Tampilkan postingan dengan label Budidaya Kambing Perah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Kambing Perah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

Jenis-Jenis Kambing Perah

1. Kambing Etawa
Berasal dari wilayah Jamnapari India. Kambing ini paling popular di Asia Tenggara, termasuk tipe dwiguna yaitu penghasil susu dan penghasil daging. Ciri-cirinya postur tubuh besar, telinga panjang menggantung, bentuk muka cembung, bulu bagian paha sangat lebat, BB jantan mencapai 90 kg, BB betina 60 kg. produksi susu mencapai 235 kg/ms laktasi. Di Indonesia untuk perbaikan mutu kambing local maka menghasilkan kambing PE (Peranakan Etawa). Sentra terbesar kambing PE adalah di Kaligesing Purworejo Jawa Tengah.

2. Kambing Alpin
Berasal dari Pegunungan Alpen Swiss, Keberadaan kambing jenis ini menebar ke seluruh daratan eropa. Ciri-ciri kambing Alpen telinga berukuran sedang dan megarah ke atas dengan warna bulu dominan putih, hitam, coklat. BB jantan mencapai 90 kg, BB betina 65 kg. Produksi susu 600 kg/ms laktasi

3. Kambing Saanen
Berasal dari lembah Saanen Swiss bagian barat. Merupakan jenis kambing terbesar di Swiss.Sulit berkembang di wilayah tropis karena kepekaannya terhadap matahari. Ciri-ciri telinga tegak dan mengarah ke depan, bulu dominant putih, kadang2 ditemui bercak hitam pada hidung, telinga atau ambing. Tidak bertanduk dan termasuk tipe dwiguna. Produksi susu 740 kg/ms laktasi.

4. Kambing Toggenburg
Berasal dari Toggenburg Valley (wilayah timur laut Swiss). Ciri-ciri telinga tegak menghadap ke depan, hidung agak cembung, warna bulu merah tua/coklat dengan bercak putih. BB jantan 80 kg betina 60 kg. Yang paling menonjol adalah kehalusan bulunya. Produksi susu 600 kg/ms laktasi.

5. Kambing Anglo Nubian
Berasal dari Wilayah Nubia (Timur Laut Afrika). Ciri-ciri telinga menggantung dan ambing besar, warna bulu hitam, merah, coklat, putih atau kombinasi warna2 tersebut. BB jantan 90 kg, betina 70 kg. Produksi susu 700 kg/ms laktasi.

6. Kambing Beetal
Berasal dari Punjab India, Rawalpindi dan Lahore (Pakistan). Diduga merupakan hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing local karena cirri fisiknya sangat menyerupai Etawa. Produksi susu 190 kg/ms laktasi.

Manfaat dan Khasiat susu kambing

Selain dijual dalam bentuk segar, susu kambing juga dapat diolah menjadi produk lain seperti yogurt, keju, mentega. Butiran lemak susu kambing berukuran antara 1-10 milimikron sama dengan susu sapi, tetapi jumlah butiran lemak yang berdiameter kecil dan homogen lebih banyak terdapat pada susu kambing sehingga susu kambing lebih mudah dicerna alat pencernaan manusia, serta tidak menimbulkan diare pada orang yang mengkonsumsinya. Susu kambing juga tidak mengandung karoten, sehingga warna susu kambing lebih putih daripada susu sapi.

Khasiat susu kambing antara lain untuk terapi TBC, membantu memulihkan kondisi orang yang baru sembuh dari sakit, mempu mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Untuk meningkatkan kesehatan kulit, terutama bagian wajah. Kandungan gizi susu kambing dapat meningkatkan pertumbuhan bayi dan anak-anak serta membantu keseimbangan proses metabolisme, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, membantu pembentukan sel darah merah dan jaringan tubuh. Baik bagi wanita dewasa untuk mengembalikan zat besi setelah haid, kekurangan darah (anemia), kehamilan serta pendarahan setelah melahirkan. Kandungan mineralnya memperlambat proses osteoporosis.

Faktor yang mempengaruhi komposisi susu kambing

1. Variasi antar jenis kambing
Dengan aneka karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya maka akan terdapat variasi dalam jumlah produksi susunya.

2. Variasi Inter jenis kambing
Setiap indivudi dari jenis/bangsa yang sama memiliki variasi dalam jumlah susu yang dihasilkan walopun jenis atau bangsa sama, tetapi jika umur dan masa laktasi berbeda maka jumlah produksi susu juga berbeda.

3. Faktor genetik
Adalah faktor yang diturunkan dari nenek moyang dan memiliki sifat kebakaan.

4. Musim
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing yang beranak pada musim gugur memiliki tingkat produksi yang lebih tinggi disbanding kambing yang beranak musim panas.

5. Umur
Produksi susu kambing meningkat seiring bertambahnya umur dan mencapai puncak pada saat berumur 5-7 tahun, yakni pada masa laktasi ke-3 atau ke-5. selanjutnya produksi susu akan menurun.

