Selasa, 21 Februari 2012

Jenis Jenis PENYAKIT pada AYAM | Ciri gejala Pencegahan dan pengobatannya Lengkap

Jenis Jenis PENYAKIT pada AYAM | Ciri gejala Pencegahan dan pengobatannya LengkapJenis Jenis PENYAKIT pada AYAM | Ciri gejala Pencegahan dan pengobatannya LengkapJenis Jenis PENYAKIT pada AYAM | Ciri gejala Pencegahan dan pengobatannya LengkapJenis Jenis PENYAKIT pada AYAM | Ciri gejala Pencegahan dan pengobatannya LengkapJenis Jenis PENYAKIT pada AYAM | Ciri gejala Pencegahan dan pengobatannya Lengkap

PENYAKIT AYAM

( Junaidi karo karo kacaribu )



GUMBORO, VAKSIN DAN KEKEBALAN

“Apakah ada vaksin (maksudnya: Vaksin Gumboro) yang tangguh menjadi benteng sebenarnya?” ujar Durrahman, seorang peternak ayam potong di kawasan pegunungan seribu Wonosari Yogyakarta.

Memang cukup beralasan keluhan yang bernada pertanyaan itu disampaikan Durrahman itu kepada Infovet yang ditemui di kandangnya yang relatif besar. Lokasi kandang sebenarnya cukup panas karena pepohonan meranggas di mana daun-daun pohon besar yang biasa melindungi itu rontok jika memasuki awal musim kemarau.

Sebenarnya lokasi kandang itu berada di kawasan yang kurang ideal, sekadar untuk tidak mengatakan tidak memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ayam potong. Aspek suhu lingkungan yang panas dan juga volume cadangan air sangat terbatas bagi usaha peternakan adalah contohnya.

Namun demikian kondisi yang sangat minimalis itu tetap tidak menyurutkan niat dan tekad Durrahman untuk berusaha menekuni usaha itu. Meski baru berjalan sekitar 3-4 tahun, namun jika dilihat dari perkembangan tingkat kesejahteraan keluarganya, maka Durrahman termasuk cukup berhasil.

“Saya mencoba menentang arus dan melawan sebagian besar pendapat para praktisi perunggasan bahwa kawasan usaha saya tidak cocok sebagai tempat beternak ayam potong,” tuturnya.

Mantan pekerja kandang ayam di Bogor yang kembali ke desanya itu mencoba usaha itu di desanya oleh karena aset yang dimiliki dan ketrampilan hanya itu.

Selepas dari Bogor meneguhkan minat dan tekadnya untuk menjadi peternak mandiri skala kecil-kecilan.

Oleh karena lokasi tempat tinggalnya yang merupakan aset utama berada di pegunungan gersang setiap kali musim kemarau menjelang, dicoba untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Ketika ditanyakan kendala dan hambatan untuk mengembangkan lebih besar usahanya disamping kesulitan mendapatkan lahan yang luas dan jauh dari pemukiman penduduk juga karena ada salah satu penyakit yang selama ini masih dianggap sulit diantisipasi dan dihadapi. Penyakit itu adalah Gumboro.

Menurutnya program kesehatan seperti vaksinasi sebagaimana disyaratkan telah dilakukan dengan ketat. Oleh karena itu Durrahman mencoba menantang para pemasar vaksin untuk berani memberikan jaminan bebas gangguan selama pemeliharaan, ternyata tidak ada yang berani.

“Apakah ada vaksin (maksudnya: Vaksin Gumboro) yang tangguh menjadi benteng sebenarnya,” ujar Durrahman kepada Infovet mengulangi tantangannya setiap bertemu dengan para tenaga kesehatan lapangan.

Dan, hampir tidak ada yang berani memberikan jaminan, umumnya saran dan nasehat, nyaris seperti nasehat juragannya dahulu waktu di Bogor kepada dirinya dan pekerja kandang agar menjaga kebersihan dan terus melakukan penyemprotan.

Terkadang, lanjut Durrahman, ia mengambil sebuah kesimpulan akhir bahwa penyakit ayam sudah seperti bagian tak terpisahkan dari usaha perunggasan. Sebab atas dasar pengalamannya sebagai anak kandang hampir pasti ada gagguan penyakit dari yang ringan sampai yang ‘ganas’.

Menurutnya belum pernah sekalipun dalam satu periode yang mulus dan lolos dari sergapan penyakit.

Khusus penyakit Gumboro, memang termasuk momok dan membuat pengelola senam jantung. Sebab terkadang, menerjang ketika usia masih belum layak panen, tetapi juga paling sering ketika sudah mendekati usia panen.

“Pertumbuhan dan performans ayam sangat bagus juga harga pasar yang sedang tinggi… eee Gumboro muncul. Seolah seperti terbangun dari tidur ketika sedang mimpi indah.” ujarnya seolah menceritakan harapan yang musnah seketika.

Selama ini Durrahman mengatasi kasus Gumboro ketika usia masih awal atau muda hanya dengan pemberian air gula atau sorbitol dan parasetamol (zat aktif penurun panas) dan semprot kandang secara teruis menerus.

Pengalamannya cara itu memang tidak bisa mengatasi dengan sempurna namun mampu menekan angka kerugian yang mungkin akan jauh lebih besar jika di revaksinasi.

“Pemberian air minum yang mengandung zat manis-manis mampu menekan kematian dan munculnya kerdil sampai 30%. Selama saya menjadi anak kandang cara dan metoda itu setidaknya masih yang terbaik” tuturnya.

Kembali ia bertanya ke Infovet, apakah ada cara lain lagi selain vaksinasi yang ternyata tidak bisa menjamin 80% sakalipun apalagi 100% bisa terbebas dari gangguan penyakit Gumboro.

Bahkan yang paling memprihatinkan jika penyakit ini muncul seolah penyakit lain antri untuk ikut melemahkan ayam, sehingga tidak heran jika para peternak termasuk dirinya begitu traumatis dengan Gumboro.

Meskipun traumatis namun oleh karena kenyataan itu harus dihadapi maka setiap peternak, menurut Durrahman pasti mencoba mencari solusi sendiri atas dasar pengalaman dan improvisasi lapangan.

Seperti caranya selama ini, masih dianggap solusi terbaiknya. Pertanyaannya apakah ada pengalaman peternak lain yang lebih sukses dan mulus menghadapi Gumboro?

