliae)
Bagian yang diserang: mulai dari akar, daun, hingga tanaman. Gejala : daun yang terinfeksi mula-mula berwarna kuning hingga kecoklatan, serangan berat akan mengakibatkan kematian pada tanaman. Pengendalian : perbaikan drainase, sanitasi kebun, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
b. Busuk buah matang/Ripe Fruit Rot (Colletotrichum fragariae Brook) Busuk Rhizopus/ Rhizopus spot ( Rhizopus stolonifer )
Bagian yang diserang : buah. Gejala : RFR yang khas hanya pada buah yang masak saja dengan buah busuk disertai massa spora berwarna merah jambu. Pada RS, buah busuk lunak, berair, bila dipijit keluar cairan keruh.
Pengendalian : musnahkan buah yang terinfeksi, perbaiki drainase kebun, pemulsaan, rotasi tanaman, gunakan Natural GLIO pada awal penanaman yang dicampur dengan pupuk kandang yang telah jadi.
c. Busuk akar ( Idriella lunata, Pythium ulmatum, Rhizoctonia solani)
Bagian yang diserang : akar tanaman. Gejala : Idriella menyebabkan ujung-ujung akar tanaman berwarna hitam dan busuk, sedangkanPhytium mengakibatkan batang batas akar di permukaan tanah busuk berwarna coklat hingga hitam. Sementara jamur Rhizoctonia mengakibatkan sistem perakaran busuk kebasah-basahan.
Pengendalian : cabut dan musnahkan tanaman yang terserang berat, tambahkan kapur untuk tanah, lakukan rotasi tanaman, perbaikan drainase tanaman, berikan Natural GLIO pada awal penanaman.
d. Empulur merah (Phytophtora fragrariae)
Bagian yang diserang : perakaran tanaman. Gejala : tanaman kerdil, daun tudak segar bahkan dapat layu, bila diamati akar dan pangkal batang yang terinfeksi pada empulurnya akan tampak berwarna merah.Penyakit ini mengakibatkan serangan hebat pada kondisi drainase jelek dan masam/pH rendah.
Pengendalian : perbaiki drainase, pengapuran tanah, rotasi tanaman, gunakan bibit yang sehat dan hindari luka mekanis pada pemeliharaan, musnahkan tanaman yang terinfeksi berat, campurkan Natural GLIO pada awal penanaman.
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki
PANEN
Tanaman stroberi mulai berbunga pada umur 2 bulan setelah tanam. Namun pembuahan atau pembungaan pertama sebaiknya dibuang atau dipangkas karena belum bisa berproduksi secara optimum. Setelah tanaman berumur 4 bulan mulai diarahkan untuk lebih produktif berbunga dan berbuah.Panen dilakukan dengan dipetik atau digunting bagian tangkai buah beserta kelopaknya, dan dilakukan secara periodik dua kali seminggu.
Sumber : http://baimn454.wordpress.com/2011/02/24/budidaya-strawberry-organik/
www.jendelahewan.blogspot.com
Sabtu, 20 Agustus 2011
Melongok Investasi Strawberry Organik
Kamis pagi pekan lalu, segerombolan pecinta lingkungan berikut wartawan pun tergoda untuk datang dan berlomba memetik ribuan batang strawberry organik itu yang terhampar di sepetak kebun. Dan dalam sekejap, tak sebutir buah matang pun yang bersisa dari 3.000 batang strawberry dalam media tanam polibek. Sang pemilik kebun, Posman Surbakti, terharu menyaksikan semua itu, karena orang-orang begitu mengagumi si “mutiara merah“ hasil budidayanya.
Posman memang pantas berbangga hati. Kebun strawberry miliknya di atas sebidang tanah 40 x 20 meter menghasilkan buah unggul dengan produksi optimal. “Strawberi segar yang tumbuh dari kebunnya boleh dibilang layak untuk menembus pasar ekspor,” kata Sofyan Tan, Ketua Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), yang sengaja datang jauh-jauh dari Medan bersama tim ESP-USAID hanya untuk melihat panen strawberry hasil pertanian ekologis itu.
Dia yakin, jika pertanian ekologis strawberry ini dikembangkan dengan serius, akan muncul harapan baru bangkitnya investasi pertanian dan agrowisata di Tanah Karo.
Posman adalah petani yang merintis pertanian strawberry dengan sistem pertanian ekologis di lembah Sibayak. Awalnya, tak banyak petani di Doulu yang meyakini keberhasilan pola pertanian yang diterapkan Posman. Tapi melihat hasilnya yang berbeda jauh dengan pertanian strawberry yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia, satu per satu petani di sana mulai memercayainya.
Kini, beberapa petani yang mulai serius menggeluti strawberry organik itu bergabung dalam Cevarina Ekologis, sebuah program pertanian strawberry yang mengusung bahan-bahan alami atau organik sebagai pengganti pestisida dan pupuk kimia.