6. Lama masa laktasi
Dalam satu jenis atau bangsa kambing perbedaan lama masa laktasi menyebabkan perbedaan jumlah total produksi susu selama masa laktasi. Semakin lama masa laktasi akan semakin banyak total produksi susu yang dihasilkan. Korelasi ini tidak berarti akan semakin tinggi keuntungan yang diraih.

7. Faktor perawatan dan perlakuan
Suasana kandang yang nyamn sangat mendukung utnuk berproduksi secara optimal.

8. Pengaruh masa birahi dan kebuntingan
Kambing yang dikawinkan kembali setelah 3 bulan beranan tingkat produksi susunya akan lebih cepat menurun disbanding kambing yang sedang laktasi tetapi tidak bunting. Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya kuantitas dan kualitas pakan yang dikonsumsi, serta tingginya kebutuhan kambing akan zat-zat makanan utnuk mendukung [proses fisiologis dalam tubuhnya.

9. Frekuensi pemerahan
Berdasar hasil penelitian kambing yang diperah 2x sehari total produksi susunya lebih tinggi daripada kambing yang diperah 1x sehari.

10. Jumlah anak dalam sekali melahirkan.
Produksi susu kambing perah yang beranak 2 ekor dalam 1 kali melahirkan biasanya 20-30% lebih tinggi dari kambing perah yang hanya beranak 1 ekor.penyebabnya adalah rangsangan menyusui dari anak kambing (cempe) yang dilahirkan.

11. Pergantian pemerah
Kambing ternmasuk hewan yang tidak terlalu mudah beradaptasi pada kondisi lingkungan yang berubah drastic. Pergantian pemerah akan menyebabkan kambing mengalami stress.

12. Lama masa kering
Utnutk mendorong produksi beranak 3x dalam 2 tahun biasanya kambing dikawinkan kembali setelah beranak 3 bulan atau saat pertama birahi muncul. Dalam kondisi demikian kambing membutuhkan waktu untuk menjalani masa kering selama 2 bulan agar memiliki kesempatan untuk kembali pulih kondisinya.

13. Faktor hormonal
Hormone yang berperan dalam produksi susu adalah laktogen.penyuntika n hormone ini pada saat laktasi menyebabkan produksi susu meningkat.

14. Faktor pakan
Produksi susu akan mencapai optimal jika pakan yang diberikan dan dikonsumdi oleh kambing jumlah dan kualitasnya cukup. Komposisi hijauan dan konsentrat harus seimbang.

15. Pengaruh penyakit
Kambing perah yang sedang laktasi produksi susunya akan menurunjik terserang penyakit. Bahkan bisa langsung terhenti. Efek obat yang diberikan juga akan berpengaruh terhadap produksi dan kualitas susu yang dihasilkan.

Pemberian pakan

Secara alamiah kerena kehidupan awalnya di daerah pegunungan kambing akan lebih menyukai rambanan (daun-daunan) daripada rumput. Kambing termasuk jenis jewan ruminansia. Ruminansia tidak terlalu bergantung pada kadar zat-zat gizi pakan yang dikonsumsinya, karena proses di dalam rumen mampu menghasilkan zat gizi yang mudah diserap tubuh. Kadang pemberian pakan protein tinggi tidak efisien, karena protein tersebut mudah terurai dan terfermentasi oleh mikrobia rumen.

Ruminansia mampu mensintesis asam amino dari unsure yang dihasilkan oleh berbagai proses yang terjadi dalam rumen. Ruminansia mampu mengkonsumsi urea dlam jumlah terbatas yang di dalam rumen akan terurai menjadi amoniak dan merupakan bahan utama pembentuk asam amino. Selain bahan pakan yang dikonsumsi kebutuhan tubuh terhadap protein juga dipenuhi dari mikrobia rumen.

1. Bahan pakan
Secara umum kebutuhan zat pakan bagi kam,bing dikelompokkan dalam 2 golongan besar sumber pakan yaitu bahan pakan sumber energi dan bahan pakan sumber protein. Bahan pakan sumber energi terdiri dari bahan pakan yang berupa biji-bijian dan sisa serealia (mis : tepung, jagung dan dedak padi), umbi- umbian (mis : tepung singkong, onggok, ubi jalar) dan hijauan (mis : rumput setaria dan rumput lapang). Bahan pakan sumber protein bisa berupa biji-bijian misal tepung bungkil kedelai, ampas tahu, ampas kecap, biji kapas atau tepung2 yang berasal dari hewan atau bagian tubuh hewan seperti tepung darah dan tepung ikan. Beberapa contoh hijauan yang merupakan sumber protein seperti daun gliricidae, turi, lamtoro, centrocema, dan kacang gude.

