Jumat, 24 Februari 2012

FAKTOR YANG MENIMBULKAN STRESS PADA IKAN

Penyakit dan hama juga harus menjadi pengetahuan yang penting bagi peternak ikan dan siapa saja yang hendak membudidayakan ikan. Dan pada tahap tertentu, serangan penyakit dan gangguan hama tidak hanya menyebabkan menurunya hasil panen (produksi), tetapi pada tahap yang lebih jauh dapat menyebabkan kegagalan panen.
Dan masalah yang dianggap sering menjadi penghambat budidaya ikan terbesara adalah munculnya serangan penyakit.
 




PENYAKIT IKAN
timbulnya serangan penyakit itu merupakan hasil dari interaksi yang tidak serasi antara lingkungan, ikan, dan jasad/ organisme penyakit. Interaksi yang tidak serasi ini menyebabkan stress pada ikan, sehingga mekanisme pertahanan diri yang dimilikinya menjdi lemah dan akhirnya mudah diserang penyakit.
faktor penyakit pada ikan atau peristiwa yang memicu terjadinya penyakit antara lain sebagai berikut :

 
1.Stress
Faktor lain misalnya transportasi,
dapat menyebabkan tekanan pada system kekebalan dan menghasilkan bermacam faktor meningkatnya penyakit dan kematian pada ikan. Kemudian timbul radang pada dinding perut yang menyebabkan luka yang berasal dari dalam.
Ikan yang kekurangan gizi juga merupakan sumber dan faktor yang menimbulkan penyakit. Pakan yang kandungan proteinnya rendah akan mengurangi laju pertumbuhan, proses reproduksi kurang sempurna, dan dapat menyebabkan ikan menjadi mudah terserang penyakit. Kekurangan lemak atau asam lemak akan menyebabkan pertumbuhan ikan terhambat, kesulitan reproduksi, dan warna kulit yang tidak normal.

2.Pemberian pakan yang berlebihan
Ada dua kejadian yang berbahaya bila ikan diberikan pakan yang berlebihan, yaitu ikan mengalami kekenyangan yang berlebihan sehingga usus ikan mudah pecah dan penurunan kualitas air.
Pakan yang berlebihan yang tidak habis dimakan oleh ikan akan tertimbun didasar kolam dan tambak. Sedangkan konsentrasi ammonia yang berlebihan dapat menyebabkan timbulnya keracunan pada ikan.

3.KeracunanKeracunan yang bayak diketahui adalah yang disebabkan oleh ion NO2- dan NH3. Terlalu jenuhnya darah dengan gas  bisa terjadi misalnya karena penggunakan air yang dipanaskan, air yang disediakan melalui tekanan yang berlebihan, dan pengaliran air menggunakan pompa-pompa yang rusak dan berlubang. Ketengikan lemak dapat merusak fungsi hati ikan. Kesemuanya ini pada konsentrasi tinggi dapat membahayakan ikan dan para pengkonsumsi ikan.
4.Memar dan luka
Ikan mengalami memar dan luka karena saling mengigit atau penangganan yang kurang baik. Penyakit ulcus syndrome pada ikan kerapu yang diidentifikasikan disebabkan oleh bakteri vibrio sp. (vibriosis) berawal dari memar dan luka pada ikan. Untuk menjaga kondisi tempatpengangkut tetap baik, perlu diperhatikan waktu pengangkutan, jumlah ikan yang diangkut, dan jarak yang ditempuh. Di dalam wadah pengangkut, ukuran ikan harus seragam, terutama ikan-ikan yang mempunyai sifat kanibal (saling memangsa) seperti ikan kerapu, kakap, kuwe, gabus, dan ikan-ikan karnivor lainya. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi saling menyerang antara ikan yang dapat menyebabkan memar dan luka pada ikan. Sebab ikan yang memar dan luka hanya cepat stres, tetapi bagian tubuh yang memar dan luka merupakan tempatpotensial untuk diserang penyakit.
Begitu juga ikan yang mengalami pembengkokan tulang. Menjaga agar kualitas air tetap optimum bagi kebutuhan ikan yang dibudidayakan, berarti menjaga kesehatan ikan dan mencegah serangan penyakit. Kualitas air yang optimum dapat dipertahankan dari kegiatan memilih lokasi yang ideal, menggunakan dan membuat wadah budidaya yang cocok, dan melaksanakan pengololaan usaha budidaya ikan secara benar, seperti memilih benih yang berkualitas, pemberian pakan yang cukup dan bermutu serta tepat waktu, pergantian air, pengelolaan tanah, dan sebagainya.
Ikan pemeliharaan yang terluka akibat terserang pemangsa akan mudah stres, dan bagian yang memar atau terluka merupakan tempat yang potensial terjadinya serangan penyakit infeksi.