Kekebalan Broiler

Untuk menjawab pertanyaan dan kegelisahan peternak ini, kita mesti memahami ihwal kekebalan ternak ayam.

Sama dengan tubuh manusia, tubuh hewan juga rentan dengan gangguan bibit penyakit. Artinya diperlukan juga sistem imun yang kuat untuk menangkal berjangkitnya bibit penyakit pada tubuh ternak tersebut.

“Fungsi sistem imun sangat penting untuk kesehatan ternak terutama ayam broiler yang mempunyai batasan umur pemeliharaan,” Akademisi Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau drh Jully Handoko mengatakan.

Dikatakan alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini, tujuan dari pemeliharaan ayam broiler adalah pencapaian berat badan yang optimal dengan penerapan tatalaksana pemeliharaan yang maksimal.

Berat badan ayam broiler yang optimal hanya didapat bila ternak sehat dan tidak ada gangguan bibit penyakit, artinya peternak harus mengesampingkan atau memangkas ancaman bibit penyakit yang akan menggerogoti ayam broiler peliharaannya tersebut.

Jully mengatakan pada kasus Gumboro, pada Gumboro bentuk dini akan merusak sistem kekebalan ayam secara masif. Kerusakan ini tidak akan sembuh kembali, akibatnya akan terjadi imunosupresi yang permanen pada ayam dimaksud. “Dan inilah awal kerugian yang sebenarnya pada peternak ayam broiler,” tegas Jully.

Senada dengan Jully, Drh Budi alumni FKH UGM angkatan 1980 menambahkan, imunosupresi yang dipicu oleh Gumboro juga dapat menyebabkan ayam lebih muda atau rentan terinfeksi oleh pelbagai penyakit lain dan parahnya lagi adalah tidak responnya sistem kebal yang dimiliki ayam terhadap vaksinasi untuk jenis penyakit lainnya.

Bursa Fabrisius

Sistem kebal ayam dan ternak lain merupakan sistem yang sangat komplek. Pada ayam, ada dua organ tubuh yang berhubungan dengan sistem kebal, yakni bursa dan timus.

Bursa sebagian besar berisi sel B yang berperan dalam memproduksi antibodi humoral atau yang bersikulasi, sedang timus sebagian besar berisi sel T dengan fungsi mengenal dan menghancurkan sel yang terinfeksi bakteri atau virus, mengaktifkan makrofag dalam fagositosis dan membantu sel B dalam memproduksi antibodi.

Pada masa embrio, kedua sistem ini diprogramkan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap penyakit, artinya kekebalan yang didapat sebagai akibat pernah menderita penyakit infeksi atau karena inokulasi dengan bahan-bahan penyebab penyakit yang telah diubah bentuknya.

Di samping itu, virus penyakit Gumboro tidak hanya menyerang bursa, yang dapat menyebabkan gangguan terhadap kemampuan produksi antibodi humoral, tapi juga dapat menyerang timus yang akan menghancurkan kekebalan berperantara sel.

Bila infeksi terjadi sebelum ayam berumur 3 minggu maka kerusakan akibatnya bersifat permanen, sedang bila infeksi terjadi setelah ayam berumur 3 minggu, kerusakan tersebut tampaknya bersifat sementara dan sistem kebal ayam yang sembuh kembali akan berfungsi lagi dalam waktu 2-3 minggu pasca infeksi.

Antibodi Maternal

Lalu bagaimana mengatasi infeksi pada anak ayam, kembali drh Jully Handoko menegaskan bahwa anak ayam telah memperoleh antibodi pasif yang didapat dari induknya melalui kuning telur (antibodi maternal), ini dapat dilakukan dengan cara mengusahakan tingkat antibodi humoral tetap tinggi pada ayam induk atau parent stock.

Hal ini sangat efektif dalam mencegah dan melindungi anak ayam dari infeksi. “Pihak breeder tetap memegang peran penting dalam memangkas munculnya kasus-kasus penyakit akibat imunosupresi,” imbau akademisi Fapertapet UIN Suska ini.

Di samping itu, antibodi maternal tidak hanya melindungi anak ayam terhadap infeksi, tetapi juga akan menghalangi pembentukan antibodi aktif terhadap IBD.

Telah diketahui bahwa waktu paruh antibodi maternal IBD berkisar 3-4 hari, dan ayam yang memiliki antibodi maternal dengan titer yang tinggi, maka tingkat antibodi maternalnya akan berkurang jauh lebih cepat bila dibanding dengan ayam yang mempunyai titer antibodi maternal rendah.

Tindakan Pencegahan

Lalu, apa yang harus dilakukan peternak untuk mencegah infeksi Gumboro penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh ayam ini?

Merujuk pada konsep lapang dari pengalaman peternak, drh Budi menuturkan bahwa ada 3 cara tindakan preventif infeksi dini virus Gumboro yang dapat dilakukan peternak yaitu”

1) Mencegah ayam kontak dengan virus Gumboro,
2) Memberi vaksin pada ayam induk sehingga anak ayam memperoleh perlindungan melalui antibodi maternal, dan
3) Memberi vaksin pada anak ayam dengan jenis vaksin Gumboro aktif yang non virulen.

Berulangnya kasus Gumboro di tingkat peternak lebih disebabkan oleh faktor ekonomis. Maksudnya adalah pada ayam broiler seyogyanya vaksinasi Gumboro dilakukan dua kali, namun mengingat biaya yang dikeluarkan peternak cukup tinggi, maka peternak hanya melakukannya sekali selama periode pemeliharaan.

Hal ini berdampak negatif, di mana Gumboro akan menimbulkan serangannya pada saat-saat mendekati panen. “Inilah yang perlu diwaspadai peternak,” tegas Budi yang juga menghimbau, di samping Gumboro, peternak juga mesti tetap waspada terhadap jenis penyakit lain yang juga dapat menurunkan imunitas ayam. Penyakit tersebut adalah CRD dan Koksidiosis.

Eliminir Faktor Pemicu

Sementara itu M Hadie peternak broiler di Panam pinggiran Kota Pekanbaru mengatakan bahwa dalam penanganan Gumboro diperlukan perhatian serius terhadap faktor-faktor pemicu berjangkitnya penyakit tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, faktor kepadatan kandang saat minggu pertama pemeliharaan perlu diperhatikan, hal ini terkait dengan tingkat stres ayam dan ini disinyalir sebagai awal petaka menurunnya daya tahan tubuh ayam dimaksud.