Pakan hijauan dalam keadaan segar umumnya lebih disukai kambing dibanding dengan pakan dalam keadaan layu atau kering. Namun ada beberapa jenis hijauan yang dalam keadaan segar masih mengandung racun yang membahayakan kehidupan kambing seperti gliricidae, sebaiknya hijauan jenis tersebut dilayukan dulu selama 2-3 jam di sinar matahari atau diinapkan semalam sebelum diberikan pada ternak. Pemberian hijauan yang bervariasi akan memberi dampak yang lebih baik.

Kebutuhan kambing akan bahan pakan sangat tergantung dari kondisi fisiologis kambing tersebut, secara umum kambing membutuhkan hijauan segar sebanyak 10% dari berat badan atau berat hidupnya. Misal beratnya 30 kg maka kambing tersebut membutuhkan 3 kg hijauan/hr. Perlu diketahui bahwa tidak semua bagian hijauan disukai oleh kambing.beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian hijauana yang dicincang sekitar 5-10 cm akan lebih efisien dikonsumsi oleh kambing, karena bentuknya yang kecil-kecil.

Contohnya batang muda jika diberikan secara utuh kurang disukai oelh kambing tetapi dengan dicincang akan lebih mudah tercampur dengan jenis pakan yang lain sehingga memungkinkan kambing untuk memakannya.

2. Pemberian konsentrat
Pakan sebagai sumber protein merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh kambing yang sedang laktasi, karena proses pembentukan susu membutuhkan suplai protein yang lebih tinggi. Sistem pencernaan rumen seringkali menjadi penyebab kurang efektifnya pemberian konsentrat dengan kadar protein tinggi. Penyebabnya adalah konsentrat tersebut akan diurai atau difermentasi oleh bakteri dan mikroba lain dalam rumen, sehingga pprotein terdegradasi sebelum diserap tubuh. Untuk itu pemberian konsentrat perlu disiasati. Waktu pemberian yang terbaik adalah saat kambing sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi belum kenyang. Pada saat itu, rumen akan dipenuhi oleh hijauan, sehingga aktivitas rumen sedang tinggi-tingginya. Pemberian konsentrat saat seperti ini bisa menghindari proses fermentasi bahan pakan dalam rumen sehingga keberadaan zat-zat makanan dapat dipertahankan. Hal ini disebabkan konsentrat tidak terlalu lama berada dalam rumen.

Beberapa bahan konsentrat yang biasa diberikan adalah bekatul, bungkil kedelai, ampas tahu, bungkil kelapa atau campuran dari beberapa konsentrat. Misal 62% bekatul, 20% ampas tahu, 15% bungkil kedelai, 1% garam dapur, dan 2% tepung tulang. Jumlah pemberian sebanyak 0,5- 0,6 kg/ekor dan diberikan dalam bentuk bubur(dicampur dengan air). Usahakan konsentrat agar habis dalam waktu singkat untuk menghindari tumbuhnya jamur yang bias menimbulkan penyakit.

3. Vitamin dan Mineral
Selain bahan pakan sumber protein dan sumber energi, kambing memiliki kebutuhan akan vitamin dan mineral yang sebenarnya bisa tercukupi dengan pemberian pakan yang bervariasi. Jika kurang bervariasi sebaiknya dilakukan pemberian zeolit, garam dapur, atau tepung tulang sebagai sumber mineral dengan dosis tidak lebih dari 5 permil (5/1000) untuk setiap 1 kg berat badan. Vitamin dibutuhkan kambing dalam jumlah sedikit tetapi sangat berpengaruh dalam proses metabolisme dan daya tahan tubuhnya terhadap penyakit. Pemberian garam dapur selain untuk memenuhi kebutuhan mineral dapat juga untuk meningkatkan nafsu makan kambing. Pemberiannya sebaiknya tidak terjadwal, tetapi sudah dalam keadaan tersedia setiap saat di dalam kandang. Penempatannya bisa di dalam ember khusus yang digantung di dekat tempat hijauan setinggi 50-90 cm dr atas lantai.

4. Air
Sebanyak 70% tubuh kambing berupa air. Kekurangan air yang mencapai 20% menyebabkan kambing dehidrasi. Makanya ketersediaan air merupakan suatu hal yang mutlak. Secara umum seekor kambing membutuhkan air sebanyak 1,5-2,5 liter/hari. Sebaiknya air disediakan dalam jumlah yang tidak terbatas artinya jika air di wadahnya tinggal sedkit segera ditambah lagi.