Strawberry hasil pengembangan organik ini ternyata memang berbeda. Secara kasat mata, strawberry organik warnanya lebih cerah walaupun ukurannya sama dengan strawberry hasil pemupukan dan pestisida kimia. “Rasanya lebih manis, dan tahan sampai empat hari, beda dengan yang pakai kimia, yang hanya tahan tiga hari,” ungkap posman.
Kualitas ini dihargai tinggi oleh pasar, hingga mencapai Rp 40.000 per kilogram, lebih tinggi ketimbang strawberry non organik yang dijual seharga Rp 30.000 per kilogram. Kualitas baik, harga jual tinggi, namun biaya produksi kecil menjadi buah unggul yang kompetitif. Sebuah terobosan bagi pertanian sayur-mayur dan buah-buahan Tanah Karo yang lesu darah akibat melonjaknya harga pestisida dan pupuk kimia.
Ya, kondisi ini memang memperburuk pertanian. Bagaimana tidak, harga jual tidak seimbang dengan biaya produksi yang melonjak. Akibatnya, petani sayuran maupun buah-buahan seringkali merugi.
Dalam kurun satu bulan panen perdana, para petani yang tergabung dalam Cevarina Ekologis itu telah berhasil mengembangkan tanaman strawberry organik lebih dari 20 ribu batang. Dari total tanaman itu, yang sudah panen sebanyak 3.000 batang.
“Kami hanya bisa mencapai keberhasilan panen strawberry dari 3.000 batang itu 60% saja. Hal ini diakibatkan perubahan cuaca yang terjadi,” ujar Posman, yang juga lulusan Universitas Negeri Medan ini. Meskipun hanya bisa mencapai angka 60% pencapaian hasil panen ini, namun mereka sudah untung. Sebab beberapa petani strawberry non ekologis banyak yang gagal panen akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di kawasan hulu DAS Deli ini.
Untuk pupuk dan pestisida nabati, digunakan bahan-bahan alami, dengan memanfaatkan bahan alam dan limbah organik yang ada di sekitar. Limbah rumah tangga, kotoran hewan, air kelapa dan air biasa, diramu dalam satu drum. Posman setiap bulannya hanya mengeluarkan Rp 498.000 untuk biaya produksi 5.000 batang strawberry.
“Dengan kondisi perubahan musim ini, pencapaian hasil panen pertanian ekologis strawberry juga berbeda secara mencolok. Di mana, pola perilaku pertanian pestisida kimiawi hanya mampu mencapai hasil 30% dari total produksi. Sedangkan pola pertanian strawberry ekologis masih mampu mencapai hasil produksinya hingga 60%,” jelas Posman.
Dengan 60% kemampuan produksi, keuntungan bersih yang bisa mereka peroleh di awal masa panen 3.000 batang sebesar Rp 1,8 juta. Bila dengan asumsi yang sama, maka panen beberapa minggu mendatang untuk total 5.000 batang strawberry akan mencapai Rp 2,98 juta setiap bulan.
Angka ini didapat bila penjualan produk strawberry bertahan di angka Rp 40.000 per kilogram. Bisa dikalkulasi, berapa besar lagi margin profit jika curah hujan rendah. Tentunya pada musim kemarau.
Ramah Lingkungan
Pemakaian unsur alami pada tanaman strawberry ini secara tidak langsung juga menjaga nilai ekologis terhadap lahan. “Bukan hanya meningkatkan perekonomian petani saja, tapi juga menciptakan kondisi lahan yang terus berkelanjutan,” ujar Sofyan Tan.
Penggunaan pestisida alami (nabati), menurut Posman, hanya berfungsi mengusir hama, bukan mematikan. Hal ini akan menjaga agar hama dan penyakit tidak kebal terhadap obat. Pemakaian pestisida kimia dapat membuat hama kebal, bukannya menyelesaikan masalah, namun pertumbuhan hama justru semakin banyak.
Di sisi lain, penggunaan pupuk kandang sebagai bahan pupuk alami, lanjutnya, secara tidak langsung mengurangi aktivitas pengambilan humus oleh masyarakat di hutan Tahura Bukit Barisan. “Tanaman subur, ekonomi rakyat meningkat, dan hutan terjaga,” ujar Posman lagi.
Tantangan Pemasaran
Gempuran para kapitalis kerap menghancurkan perekonomian petani kecil. Namun di satu sisi kualitas produksi pangan petani pun seringkali kalah bersaing dengan para ‘penguasa pangan’ dunia.
Posman dan Cevarina Ekologis sudah membuktikan bahwa pertanian organik bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, tapi juga sebuah investasi besar produk pangan yang siap untuk dilaga dengan produk sejenis di tingkat nasional bahkan internasional.