Sedang menurut drh Rondang Nayati MM Kasubdin Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Riau lebih menganjurkan pada keseimbangan gizi makanan yang dikonsumsi ayam baik broiler maupun layer.

Hal ini cukup mendasar, karena bila ayam cukup makanan dengan gizi yang baik maka ayam mampu bertahan dari serangan penyakit. Terkait penggunaan obat-obatan hewan, istri mantan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau ini menegaskan harus diberikan secara hati-hati, karena ini menyangkut keamanan konsumen (food safety).

Vaksinasi dan Kekebalan

Kekebalan yang dibentuk oleh tubuh ayam ada dua yaitu kekebalan humoral atau menyeluruh, di mana zat kebal ada dalam aliran darah dan kekebalan lokal dengan zat kebal terdapat pada bagian tubuh yang pernah diserang penyakit.

Demikian Drh Muhammad Firdaus MSi Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Pekanbaru seraya melanjutkan, kekebalan lokal dapat merupakan senjata untuk menghadapi serangan bibit penyakit. Tapi, kemampuannya hanya dapat membunuh bibit penyakit ditempat di mana ada zat kebal, misalnya di saluran pernafasan, maka infeksi tidak terjadi pada saluran pernafasan tersebut.

Sementara, pada bagian tubuh yang lain yang tidak terdapat zat kebal, memungkinkan terpapar bibit penyakit. “Inilah bedanya dengan kekebalan humoral yang dapat menangkis serangan bibit penyakit di lokasi tubuh yang manapun,” jelas alumni pasca sarjana UNRI ini.

Vaksin merupakan mikroorganisme bibit penyakit yang telah dilemahkan virulensinya atau dimatikan dan apabila diberikan pada ternak tidak menimbulkan penyakit melainkan dapat merangsang pembentukan zat kebal yang sesuai dengan jenis vaksinnya.

Sedang vaksinasi merupakan tindakan memasukkan vaksin ke dalam tubuh ternak dan merupakan suatu usaha dengan tujuan melindungi ternak terhadap serangan penyakit tertentu.

Bagi peternak, vaksinasi sudah merupakan kegiatan rutin dalam usaha peternakannya.

Lebih lanjut dipaparkannya bahwa vaksinasi yang dilakukan peternak dengan cara tetes mata, tetes hidung, air minum dan spray akan merangsang badan ayam untuk membentuk kekebalan lokal, sedangkan pelaksanaan vaksinasi dengan injeksi atau suntikan akan merangsang pembentukan kekebalan humoral atau menyeluruh.

Pada anak ayam, aplikasi vaksinasi biasanya dengan cara tetes mata atau tetes hidung, dan kadang-kadang pemberiannya melalui suntikan bila yang jenis vaksinnya inaktif. Vaksinasi melalui air minum tidak bisa dilakukan, karena anak ayam umur 1-4 hari minumnya masih sedikit dan tidak teratur.

Pada ayam dewasa, aplikasi vaksinasi biasanya dengan tetes mata, tetes hidung, air minum dan suntikan. “Hanya melalui suntikan yang dapat memberi jaminan ketepatan dosis vaksin yang diberikan pada ayam,” pungkas Firdaus.

Anda tentu punya penagalaman yang dapat disarikan untuk sebuah langkah sukses mengatasi penyakit kekebalan tubuh ayam ini. Informasi di atas tentu dapat menjadi sebuah bandingan untuk langkah pasti dan semakin pasti!





PENYAKIT ND

ND merupakan masalah besar dan momok bagi dunia peternakan, karena penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100%) dan waktu penyebarannya yang sangat cepat, baik pada ayam ras, ayam buras maupun jenis unggas lainnya. Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata) walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf, gejala pernafasan dan gejala pencernaan. Penyebab dan Kejadiannya Penyakit ND disebabkanoleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, dimana virus ini dapat menghemaglutinasi darah. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Doyle pada tahun 1926 didaerah Newcastle Inggris dan pada tahun yang sama Kraneveld menemukan virus penyakit ini di Bogor. Kejadian penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dimana menyerang seluruh jenis unggas termasuk burung liar. Virus penyakit ini dapat ditemukan pada organ-organ seperti alat pernafasan, syaraf dan pencernaan. Penyebaran Penyebaran penyakit ini biasanya melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin/udara (dapat mencapai radius 5 km). Virus ND ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian. Gejala Klinis Gejala penyakit ini dapat diamati melalui gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok; gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir (torticoles) yang merupakan gejala khas penyakit ini. Kemudian gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua. Bedah Bangkai Untuk lebih meyakinkan bahwa suatu peternakan benar atau tidanya terserang ND, maka tindakan bedah bangkai adalah jalan terbaik dalam menegakkan diagnosa. Pada kasus ND hasil bedah bangkai berupa gejala khas penyakit ini, yaitu adanya bintik-bintik merah (ptechie) pada proventriculus (kantong depan ampela). Selain itu juga terjadi perubahan pada lapisan usus berupa pendarahan dan kematian jaringan (nekrosa). Pada organ pernafasan akan mengalami eksudasi dan kantong udaranya menipis. Penanggulangan Berhubung penyakit ND disebabkan oleh virus maka sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang efektif dapat menyembuhkan penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif. Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan paling lambat hari ke-empat umur ayam, karena penundaan sampai umur dua minggu dan seterusnya akan menghilangkan kemampuan pembentukan antibodi aktif oleh antibodi induk, sebab pada umur tersebut antibodi induk sudah tidak berfungsi lagi. Program vaksinasi pada ayam pedaging sebaiknya dilakukan pada umur tiga hari dan vaksinasi lanjutan pada umur tiga minggu, sedangkan pada ayam petelur pada umur tiga hari, empat minggu, tiga bulan dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan. Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara semprot, tetes (mata, hidung, mulut), air minum dan suntikan. Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan vaksinasi diantaranya : Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang benar-benar sehat Vaksin segera diberikan setelah dilarutkan Hindari vaksin dari sinar matahari langsung Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress berat pada ternak Cuci tangan dengan detergen sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi Penutup Mengingat kerugian ekonomi yang ditimbulan oleh penyakit ND ini sangat tinggi maka jalan terbaik dalam menanggulaninya adalah dengan menjalankan program manajemen yang ketat berupa program vaksinasi dan sanitasi lingkungan yang baik guna menghindari penyakit ini sehingga keuntungan akan dapat lebih meningkat.