5. Penggunaan UMB (Urea Molasses Block)
UMB mengandung non protein nitrogen (NPN) yang dalam rumen akan mengaktifkan mikroba rumen dan sintesis menjadi asam amino. UMB juga terdiri dari berbagai bahan penyusun lainnya seperti molasses, dedak padi, dan tepung tapioka (sebagai sumber energi), bungkil kedelai (sumber protein), garam dapur, tepung tulang dan kapur (sumber mineral). Pemberian UMB 4 gr/hari/kg berat badan mampu meningkatkan pertambahan berat badan harian kambing dan meningkatkan akseptabilitas kambing terhadap limbah pertanian dengan serat kasar cukup tinggi seperti kulit dan tongkol jagung.
Sumber : http://artikelkambingetawa.blogspot.com/2008/04/kambing-perah.html

www.jendelahewan.blogspot.com

Sabtu, 10 Maret 2012

Raihlah profit cepat dari beternak kambing perah

Pada saat ini susu kambing menjadi booming, jika dahulu orang diminta untuk mencoba saja tidak mau, apalagi membeli. Tapi saat ini konsumen rela antri untuk mendapatkannya.

Jika dahulu belum populer maka saat ini susu kambing dalam bentuk bubuk/powder, susu kambing dalam bentuk bubuk/powder menjadi sangat popular karena mudah dalam penyimpanan, gampang dalam penyajiannya, awet disimpan dalam jangka waktu lama, kualitasnya sebagai obat berbagai macam penyakit tidak berkurang dibanding susu kambing dalam bentuk cair.

Nah jika anda berminat untuk ber investasi dalam bidang peternakan, maka beternak kambing perah agar mendapatkan profit yang cepat dan regular bisa menjadi salah satu pilihannya.

Kenapa beternak kambing perah?

Pertama, beternak kambing perah menghasilkan susu kambing yang saat ini sangat diburu oleh konsumen karena khasiatnya menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Jika dahulu konsumen nya baru sedikit maka pada saat ini tingkat pertumbuhan konsumennya meningkat secara drastis. Produk turunan dari susu kambing ada banyak sehingga masih bisa dikembangkan lebih jauh lagi, jadi peluang mendapatkan profit lebih besar dalam jangka panjang akan menjadi sangat besar.

Kedua, beternak kambing perah relatif memerlukan investasi yang lebih kecil daripada menjadi Breeder kambing etawa.

* Harga kambing perah dipasaran tidak semahal bakalan kambing Etawa untuk breeding. Karena kambing yang kita perlukan bukan dari jenis kambing Etawa kelas A atau Super. Yang kita perlukan hanya kambing-kambing silangan dari jenis Etawa kelas C, D, atau F. Atau dari jenis Bligon atau jawarandu. Harganya dipasaran yang siap untuk diperah sekitar Rp.1.8jt. Luas tempat yang diperlukan tidak selebar luas tempat yang diperlukan untuk breeding kambing etawa.

* Kambing perah hanya memerlukan kandang yang kecil, hal itu karena memang kambing dikondisikan untuk tidak terlalu banyak bergerak. Hal ini agar susu yang diproduksi kambing lebih banyak. Lebih banyak bergerak, atau lebih aktif si kambing maka susunya menjadi sedikit. Karena kandangnya tidak besar maka biaya pembuatan dan investasi tempat tidak begitu besar

Ketiga, Income dari menjual susu kambing dapat dinikmati per hari. Susu yang dihasilkan dari pemerahan dapat dijual per hari. Jika menjual dalam bentuk cair, maka susu cair tadi bisa dibekukan agar bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Atau jika memiliki pengalaman atau teknologi untuk membuat susu kambing dalam bentuk bubuk/powder, maka konversikan susu cair tadi menjadi bubuk. Karena lebih mudah dalam penyimpanan, penjualan dan penyajiannya.

Keempat, kambing perah relatif mudah dalam pemeliharaan dan jarang terkena penyakit. Dibandingkan dengan kambing ras etawa, jenis kambing perah, bligon/jawa randu/koploh relative mudah dalam pemeliharaan nya, tidak rewel, jarang terkena penyakit. Karena jenis kambing ini memang sudah terkondisikan dengan kondisi alam di Indonesia yang merupakan habitat aslinya.

Sebelum mulai beternak carilah referensi, informasi dan tip dan trik dalam beternak kambing sebanyak mungkin, sehingga anda akan terbantu dalam merencanakan dengan lebih matang apa yang harus anda kerjakan.

Anda juga dituntut untuk jeli dalam pemasaran susu kambing, buatlah strategi pemasaran atau marketing yang baik untuk penjualan produk susu anda. Misalnya anda dapat memasarkan melalui internet secara online.

Buatlah sistem manajemen dan pengendalian mutu untuk peternakan yang anda bangun agar susu kambing yang anda hasikan mempunyai kualitas yang baik agar konsumen anda tidak kecewa.

Pilihlah anak kandang yang mempunyai etos kerja baik, baik itu anda beri gaji secara full atau part time.

Silahkan anda sendiri memilih mana yang terbaik buat anda. Karena beternak kambing itu adalah sebuah investasi yang hasilnya dapat dinikmati dalam jangka pendek dan panjang. Jika anda jeli dalam merencanakan dan menggunakan dana yang anda punyai maka profit yang anda peroleh akan menjadi besar. Besarnya profit yang dihasilkan merupakan hasil dari kerja keras anda sendiri,..Semoga beruntung….

