Selasa, 21 Juni 2011

budidaya love bird




Love bird atau burung cinta, kini menjadi primadona bagi para kicau mania. Selain memiliki corak warna cerah yang beraneka ragam, burung cinta j
uga memiliki suara kicau yang merdu dan cerewet. Burung paruh bengkok yang berasal dari Madagaskar, Afrika tersebut, jika berpasangan, maka tingkah lakunya mirip manusia yang tengah dirundung asmara, karena selalu berduaan memadu kasih, tanpa mau meninggalkan kekasihnya. Karena itulah, dinamakan burung cinta.


Ada beragam jenis love bird, yang diburu kicau mania, diantaranya lutio mata merah, berwarna dasar kuning, kepala oranye dan berparuh merah. Kemudian love bird jenis blorok yang warna dasarnya mirio lutio mata merah, tetapi berbulu semu-semu hijau, kuning dan biru.

Kedua jenis love bird ini, paling populer dan banyak diburu kicau mania. Bahkan, harga jualnya juga relatif mahal. Untuk lutio mata merah, harga anaknya saja mencapai 3 Juta Rupiah. Sementara yang dewasa bisa laku hingga 6 Juta Rupiah perpasang. Love bird jenis blorok, harga jual anaknya mencapai 4 Juta Rupiah, tetapi setelah dewasa bisa laku terjual 7 Juta Rupiah per pasang.

Mahalnya harga jual jenis burung yang selalu berpasangan ini, disebabkan tingginya permintaan, tetapi sangat sedikit yang berhasil membudidayakannya.


Untuk membuahkan hasil maksimal, perlu di buatkan kandang penangkaran berkotak-kotak sepeti ukuran panjang lebar 150 CM dan tinggi 300 CM. Cara ini akan mempermudah perawatan karena tidak repot lagi untuk memindahkan masing-masing media pakan.

Kendala budidaya love bird adalah sifatnya yang suka berkelahi untuk memperebutkan pasangannnya dan dalam memperbutkan tempat untuk bertelur.

Subino, salah seorang pembudidaya love bird, asal Kelurahan Randu Agung, Kecamatan Kebomas Gresik, Jawa Timur mengatakan, masih jarang warga yang menggeluti love bird, meskipun permintaan pasar relatif tinggi, sehingga harganya relatif mahal pula. “Padahal, ini bisnis sangat menggiyurkan yang jarang di lirik orang”, ujar Subino

Semula Subino memasarkan love bird produksinya ke Surabaya dan kota-kota besar lainya, tetapi sekarang tidak lagi, karena produksi terbatas. Bahkan, para pecinta burung cinta, kini langsung datang ke rumah tinggalnya yang dijadikan pusat penangkaran.