PENYAKIT CRD

Berdasarkan data, kasus serangan peyakit unggas terutama ayam di tahun 2003 yaitu penyakit ngorok yang komplek atau sering juga disebut Chronic Respiratory Desease (CRD) komplek. Memang saat ini CRD komplek masih susah ditangani, padahal kerugian yang ditimbulkannya tidaklah sedikit. Hal ini dihubungkan dengan rendahnya laju pertumbuhan, tingginya angka kematian dan tingginya konversi ransum. Kerugian lain akibat CRD komplek adalah keseragaman bobot badan yang tidak tercapai dan banyaknya ayam yang harus diafkir, sehingga para peternak akan merugi.

CRD komplek merupakan gabungan penyakit dengan 2 (dua) komponen yaitu Mycoplasma galisepticum dan bakteri Escherichia coli. Faktor penentu menularnya penyakit ini adalah sistem pemeliharaan dengan suhu lingkungan yang tinggi yaitu panas atau dingin, kelembaban tinggi, kurangnya ventilasi, kepadatan ternak terlalu tinggi dan cara pemeliharaan yang berbagai umur. Biosecurity yang ketat dan pemilihan antibiotik yang spesifik merupakan langkah yang harus ditempuh untuk menyelamatkan ayam dari penyakit tersebut.

Penyakit ngorok atau CRD pada ayam ini merupakan suatu penyakit yang menyerang saluran pernafasan dimana sifatnya kronis. Disebut “kronis karena penyakit ini berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu lama (menahun) dan ayamnya tidak sembuh-sembuh”. Penyebab utamanya adalah keracunan Mycoplasma galisepticum, salah satu gejala khas CRD adalah ayam tersebut ngorok, sehingga peternak menyebutnya penyakit ngorok.

Sebagai penyakit tunggal, CRD jarang sampai menimbulkan kematian namun menimbulkan angka kesakitan yang tinggi. Di lapangan kasus CRD murni jarang ditemukan, yang sering ditemukan adalah CRD komplek, yaitu penyakit CRD yang diikuti oleh infeksi penyakit lainnya, terutama sering diikuti oleh bakteri Escherichia coli.

CRD komplek dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Selain itu, dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, mutu karkas jelek, produksi telur menurun, keseragaman bobot badan yang tidak tercapai dan banyaknya ayam yang harus diafkir juga semakin memperbesar biaya pengobatan.

Penyakit ngorok komplek pada ayam ini dapat berkomplikasi dengan mikroba penyakit lain seperti dengan penyakit tetelo atau New Castle Desease (ND), Infetious Bronhitis (IB) dan E. coli. CRD dapat menyerang ayam pada semua umur dengan angka penularan yang cepat.

Penyebab penyakit ini, bisa terdapat di ayam yang sehat, dimana ayam tersebut disebut ayam pembawa penyakit (carier). Ayam yang terserang CRD saat daya tahan tubuhnya menurun pada waktu stress seperti pindah kandang, kedinginan, vaksinasi, potong paruh, ventilasi jelek, litter lembab, kadar amonia tinggi atau ayam terserang penyakit lain.

Kerugian akibat CRD komplek diantaranya adalah kegagalan vaksinasi, karena CRD komplek bersifat immunosupressant ( menekan kekebalan), terhambatnya pertumbuhan, tingginya angka kematian, tingginya biaya pengobatan dan meningkatnya konversi ransum.

Untuk memberantas CRD komplek ini tidak gampang. Caranya adalah dengan melakukan pengobatan yang tepat, melakukan hal yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai penyebab terjadinya CRD komplek. Misalnya kita harus menjaga masuknya agent penyakit ke dalam tubuh ayam, selain itu para peternak harus mempertahankan kesehatan ayamnya dengan memberikan multivitamin dan juga para peternak harus memelihara lingkungan kandang supaya segar dan sehat, tentunya tidak pengap, ventilasi cukup dan tidak lembab. Selain itu kepadatan kandang harus selalu diperhatikan, sehingga udara bersih selalu terjamin. Suhu kandang yang terlalu panas juga dapat menyebabkan meningkatnya nafsu minum dan menurunnya nafsu makan. Dengan meningkatnya nafsu minum, maka akan merangsang peningkatan urinasi dan litter menjadi basah, sehingga konsentrasi ammonia tinggi dan dapat menyebabkan gangguan pernafasan, akhirnya ayam akan rawan terhadap CRD komplek.

Suatu strategi dalam melakukan pengendalian CRD komplek yang efektif adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap anak ayam umur 1 (satu) hari atau sering disebut dengan Day Old Chick (DOC) dari pembibitnya, hasil diagnosa yang tepat bersamaan dengan biosecurity yang efektif dan pelaksanaan tatalaksana pemeliharaan yang baik. Adapun cara-cara melakukan pengendalian CRD komplek yaitu (1) memperbaiki tatalaksana kandang, (2) melakukan sanitasi air minum yang baik, (3) melakukan pengobatan yang tepat dan (4) melaksakan biosecurity yang ketat.

Langkah-langkah untuk melakukan biosecurity yang ketat antara lain (1) melakukan pengafkiran pada ayam yang terinfeksi, (2) membersihkan kandang dengan tekanan air yang tinggi serta melakukan penyemprotan kandang dengan memakai desinfektan, (3) kosongkan kandang minimal 2 (dua) minggu setelah kandang dibersihkan, (4) pengontrolan lalu-lintas dengan mengontrol kendaraan yang keluar masuk lokasi peternakan.

Dari uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan apabila peternakan anda terkena CRD komplek, yang perlu diperhatikan adalah (1) menekan kadar amonia dan debu yang ada di kandang, dengan melakukan perbaikan pada kondisi kandang, mengurangi kepadatan kandang, perhatikan tatalaksana litter, ventilasi kandang dan pengaruh lingkungan, (2) pemeliharaan ayam harus dilakukan secara all-in all-out, (3) melakukan pemilihan obat yang tepat dan kita harus memperhatikan faktor resistensi dari kuman.

Harapan penulis, apabila peternakan anda terkena CRD komlpek, jangan panik, lakukanlah penanganannya seperti yang sudah penulis uraikan.

Selamat Beternak.