Maju terus dunia peternakan Indonesia..

Sumber : http://www.infoternak.com/raihlah-profit-cepat-dari-beternak-kambing-perah

www.jendelahewan.blogspot.com

Senin, 07 November 2011

Wirausaha: Peternakan Kambing Perah

Di Jalan Munggang tidak jauh dari pemakaman Kober akan kita temui sebuah peternakan sapi dan kambing. Di lahan yang terletak di bantaran kali tersebut akan kita temui kambing-kambing perah yang menghasilkan susu 70 liter per harinya. Bibit kambing perah yang diternakan di sini berasal dari lokal dan australia. Susu yang dihasilkan tersebut telah dipasarkan ke Jawa Barat danb Jawa Tengah.

Ada pula pesanan yang datang dari luar Jawa yang pengiriman dilakukan dalam bentuk susu beku yang harus sudah diterima pelanggan dalam sehari perjalanan. Usaha yang dimulai dari tahun 1994 ini oleh pak Reza Alatas bermula dari hobinya memelihara kambing, karena berternak kambing perah ini membutuhkan kesabaran tinggi. Belakangan juga dilakukan eksperimen-eksperimen untuk menghasilkan susu kambing berkualitas tinggi dengan jalan memeberikan pakan khusus kepada kambing-kambing.

Dari hasil tes laboratorium tersebut memang menunjukkan hasil yang positif. Salah satu manfaat susu kambing adalah khasiatnya untuk pengobatan, misalnya untuk diabetes. Prof. Hembing dan Lukman Basyrahil mempopulerkan penggunaan susu kambing ini untuk penyembuhan berbagai penyakit. Untuk yang mudah terkena diare jika minum susu, susu kambing cocok dikonsumsi karena mudah dicerna di lambung. Dibandingkan susu sapi ada perbedaan-perbedaan khas.

Pertama adalah jika dibekukan susu sapi akan memisah antara lemak dan cairan sedangkan susu kambing tidak demikian, karena itu bisa dibekukan tahan hingga 3 Minggu.

Perbedaan kedua, menurut penelitian di Australia, susu kambing memiliki komposisi yang lebih mendekati ASI (air susu ibu) dibandingkan susu sapi. "Susu kambing cocok untuk bayi yang mengidap alergi terhadap laktosa yang terkandung dalam susu sapi" tutur pak Reza ketika menceritakan pengalaman pribadinya memberi susu kambing bagi bayinya yang alergi laktosa.

Dari hasil produksi peternakan di kelurahan Balekambang itu ada dua jenis rasa yaitu rasa tawar (plain) dan rasa rempah-rempah. Untuk rasa rempah-rempah ke dalam susu dicampurkan kapulaga, jahe, cengkeh, kayumanis dan kopi. Untuk memanaskan susu kambing tidak direbus tetapi disteam artinya proses pemanasannya tidak langsung bersentuhan dengan api (proses pasteurisasi) Lewat proses ini susu kambing aman dikonsumsi hingga jangka waktu dua minggu.

Hasil produksi tersebut dikemas dalam plastik dengan ukuran kemasan 1/4, 1/2, 1 dan 2 liter. Belakangan dikembangkan pengemasan dalam botol 350 ml. Keuntungan kemaan botol ini adalah susu siap diminum, sedangkan dalam kemasan plastik mesti dimasak lebih dahulu.(afs)

Sumber : http://infocondet.com/index.php?option=com_content&task=view&id=97&Itemid=37


www.jendelahewan.blogspot.com

Selasa, 01 November 2011

Beternak Kambing Perah Etawa

Air susu kambing merupakan hasil utama dari ternak perah yang bergizi tinggi. Air susu kambing proteinya tidak kalah dari susu sapi, protein susu kambing adalah 3,7 % sedangkan protein air susu sapi adalah 3,3 %. Dilihat dari kandungan proteinnya yang lebih tinggi dari pada susu sapi, maka kemungkinan produksi susu kambing dapat dikembangkan dan dimasayarakatkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan susu di masyarakat yang semakin meningkat, di samping juga untuk meningkatkan pendapatan para peternak.

Keuntungan Memelihara Kambing Perah Etawa

Keuntungan-keuntungan dari beternak kambing perah etawa, antara lain yaitu :
* Cepat berkembang biak, dalam waktu 2 tahun dapat beranak 3 kali dengan jumlah anak lebih dari seekor dalam satu kali kelahiran.
* Tidak membutuhkan tempat yang luas.
* Pemeliharaannya mudah dan jarang terkena penyakit.
* Modal yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.
* Merupakan tabungan yang sewaktu-waktu bila diperlukan mudah dijual.

