Minggu, 26 Juni 2011

Potensi Zero Sebagai Anjing Pelacak

Kecintaannya terhadap anjing sudah dimiliki sejak masih kecil, saat itu pernah pelihara dan hanya sebentar, karena orang tuanya tidak menyetujui kalua anaknya pelihara anjing. Akhirnya anjing yang dipelihara diberikan kepada tetangganya. Awal tahun 2009, Dimas dan istrinya Kikin sepakat untuk memelihara anjing lagi, saat itu pilihannya  kalau ga Siberian  ya Golden retriever.
Trah Golden Retriever akhirnya menjadi pilihan untuk dipelihara, anjing yang dipelihara saat itu Zero dan Vivi. 2 ekor golden ini dibeli dari merapi kennel, yang saat itu masih berusia 2,5 bulan. Usia Zero maret nanti 2 tahun dan rencananya akan saya kawinkan, sekarang lagi cari betinanya dulu. Untuk Vivi usianya 1 tahun lebih, masih kurang 8 bualn lagi untuk saya kawinkan,”jelas Dimas”.
Untuk aktifitas sehari-hari memang kedua ekor anjingnya tidak tinggal didalam rumah, sehingga setiap pagi pasti kami keluarkan dari kandang yang terletak dibelakang rumah. Mereka akan bermain dan berlarian saat dikeluarkan dari kandang, unrtuk hari sabtu dan minggu biasanya diajak jalan baik itu diseputaran komplek rumah atau juga ikutan kegiatan Dog Community.
Untuk makan pagi sampai siang hari Zero dan Vivi ada di halaman belakang, saat sore harinya mereka masuk kandang. Seperti itulah kegiatan sehari-hari di rumah kami. Mengenai perawatannya sendiri, ya kalau kotor sedikit bulunya dibersihkan dengan kanebo terus biasanya setiap sabtu pagi dimandikan, dan yang paling penting pastinya jadwal imunisasi dan minum obat cacing tidak boleh telat.
Zero sendiri memang dilatih untuk karya guna, tetapi untuk saat ini distop dulu karena saya dapat Sk tugas kerja di Samarinda selama 6 Bulan. kalau untuk standar Ujian BH, Zero pasti sudah menguasai, tapi sayangnya Zero bukan tipe Fetch, dia lebih suka penciuman. Pelatihnya dulu pernah kasih tahu, kalau Zero punya potensi jadi anjing pelacak,”kata Dimas yang bekerja di salah satu bank swasta nasional”.
Setelah zero dan vivi di kawinkan, tentunya Dimas dan Kikin akan mencari keturunan yang garis darahnya bagus untuk dipelihara. Sedangkan yang lain rencananya akan dijual ke teman-teman sesama penghobi Golden Retriever. Samapai saat ini, saya masih belum menemukan pejantan yang cocok untuk dikawinkan dengan vivi, begitupun sebaliknya untuk zero belum ada yang mengenai betinanya. Ya semoga secepatnya akan mendapatkan,”harap Dimas”.
Sebagai jiwa muda, Dimas masih memiliki hobi lain diluar hobi pelihara anjing, salah satunya touring dengan komunitas Yamaha ‘vixion’, yang sebagaian waktunya dihabiskan ke luar kota atau ke daerah-daerah pegunungan.Untuk menambah keasyikkan saat di perjalanan, Dimas juga suka sekali motret dengan kamera digital. Sehingga momen-momen yang indah dan bagus akan selalu didokumentasikan di kameranya.
Kembali lagi dunia peranjingan, kususnya trah Golden Retriever. Sekedar informasi saya saat ini menjadi anggota Paguyuban Golden Retriever Jogja. Tujuan saya ikut komunitas ini adalah agar Golden retiever di Jogakarta tetap pada garis darah ( Stambum) yang benar, juga semoga Golden bisa lebih memberi kontribusi positif bukan hanya sebagai peliharaan di rumah, melainkan bisa juga untuk di karya gunakan.