Tanya Jawab dan Komentar yang masuk:

81 comments

1. terima kasih banyak, ini sangat bermamfaat untuk saya.
by nawier April 23, 2008 at 3:52 pm

2. SALAM KENAL DARI ADMIN ADHPI
ASOSIASI DOKTER HEWAN PERUNGGASAN INDONESIA
by agung wahyono July 23, 2008 at 9:16 am

3. aku pingin jadi pengusaha kambing!!!!!!!!!!!!!
by procol October 24, 2008 at 9:30 am

4. oke bro, thax.
bsk sy ada ujian. artikelnya banyak membantu
by Kang Eri November 10, 2008 at 10:29 pm

5. Mau tanya kalo mau beli obat2an buat GUMBORO, VAKSIN DAN KEKEBALAN ayam di mana yah….?

Tolong bantuannya email saya: sdbugis@yahoo.com

Salam
Md Taher.
by mdtaher March 29, 2009 at 8:32 pm

6. saya mempunyai ayam kate yg terkena penyakit(sepertinya) tanda2 yg dapat saya lihat adalah bulu semakin rontok dan dibalik bulu rontok ada warna merah pada ayam bisa balas di email saya di muhammadikhsan88@gmail.com terima kasih atas pengetahuannya sangat membantu karena saya masih awam
by ikhsan May 24, 2009 at 7:46 pm

7. waduh terimakasih atas info2 nya
kebetulan saya menangkar ayam pelung di pangalengan kab. bandung, dengan adanya info ini saya akan segera vaksin ayam2 dikampung saya..bersama sama tentunya…
banyak kerugian kalo penyakit dah menyerang…
trims hasan 081321874872
by hasan June 24, 2009 at 2:15 pm

8. tlg jenis obat-obatan untuk kekebalan ayam kirm ke email saya
by Abdul Hadi June 28, 2009 at 5:45 pm

9. tolong gmna sih membuat vaksin secara tradisional untuk anak aym kmpung
by fuad setiadi September 26, 2009 at 4:19 pm

10. tlng sih cara membuat vaksin secara tradisional untuk anak ayam kampung
by fuad setiadi September 26, 2009 at 4:20 pm

11. terima kasih infonya…
tolong jenis obat apa buat vaksinasi,,, supaya ayam kebal penyakit…. krim ke email saya
by dede sp October 11, 2009 at 7:03 pm

12. mo nanya pak Jun,
ayam petelor saya ada yang sakit, dengan ciri:
1. sayap turun / terkulai / lumpuh
2. kaki lemas / lumpuh
3. muka agak pucat

sedangkan dubur keadaan bersih, tidak ada kotoran dihidung (pilek), tidak batuk, tidak ngorok…

kira2 penyakit apa ya? umur 8 minggu
by guncs October 12, 2009 at 5:29 pm

*

waduh, saya sudah lama tidak mengikuti perkembangan dunia peternakan pak, mungkin teman-teman yang lain bisa bantu…
by Junaidi Karo Karo Kacaribu November 6, 2009 at 1:03 pm

13. saya mau tanya,
1.dimana saya bisa memperoleh vaksin ayam
2.apakah boleh menberi vaksin yang disuntikan sendiri tanpa membawa ayam ke dr. hewan
3.ayam saya terserang penyakit tanda-tandanya,muka bengkak kebiruan,berak hijau,nafsu makan berkurang,obat apa ya yang tepat untuk mengobatinya?
atas jawabannya sebelumnya saya ucapkakan terima kasih.
by nia November 20, 2009 at 1:58 pm

*

beli saja di poultry shop mba nia.saya punya buku tentang semua penyakit ayam.. kalau mba mau bisa saya kirimkan…
by Junaidi Karo Karo Kacaribu November 22, 2009 at 8:13 am

o

mas, sy minat ternak ayam… dan sy juga tertarik baca2 tentang penyakit ayam. saya ada di lampung, bisa ga kirim bukunya… tolong dikonfirmasi ke email saya ya mas…
by didik March 6, 2010 at 6:43 pm
o

bisa pak, kirimkan saja alamat bapak, nanti saya kirim pakai pos. :)
by Junaidi Karo Karo Kacaribu March 7, 2010 at 4:48 pm
14. saya pengusaha ayam potong.ayam saya mengalami sakit ngorok dan mata bengkak…apa cara tepat untuk menanggulangi hal ini?tolong jawabanya dikirim ke email saya ya…thx
by eby December 17, 2009 at 4:01 pm

15. Sblmnya trm ksh atas infonya.saya ptrnak ayam broiller.baru pertama x dan ini br brjalan.skg umur 18hr.kndang sistem panggung.populasi 5rb ekor.yg sy tnyakan,akibat pnyakit ap,jk ayam mati mendadak,dg gejala ayam kejang2 dan sayap mengepak ngepak.kmudian lngsung mati.dan td mati 13 ekor.bgmn cara pnanggulanganya?kemudian obat ap yg shrsnya dgnkn?mksh
by Rio December 22, 2009 at 10:35 pm

16. salam untuk petani ayam se indonesia
by ergan nasution January 22, 2010 at 8:22 pm

*

perternak mungkin maksud bapak.
by Junaidi Karo Karo Kacaribu July 29, 2010 at 6:38 pm

17. Saya sangat khawatir sekali ketika satu hari baru pindah dari box ke kandang pembesaran ada 5 ayam yang mati dan ciri-cirinya bulu disekitar leher njegrik-njegrik atau berdiri dan kotorannya bening bercampur kapur. Apakah ini gejala gumboro ???? segera saya berikan obat untuk gumboro, awalnya saya mencari obat Gumbonal tetapi ditoko2 yang saya tahu kehabisan stok jadi saya berikan obat penggantinya. Bagaimana sebenarnya ciri-ciri gejala atau ayam yang sudah terkena infeksi gumboro ??? terima kasih jawabannya. Harap langsung ke email saya. Sekali lagi terima kasih
by sefi March 16, 2010 at 5:49 pm

18. saya sangat kawatir dengan ayam saya tiba-tiba ayam sy keluar air mata terus dan bengka. kira- obat apa yg cocok?
by abhy April 28, 2010 at 9:35 pm

19. saya mau tanya,
ada kasus ayam ras mati mendadak,ketika dibedah terdapat darah menggumpal di bagian dada sehingga menutupi hati dan usus dan urat pada bagian kaki membesar. gejala awalnya ayam tidak mampu berdiri dan lambatr laun seperti pingsan dan mati begitu sja. kira-kira itu penyakit apa?
by ida May 10, 2010 at 8:42 am

20. kalau peradangan pd dubur ayam itu penyakit apa pak?
by muflih June 22, 2010 at 10:56 pm

21.

apakah ada hub dengan pakan pada penyakit ayam broiler pak
by muflih June 22, 2010 at 10:57 pm

22.

saya mau tanya pak,
bila ingin membuka usaha peternakan, biaya vaksin,obat, dan vitamin yang dibutuhkan untuk 1 periode kira2 berapa yah?
lalu vaksin,obat dan vitamin apa saja yang biasa diberikan???
dan biasanya beli di mana yah produk2 itu???
karena saya ingin membuat perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ternak ayam.

mohon bantuanya..
terimakasih :)
by beruangpanda June 24, 2010 at 10:26 am

23.

slm knl.saya mau tanya ayam pedaging saya banyak yang mati peyebabnya gorok dan muka bengkak saya mohon solusinya pak untuk pengobatan?
by iky June 25, 2010 at 11:45 am

24.