Cara Memilih Bibit

Untuk pemilihan bibit kambing perah yang baik hal-hal yang harus diperhatikan antara lain yaitu :
* Kambing harus sehat, lincah/aktif dan tidak cacat.
* Mata bersinar terang/tidak sayu.
* Kambing yang putingnya cukup besar, lunak bila diraba, bentuk putting dan letaknya simetris.
* Berat badan harus normal, misalnya kambing perah peranakan etawa betina berumur satu tahun beratnya lebih kurang 20 sd 35 Kg, yang jantan lebih kurang 40 sd 70 Kg.

Perkandangan

Syarat-syarat kandang yang baik adalah :
* Cukup kuat dan tahan lama.
* Usahakan menghadap sinar matahari.
* Terpisah dari rumah tempat tinggal.
* Tidak lembab dan mudah dibersihkan.
* Pertukaran udara dalam kandang baik sehingga udara dalam kandang selalu segar.
* Usahakan kandang pejantan disendirikan.
* Kandang sebaiknya dibuat sistem panggung, lantainya dibuat dari kayu atau bambu ½ meter diatas tanah.

Makanan

Makanan utama kambing adalah hijauan berupa rumput-rumputan dan daundaunan, sedangkan makanan tambahanya berupa konsentrat atau makanan penguat.

Makanan hijauan terdiri dari :
* Rumput unggul, antara lain rumput gajah, benggala, bede dll.
* Rumput Lapangan.
* Kacang-kacangan.
* Hijauan lainya, misalnya daun kaliandra, gliricidae, singkong, nangka, turi, dll.
* Limbah dapur.

Makanan penguat terdiri dari bekatul, ampas tahu, jagung, ketela dan singkong. Sedangkan sebagai bahan penyedap dapat tambahkan garam dapur dan tepung tulang. Untuk air minum harus disediakan cukup, diletakkan di tempat makanan.

Banyak makanan yang diberikan untuk kambing dewasa adalah :
* Hijauan 5-7 kg/ekor/hari.
* Konsentrat kurang lebih 0,5 kg/ekor/hari.

Pengembangbiakan kambing betina :

Kambing betina yang sehat pada umumnya yaitu :
* dewasa kelamin pada umur 8-13 bulan, namun sebaiknya dikawinkan pertama kali setelah berumur 15-18 bulan;
* lama kebuntingan 145-155 hari ;
* masa birahi terlihat setiap 18-21 hari sekali dengan lama birahi antara 24-48 jam.

Tanda birahi, yaitu :
* gelisah, mengembik-ngembik berusaha mendekati kambing jantan atau menaiki punggung kambing betina;
* ekor dikibaskibaskan;
* sering kencing; kemaluanya terlihat merah bengkak dan keluar lendirnya yang jernih.

Saat mengawinkan kambing perah, yaitu :
* bila terlihat tanda-tanda birahi pagi hari, sebaiknya segera dikawinkan pada sore harinya; dan
* bila terlihat tanda-tanda birahi pada sore hari, sebaiknya segera dikawinkan pada esok harinya sebelum jam 12 siang.

Kambing yang baru beranak dapat dikawinkan lagi 3-5 bulan setelah beranak.

Pemeliharaan Anak Kambing Sebelum Kelahiran


Pemeliharaan anak kambing dilakukan semenjak masih dalam kandungan, sehingga pemeliharaanya dimulai dari induk bunting, yaitu:
* induk bunting perlu banyak bergerak, berjalan-jaln dan memperoleh sinar matahari cukup;
* induk bunting 3 bulan harus dipisahkan dalam kandang sendiri atau dikelompokkan dengan induk bunting yang lain tanpa jantan.

Tanda-tanda kelahiran, yaitu :
* induk gelisah, menggaruk-garuk sesuatu, atau berpindah-pindah tempat;
* seolah-olah berperilaku seperti membuat sarang;
* ambing membesar, jika diperah keluar susu yang berwarna kuning;
* alat kelaminya mengendor dan keluar lendir yang agak banyak; dan
* bila tandatanda tersebut telah nampak, tempatkan induk dalam kandang yang agak luas dan tersendiri, diberi alas jerami atau rumput kering yang bersih.

Pemeliharaan Anak Kambing (Cempe) Setelah Lahir

Hal-hal yang harus dilakukan yaitu, antara lain :
* bersihkan semua ledir dari mulut,hidung dan seluruh tubuh;
* potong tali pusar kurang lebih 2 cm dari lubang pusar dan olesi bekas luka dengan yodium;
* alasi kandang anak kambing dengan jerami kering atau rumput kering;
* beberapa menit lagi akan berdiri dan mulai menyusu induknya mendapatkan kolustrum (susu yang pertama keluar), bersihkan putting induknya terlebih dahulu;
* anak kambing dibiarkan menyusu secara penuh selama 6 hari, kemudian pada hari ke 7 malam harinya dipisahkan dari induknya, agar pagi harinya induknya dapat diperah sehingga menghasilkan susu yang banyak, siang harinya dibiarkan berkumpul dengan induknya lagi;
* pada umur 4-5 minggu anak kambing mulai belajar makan daun-daunan muda, setelah umur 1-2 bulan mulai belajar makan rumput; dan
* anak kambing umur kurang lebih 4 bulan disapih dari induknya.