Menurut Sofyan Tan, petani seperti Posman membutuhkan sertifikat, sebagai bukti bahwa produk yang dihasilkan telah melalui percobaan dan penelitian beberapa pihak terkait. Hasil pertanian yang diproduksi, bebas dan tidak terkontaminasi oleh pupuk dan obat obatan kimia buatan pabrik.
“Oleh karena itu, sekarang kita sedang berusaha untuk membantu petani mendapatkan sertifikasi dari hasil pertanian ekologis, bekerja sama dengan Bioinspecta dari Swiss, dan Lesos dari Jawa Timur, yang merupakan badan yang berhak mengeluarkan sertifikat terhadap produk pertanian yang bebas dari bahan kimia.” tutur Sofyan.
Soal pasar dalam negeri, prospek bisnis strawberry masih berseri. Karena khasiatnya yang beragam untuk kesehatan terutama untuk mencegah kolesterol tinggi, stroke, diabetes, menghaluskan kulit dan memperlambat proses penuaan, strawberry organik selain dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga, juga sangat dibutuhkan oleh industri makanan, obat-obatan dan kecantikan. Nah, kita sudah sedikit melongok investasi strawberry organik, apakah Anda berminat terjun ke bisnis ini?
Sumber : http://bisnisukm.com/melongok-investasi-stroberi-organik.html
www.jendelahewan.blogspot.com
Jumat, 19 Agustus 2011
Panduan Budidaya Strawberry
Stroberi (strawberry) merupakan tanaman stolon. Artinya, anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah tanam. Kemudian dilanjutkan dengan pembuangan pada munculnya bunga. Barulah setelah tanaman berumur 4 bulan, bunga dibiarkan tumbuh jadi buah. Komplit, periode pembungaan dan pembuahan memakan waktu selama 2 tahun tanpa henti.
Sama halnya dengan teknik awal panen pada anggur, yaitu mengetahui dengan spesifik ciri dan umur panen. Untuk ciri, bisa dilihat pada bagian buah yang sudah agak kenyal dan empuk.
Terlebih didukung dengan kulit buah yang didominasi warna merah, hijau kemerahan hingga kuning kemerahan. Bisa juga ditandai dengan sistem waktu, dimana buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal pembentukan buah.
Setelah tahu ciri buah yang akan dipanen, langkah selanjutnya tentu cara menerapkan teknik panen. Idealnya, panen dilakukan dengan memetik bagian tangkai bunga dengan kelopaknya.
Di sini, tangan jangan sampai menyentuh buah. Penggunaan gunting pun sedikit riskan dilakukan, meski efektif untuk panen. Panen dilakukan dalam kurun waktu dua kali dalam satu minggu
“Jika tetap menggunakan gunting untuk proses panen. Sebaiknya, sterilkan terlebih dulu. Itu untuk menghindari kebusukan buah nantinya,” ujar Pembudidaya Stroberi di Purbalingga Jateng – Andi Arifin.
Perkiraan produktivitas tanaman stroberi bergantung dari varietas dan teknik budidaya. Untuk varitas Osogrande mencapai 1,2 kg/tanaman/tahun, varitas pajero 0,8 kg/tanaman/tahun dan varitas Selva 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun. Ketiga varitas ini, menurut Andi, jenis stroberi yang paling banyak dibudidaya di Indonesia.
PASKA PANEN STRAWBERRY
1. PENGUMPULAN : Sebaiknya buah disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar. Simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil dan hamparkan buah di atas lantai beralas terpal atau plastik. Kemudian cuci buah dengan air mengalir dan tiriskan di atas rak-rak penyimpanan.
2. PENGGOLONGAN DAN PENYORTIRAN : Pisahkan buah yang rusak dari buah yang baik. Penyortiran buah berdasarkan pada varietas, warna, ukuran, dan bentuk buah. Terdapat 3 kelas kualitas buah, yaitu:
* Kelas Ekstra. Buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies, warna, dan kematangan buah seragam.
* Kelas I. Buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies, bentuk, dan warna buah bervariasi.
* Kelas II. Tak ada batasan ukuran buah, sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang masih dalam keadaan baik.
3. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN : Dalam proses pengemasan stroberti ini bisa dikemas dalam wadah plastik transparan atau putih, dengan kapasitas 0,25-0,5 kg dan ditutup dengan plastik lembar polietilen. Sedangkan untuk penyimpanan, diletakkan pada rak dalam lemari pendingin dengan suhu 0-10C.
Selama ini, banyak yang mengeluhkan buah yang dikirim sudah rusak sebelum tiba di tempatnya. Tentu bukan keuntungan yang didapat. Terlebih pada anggur yang tergolong jenis buah rentan kerusakan, karena tipisnya lapisan kulit. Namun hal itu bisa ditekan jika proses panen dan pasca panen diperhatikan dari awal. [san]
Sumber : http://wartapedia.com/edukasi/panduan/2826-panduan-budidaya-strawberry.html
www.jendelahewan.blogspot.com