Kita pernah magang bareng di Cakra Sob.. masih Ingat???
by Didik darmawan July 14, 2010 at 2:18 pm

*

benarkah itu sob…? sekarang udah dimana sob..? anak surakarta ya sob..?
by Junaidi Karo Karo Kacaribu July 15, 2010 at 1:45 am

25.

Hallu mas Jun.lam kenal yah sebelume.
Mas ni ak di rumah ada ternak unggas tepate ayam kampung n dalam beberapa hari ini entah knpa ayamku pada cepet matinya.malem masih hdup pagi da mati,kalo mati gak tanggung2 langsung 10-20 ekor se kandang.
ciri yg lain : jengger hitam,beraknya putih,Duburnya ada bintik2 merah.
kalo dr cirinya sakit apa ya mas dan pencegahannya gimna?
untuk saat ini sterilisasi kandang sudah,vaksinasi juga uda tp kok tetep mati dan skrg tinggal 10 ekor saja.
Mohon infonya ya mas dan makasih ma infonya
by Nurul July 27, 2010 at 12:47 pm

*

pertama tema terimakasih ya pak nurul sudah singgah di blog saya,
jadi begini pak, agak sulit untuk menentukan penyakit ayam bapak ini hanya dengan keterangan yang bapak berikan, saya akan berikan keterangan penyakitnya saja deh pak.
1. Tetelo adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari golongan Paramixovirus. Keganasannya tergantung dari strain atau tipenya. Penyakit ini menyerang alat pernafasan, susunan dan jaringan syaraf, serta alat-alat reproduksi telur. Yang ganas cepat sekali menular, dan seringkali menimbulkan kematian secara mendadak.

2. Cacar unggas adalah penyakit bercak-bercak kulit yang disebabkan oleh virus Borreliota avium. Menyerang rongga mulut, hulu tenggorokan, daerah sekitar mata, jengger dan pial. Selain secara kontak langsung, penyakit ini bisa meluar lewat perantaraan nyamuk dan lalat.

3. Leukosis adalah penyakit tumor menular yang bersifat menahun. Penyebabnya adalah virus leukosis. Gejala dimulai dengan timbulnya pertumbuhan abnormal pada sel-sel darah putih. Tumor yang menyerang jaringan syaraf akan menimbulkan kelumpuhan pada leher, sayap dan kaki. Yang menyerang mata akan membuat bentuk mata tidak normal, rabun atau buta sama sekali. Yang menyerang organ bagian dalam (hati, ginjal, limpa dan ovarium) akan membuat ayam berjalan tegak seperti itik, dan penyakitnya disebut big liver disease. Akibatnya hati akan membengkak 3 sampai 4 kali normal, kotorannya encer, tubuh kurus, jengger dan pial pucat berkerut.

4. Lumpuh marek adalah penyakit lumpuh yang disebabkan oleh virus herpes. Menyerang anak ayam berumur 1-5 bulan. Gejalanya ditandai kejang lumpuh dengan kaki satu ke depan dan kaki lainnya kebelakang. Selain itu juga menimbulkan pembesaran yang mencolok pada syaraf dan timbulnya tumor pada organ dalam, kulit dan otot.

5. Gumboro adalah penyakit yang menyerang bursa fabricii (kelenjar bulat terletak di atas kloaka), penyebabnya adalah virus gumbaro. Anak ayam umur 1-12 hari yang terkena penyakit ini tidak begitu nampak tanda-tandanya. Tapi anak ayam umur 3-6 minggu akan menunjukkan gejala yang khas. Anak ayam tampak lesu, mengantuk, bulu mengkerut, bulu sekitar dubur kotor, mencret keputih-putihan, dan duduk dengan sikap membungkuk. Suka mematuki duburnya sendiri, sehingga menimbulkan luka dan pendarahan. Ayam yang mati bangkainya cepat sekali membusuk.

6. Salesma ayam adalah penyakit yang disebabkan virus avium. Menyerang saluran pernafasan. Gejalanya sesat nafas, batuk-batuk, mata dan hidung meradang berair, dan sulit bernafas karena adanya lendir berdarah dalam rongga mulut. Bila benafas kepala ditegakkan, dan waktu mengeluarkan nafas kepala ditundukkan dengan mata terpejam. Penyakit ini bersifat akut.

Obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit virus sampai saat ini belum ada. Tapi pengobatan dengan antibiotika atau kombinasi dengan obat-obatan lain tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan penyakit yang lain. Dan karena tak adanya obat yang mampu menyembuhkan penyakit virus, alangkah bijaksananya sebelum penyakit berbahaya ini terjadi, peternak melakukan tindak pencegahan. Caranya antara lain adalah melakukan tata laksana pemeliharaan yang baik, melaksanakan vaksinasi pada saat yang tepat, dan hindarkan terjadinya stress pada ternak.
by Junaidi Karo Karo Kacaribu July 29, 2010 at 6:21 pm

26.