Pemeliharaan Masa Pertumbuhan

Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu:
* kambing betina mulai dewasa pada umur 8-14 bulan, tetapi saat itu belum boleh dikawinkan;
* umur yang baik mulai mengawinkan adalah umur 15-18 bulan;
* untuk menghindari perkawinan muda mulai umur 5 bulan kambing betina harus dipisahkan dengan kambing jantan;
* waktu hari panas kambing-kambing dimandikan satu minggu sekali untuk menjaga gangguan penyakit kulit dan biarkan berjemur setelah dimandikan; dan
* perawatan kuku perlu diperhatikan, oleh karenanya bila kuku sudah panjang harus dilakukan pemotongan dengan memakai gergaji halus.

Pemerahan

Cara-cara pemerahan yang baik adalah :
* dilakukan pada waktu yang tetap, misalnya 2 kali sehari, pagi dan sore;
* bersihkan dulu tangan pemerah dengan sabun;
* cucilah putting dan kambing dengan air hangat, dilap dengan kain halus;
* hindari air susu tertinggal dalam putting, oleh karena itu susu harus habis diperah, untuk mengetahuinya adalah dengan jalan menyentuh atau sedikit menggoyangkan kambing;
* pada umumnya produksi susu kambing peranakan etawa per ekor 1-11/2 liter.

Dalam melakukan pemerahan hal-hal yang harus diketahui oleh peternak adalah :
* masa produksi kambing berlangsung antara 7-8 bulan, mulai sejak kambing sudah melahirkan anak yang disebut masa laktasi;
* antara 2-3 bulan sebelum kambing melahirkan pemerahan harus dihentikan, maksudnya untuk menjaga kesehatan induk kambing dan persiapan kelahiran anaknya; dan
* untuk menghindari bau-bauan yang lain maka pemerahan dilakukan di tempat khusus yaitu ruang untuk memerah.

Penyakit dan Cara Pencegahannya

Kudis/Kurap/Scabies


Penyebabnya antara lain yaitu :
* kotoran dan parasit;
* kambing tidak pernah dimandikan.

Tanda-tandanya adalah :
* adanya bercak-bercak merah pada kulit dan bisul-bisul karena gigitan;
* ternak gelisah karena gatal;
* kambing menjadi kurus, karen tidak makan dan harus menggaruk-garuk, menggosokgosok dan menggigit-gigit badanya;
* kulit bertambah tebal merah dan bulubulu rontok.

Pencegahanya yaitu dengan jalan:
* kebersihan harus dijaga dan diperhatikan;
* kambing rutin dimandikan dan disikat;
* kambing yang sakit harus diasingkan, dipisahkan dari kambing lainya yang sehat.

Pengobatan dapat dilakukan dengan cara:
* rambut kambing dicukur dan dimandikan, kerak-kerak kulit dibersihkan dengan air hangat dan sabun;

Setelah itu diobati dengan :
* serbuk belerang dicampur kunyit dengan minyak kelapa dan dipanasi, kemudian digosokkan pada kulit yang sakit;
* campurkan kreolin 1 bagian dengan spritus 10 bagian kemudian oleskan pada kulit yang luka; dan
* kambing dimadikan dengan campuran 10 liter air dan asumtol 10 gram.

Missitis (Radang Kelenjar Susu)

Penyebabnya adalah baktri steptococcus. Tanda-tandanya antara lain:
* timbul peradangan pada sluran susu, sehingga air susu yang tidak normal;
* ambing membengkak, bila diraba terasa panas;
* air susu yang keluar encer, kadag-kadang bercampur darh dan akhirnya susu tidak keluar sama sekali; dan
* nafsu makan berkurang dan suhu tubuh naik.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara antara lain, yaitu :
* kandang dan alat-alat perlengkapan kandang serta lantai kandang selau bersih;
* pemerahanya harus benar;
* kambing dan putting terlebih dahulu dibersihkan sebelum diperah;
* kambing dan putting dihindarkan terjadi luka yang dapat menyebabkan infeksi kuman.

Pengobatan dapat dilakukan dengan : antibiotik, misalnya Penicillin, tetracycline,sulfamethasine, dll.

Demikian tehnik-tehnik beternak kambing perah yang disajikan untuk para peternak ataupun yang berminat untuk menggeluti usaha ternak kambing perah. Usaha ini apabila digeluti secara serius bukan tidak mungkin akan menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi, disamping akan menambah pemenuhan kebutuhan susu di masyarakat.

Semoga bermanfaat….!