Pak Jun,
sy mau belajar dari bukunya Pak Jun tentang budidaya ayam broiler/ ayam pedaging, dan kendala penyakit yg di hadapi, mohon konformasi ke alamat email sy.
by yatno August 22, 2010 at 7:55 am

*

hehehehehe, waduh pak, saya belum mengeluarkan buku… :)
by Junaidi Karo Karo Kacaribu September 4, 2010 at 6:27 pm

27.

terimakasih sangat membantu,,,dsini penyakit cdr yg bnyk …solusi lain gm y biar cepat cdr sembuh..atau obat merk apa yg ampuh biar kt beli ???
by lian bjm August 23, 2010 at 4:09 am

28.

klo di toko,ayam ada ga yang jual vaksin nya
by arif August 30, 2010 at 11:07 pm

29.

saya rio pak,,,,
saya menangani peternak ada yang tanya,,,,

#.pak saya mau tanya,,,,anti biotik apa yang paling bagus menurut pengalaman bapak selama ini,,,,

apa anti biotik itu penting pak,,,,
apa bila anak ayam berusia 4 mingu ke atas,,apa sangat berpengaruh pemberian antibiotik….
by riofebryanto September 25, 2010 at 9:53 am

*

setau saya ayam tdk boleh diberikan antibiotik,
krn antibiotik yg akan terkumpul di hati & daging ayam tersebut dapat menyebabkan penyakit jika dikonsumsi.

penyakit yang ditimbulkan akibat mengonsumsi daging dan hati ayam broiler yang mengandung antibiotik itu secara berkepanjangan bisa menyebabkan teratogenic effect, carcinogenic effect, mutagenic effect, dan resisten terhadap antibiotik sendiri.

sebaiknya utk menghindari penyakit, ayam divaksin saja.
by nina November 23, 2010 at 10:35 pm

o

info dari bu nina kita tampung aja doloo :D
by Junaidi Karo Karo Kacaribu November 25, 2010 at 3:25 pm
30.

waduh dasar sial……

5 hari lagi panen ayam2ku terserang wabah….
dimulai dari crd,coli,hingga coxy…..

padahal bobot ayam umur 23 1,2-1,3 kg…..

ada yang pernah ngalamin kejadian ni jg..

kt berbagi pengalaman aj…
hubungi aku di no 085624229951
by obi October 14, 2010 at 2:25 pm

*

sama pak kmarin sya baru mengalami kejadian yg sama,aym sya umr 22 hari kena pnyakit yang sama.
akrnya ayam sya bongkar umr 24 hari dgn bbot 1,3/1,4.
gjla aawal aym sya tu ngrok,trus muka bengkak di sertai berak kapur.
CRD complex.
sya sdang bingung gmna cara penanggulanganya pak?
by tikno japra March 25, 2011 at 5:42 pm

31.

pak jun saya baru berternak di ayam . apakah saya bisa mendapatkan buku tentang penyakit ayam? dan dimana ya saya bisa beli obat baik vit maupun obat ayam yg lain. Thanks bgt
by heri kurniawan November 20, 2010 at 8:04 pm

32.

pak saya mw nnya knpa tngkat kmatian ayam saya sangat besar setiap hariny,penyebabny saya belum mngerti tp klo saya lihat ayam bertumpuk2,tolong tipsny pak
by wahyu December 8, 2010 at 9:16 am

*

harus diliat dari banyak faktor pak…
by Junaidi Karo Karo Kacaribu December 13, 2010 at 12:32 am

33.

Mengapa ayam kate saya jalannya sempoyongan kayak mau jatuh, gak seimbang gitu ..?? tolong di jawab, trima kasih ..
by Bobby January 2, 2011 at 10:38 am

34.

ayam saya setelah diberi obat cacing menjdi lemas,matanya menutup terus ngelurin kaya nanah,trus kepalanya kaya ngangguk2.ayam saya terkena penyakit ap?dan bagaimana cara mengobatinya?
by tamsi January 3, 2011 at 6:54 am

35.

ayam saya setelah diberi obat cacing menjadi lemas,matanya menutup dan mengeluarkan kaya nanah,trus kepalanya kaya ngangguk2.aya saya terkena pnyakit ap?dan bagaimana cara mengobatinya?tolong hubungi saya,di email saya
by tamsi January 3, 2011 at 7:06 am

36.

Trims informasi ttg Penyakit & Vaksin….., sayang di Pekanbaru Vaksin untuk penyakit GUMBORO tidak ada.
Mohon informasi HP/Tlp.Petugas Dinas Peternakan Kota Pekanbaru. Salam
by Budi H January 22, 2011 at 9:08 pm

37.

obat obatnya apa aja pak?????
ntar krim email saya aj
by leonard January 30, 2011 at 6:08 pm

38.

saya ada ternak. yg menjadi keluhan saya ayam itu tidur dan mengantuk saja dan tidak bergairah. berat badan berkurang
saya ingin solusi mencegah hal tersebut
by andre March 19, 2011 at 5:00 pm

39.

sya memiliki peternakan ayam potong dn sdah dua kli panen sya gagal.
di karnakan trkena penyakit ngorok.
sya mau menanyakan kira” obat apakah yg ccok/bagus untuk mengobati penyakit ayam dgn cri” penyakit sbb:
ayam ngorok,mati mendadak,kotoran berwarna putih dan sbagian bngkak pda mukanya.
trimakasih
by tikno japra March 25, 2011 at 5:34 pm

40.

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128

jual obat burung, obat ikan,obat sapi,antibiotik sapi,antibiotik kelinci,obat ayam,dll,lengkap hubungi ferdi 085649842128
by ferdi April 9, 2011 at 5:40 pm

41.

saya mempunya yam pelung tapi babon ya gantuk gimana ya biar gak nagntuk udah di kasih kencur ya giman ya
by dani April 21, 2011 at 8:52 am

42.

salam kenal saya mau membeli obat atau vaksin ayam khususnya crd dan snot apa bpk menyediakan?tks
by agus praz April 22, 2011 at 8:26 pm

43.

ass..
pak..,
saya baru memulai usaha peternakan ayam. saya mengalami angka kematian yg cukup besar pada usia ayam 1-2 minggu. saya belum begitu mengenali berbagai jenis penyakit yg biasa menyerang pada peternakan ayam. saya mohon tips dari bapak, bagaimana cara mengatasi hal tersebut.
sekaligus, saya mohon usulan dari bapak mengenai beberapa vitamin serta vaksin yg dapat saya pergunakan pada peternakan ayam saya, guna meningkatkan usaha saya tersebut,
trim’s
tolong kirim informasinya ke email saya: joeikhsan@rocketmail.com
by johan manurung May 16, 2011 at 4:07 pm

44.

salam kenal, saya mohammad rendy,, saya ingin menanyakan sesuatu, ayam betina saya mempunyai penyakit aneh di wajahnya, berupa benjolan-benjolan, hingga mata yang sebelah kiri tertutup, itu jenis penyakit apa y??, trims
by mohammad rendy May 17, 2011 at 5:08 pm

45.

ikutan nimbrung pak untuk memasarkan mesin tetas telur saya bagi yang butuh 085230437283 trims atas tempatnya
by antodian May 19, 2011 at 11:29 am