Sumber : http://bandungkambingetawa.wordpress.com/2010/10/29/beternak-kambing-perah/


www.jendelahewan.blogspot.com

Jumat, 28 Oktober 2011

10 cara memulai peternakan kambing perah

10 cara memulai peternakan kambing perah yang patut anda baca sebelum memulai bisnis yang sekarang sedang nge-trend di kalangan peternak

Peternakan kambing perah adalah peternakan yang mengkususkan diri dalam memproduksi susu kambing. Sangat penting Anda untuk dipertimbangkan biaya dan jumlah pekerja yang terlibat dalam memulai usaha, karena pasar mungkin tidak menguntungkan atau berkelanjutan dalam jangka panjang. Masalah yang Anda perlu pertimbangkan termasuk mempekerjakan tenaga kerja, pemasaran, metode produksi, peraturan dan biaya. Ada banyak untuk berpikir tentang jadi pastikan Anda merencanakan dan mempersiapkan bisnis ventura.

1. Teliti dan pelajari mengenai peternakan kambing perah. Hanya anda yang tau apakah usaha ini yang cocok bagi anda atau tidak. Pelajari dahulu jenis kambing apa yang anda butuhkan. Jangan sampai anda membeli kambing yang ditujukan untuk menghasilkan bibit unggul tapi anda perah susunya, karena jenis kambing semacam itu harganya tentunya jauh lebih mahal ketimbang kambing perah. Juga pelajari cara memilih kambing yang memiliki ambing yang baik. Anda sendiri yang mengetahui berapa modal yang anda punya. Paling tidak carilah peternak yang sudah lebih dahulu memulai untuk belajar darinya.

2. Jika anda sebelumnya belum pernah memelihara kambing, pelihara dahulu kambing dalam jumlah kecil, misalnya 2 ekor, pelajari bagaimana cara memeliharanya, cara memberi makan atau membersihkan. Juga perhatikan bagaimana lingkungan mereka, lingkungan haruslah tetap bersih, karena itu akan sangat mempengaruhi kualitas susu yang dihasilkan. Usahakan agar anda mendapatkan pengalaman dari proses ini.

3. Usahakan agar orang orang terdekat anda, atau keluarga anda mendukung usaha ini. Karena usaha ini akan memakan waktu yang panjang, jika keluarga atau orang orang terdekat anda mendukung anada dalam pekerjaan ini, anda akan dapat mengurangi biaya tenaga kerja.

4. Buat rencana bisnis untuk memulai peternakan. Membuat spreadsheet yang berisi semua rincian anggaran Anda. Kerjakan rencana start up biaya – termasuk membeli kambing, menyiapkan peralatan pengolahan susu, mempekerjakan tenaga kerja, leasing atau membeli properti dan biaya overhead

5. Hitung margin keuntungan Anda berdasarkan perkiraan berapa banyak susu dan produk terkait (seperti keju dan mentega yang kemungkinan besar bisa dibuat dalam jangka panjang, atau dalam jangka pendek kotoran kambing yang bisa diujal untuk dijadikan pupuk) yang anda harapkan untuk dijual dari hasil peternakan Anda. Putuskan berapa banyak dana yang Anda butuhkan untuk memulai dan bekerja ketika Anda akan mulai mendapatkan investasi Anda kembali.

6. Mempekerjakan tenaga kerja yang diperlukan. Jika keluarga anda mendukung mereka mungkin dapat menaruh beberapa tenaga kerja ke pertanian, namun Anda mungkin memerlukan spesialis atau seorang sarjana peternakan yang sudah ahli untuk memperhatikan betul betul ternak kambing anda.

7. Jangan lupakan perizinan dan masalah perpajakan.

8. Dapatkan susu kambing yang berkualitas dengan memperhatikan kualitas dari peternakan anda. Misalnya saja, kandang anda harus punya jarak dari tanah atau menggunakan kandang panggung agar kambing lebih sehat. Lantai bawahnya menggunakan semen agar bersih dan memudahkan perawatan dan pengambilan, pengumpulan kotoran kambing. Perhatikan juga kualitas dari peralatan, semua peralatan yang berhubungan dengan susu jangan menggunakan plastic, kalau bisa gunakan kaca atau stainless steel

9. Pilih jenis kambing yang sesuai dan putuskan berapa banyak yang anda akan beli untuk diternakkan. Ada beberapa yang sudah populer di Indonesia, yaitu kambing peranakan ettawa, kambing peranakan ettawa senduro, kambing saanen ataupun yang telah disilangkan dengan kambing peranakan ettawa.

10. Beli kambing dan tempatkan mereka di peternakan anda. Pastikan kesehatan kambing dan harganya tidak terlalu tinggi. Sebelumnya luangkan waktu untuk mengunjungi banyak peternakan dan pasar hewan untuk survey.

Sumber : http://www.infoternak.com/10-cara-memulai-peternakan-kambing-perah


www.jendelahewan.blogspot.com