46.

mas,saya pnya ayam kate…
ayam kate saya kena penyakit ngorok…
bisa tolong kasi tau ngak apa obat nya..?
by chaerul May 20, 2011 at 3:21 pm

47.

bisa di kirim lewat e mail saya ngak..?
sebelum nya terimakasih
by chaerul May 20, 2011 at 3:23 pm

48.

sy mau ty di batam suhunya kdng extrim kd panas kd dngn jd gimana cara yg tepat mengatur suhunya agar aym sy tdk mudah kena penyakit trims
by supoyo May 24, 2011 at 5:00 pm

49.

saya seorang peternak,yg jadi keluhan sy,tiap mlm ayam pasti mati satu,kadang kepalanya ilang,kakinya ilang dimakan LUAK,biar ternak sy aman gimana ya caranya?
by Nano Kenyil Kenyil June 21, 2011 at 6:16 pm

50.

saya baru beternak ayam kampung dan ayam sy sering kena penyakit kutil, muncul biji2 pada daerah sekitar kepalanya dan lama2 mbesar. kira2 apa pengobatan yg tepat utk penyakit ayam sy ini???
by ety June 24, 2011 at 2:05 pm

51.

mas, ayam cemani-ku kok susah makan, mesti diapain ya, digoreng boleh ndak?
by Ignatius July 14, 2011 at 11:53 am

52.

Artikel yang sangat bermanfaat bagi kami sebagai peternak. kami tunggu artikel-artikel yang lainnya.

Dari: Bangkok SUPER | http://jualayamaduanbangkok.wordpress.com/ | 081 358 00 5678
by Bangkok SUPER July 26, 2011 at 2:10 pm

53.

begini sya mau nanya bagaimana cara pencegahan penyakit pada ayam yang muncul tiba tiba

by.cheytra 11 agustus 2011
by nina August 11, 2011 at 8:37 am

54.

tolong saya mau nanya..
mengatasi ayam yang kakinya lumpuh bagaimana..??
by Agfan August 23, 2011 at 10:32 am

55.

salam kenal, saya Dimar.

pak, saya kan memelihara ayam kampung sekitar 25 ekor dgn usia yg berbeda.

diantaranyanada satu indukan yg sy perhatikan sepertinya kurang sehat.
awalnya si induk itu terkena semacam penyakit kulit di matanya. bengkak, berair dan berdarah. sy obati dengan salep herpes, alhamdulillah sembuh.

tapi kemudian setelah indukan itu bertelur, anak-anaknya mati satu persatu sampai tinggal 3 ekor saja.
yang 3 ekor ini terkena penyakit matanya bengkak seperti bernanah yg terus membesar sampai menutupi separuh mukanya.
akibatnya anak ayam jadi murung dan lesu.
saya bingung harus diapakan. saya takut penyakitnya menulari ayam2 lain yang sehat.

yang ingin saya tanyakan:
1. apa penyakit anak ayam ini ada hubungannya dengan induknya yang berpenyakit?
2. kira-kira anak ayam ini terserang penyakit apa ya pak?
3. sebaiknya tindakan apa yg harus saya lakukan, jika perlu vaksinasi, vaksin apa? jika perlu obat, obat apa?

tolong informasinya ke email saya:
Chryzant_97@yahoo.com

terimakasih sebelumnya ya pak.
by Dimar September 8, 2011 at 11:55 am

56.

Mohon bantuannya pak, ayam saya banyak yang mati karena penaykit senot, mata berair, bahkan sampai bengkak dan mengeluarkan cairan. Obat merk apa yang paling mujarab untuk mengobatinya ? terimakasih
by Aturen Tarigan September 23, 2011 at 9:40 pm

57.

Saya lagi ternak nih,ayam saya tinggi dan berat nya tidk merata kaya seperti anak tangga,cara mengatasinya gimana,tolong informasinya
by suganda September 29, 2011 at 12:08 am

58.

terimakasih..
sangat membantu sekali bagi saya yang pemula
by bosent October 7, 2011 at 10:59 pm

59.

sebelum e salam kenal.. bgaimana caranya untuk meminimalkan angka kematian pada ayam potong….. masak sehari yang mati bisa banyak…. kasih tau donk pak,biar bisa berhasil…
by manik October 12, 2011 at 4:37 pm

60.

ra dong kang
by wisnu October 22, 2011 at 9:20 pm

61. wadoh ngomong2 kalo musim x-trim pencegah penyakit ayam kampum g mana nieh?
by wisnu October 22, 2011 at 9:22 pm

62. Slmt siang, kalau penyakit lumpuh itu penyebabnya apa, bgm pengobatannya? krn ayam sayaada beberapa yang lumpuh, bahkab ada yang kakinya besar sebelah. Tq
by jojok October 25, 2011 at 9:07 am

63. Maaf dan minta tlng banget utk jadwal vaksin yg benar buat ayam kampung pedaging.kebetulan sy usaha ayam kampung intensif dgn usia panen 70hari.tlng krm ke email sy anggoroganik@ymail.com atau sms ke 081931181167.trims
by Anggoro November 8, 2011 at 11:32 pm

64. saya mau tanya pak, kalo ayam kate saya terlihat lesu, buang airnya berwarna putih cair? Itu kenapa ya pak? Mohon infonya pak. Segera. Saya harus bagaimana? Hubungi saya di twitter @hey_henny terima kasih.
by Henny November 18, 2011 at 5:52 pm

65. infonya bagus banget…..! tapi saya mau nanya,kenapa ya dijengger ayam saya ada putih2nya mirip kaya’ ketombe,terus mukanya kelihatan pucat dan obatnya yang bagus apa ya,biar penyakitnya bisa hilang …..???
by M Fadlie Hidayat November 24, 2011 at 12:47 am

66. salam..pak, bisa gak pak penjelasannya tentang semua jenis penyakit dan cara pencegahannya beserta obat (vaksin) dikirim di email saya pak..yazrbisnis82@yahoo.com..trims…
by yasser December 6, 2011 at 6:23 pm

67. Salam sejahtera,,
Support,
semoga tambah sukses.
by Bledho info herbal December 7, 2011 at 5:17 pm

68. saya ada jual ayam kampung dan ayam sutera di sekitar kuala terengganu,malaysia. sesiapa berminat boleh hubungi 0173405172
by kay December 13, 2011 at 1:39 pm

69. nice info..
infonya bgus bgt..

sukses selalu…
www.jendelahewan.blogspot.com